Kontroversi Trump Bayangi Piala Dunia 2026, 7 Negara Ungkap Sikap soal Boikot

Kontroversi Presiden AS, Donald Trump, memiicu wacana boikot Piala Dunia 2026. Berikut ini sikap tujuh negara terkait boikot tersebut.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Februari 2026, 17:00 WIB
Ilustrasi trofi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 bahkan sudah memantik kontroversi besar jauh sebelum bola pertama digulir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Isu politik, terutama yang berkaitan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat sejumlah negara menyuarakan ketidaknyamanan hingga muncul wacana boikot turnamen.

Advertisement

Keterlibatan Trump dinilai menjadi sumber kegaduhan. Ia sempat memicu kemarahan setelah memasukkan beberapa negara peserta Piala Dunia 2026 ke daftar larangan perjalanan.

Kebijakan tersebut menjadi awal dari serangkaian polemik yang menyelimuti persiapan turnamen empat tahunan itu.

Kontroversi berlanjut ketika Trump menerima FIFA Peace Prize pada undian Piala Dunia 2026, Desember lalu, sebuah keputusan yang membuat banyak pihak mempertanyakan logikanya.

Situasi kian memanas setelah Trump mengancam akan mengambil tindakan keras terhadap negara-negara Eropa apabila mereka menghalangi ambisinya terkait Greenland.

Di tengah kondisi tersebut, seruan untuk memboikot Piala Dunia 2026 mulai terdengar dari berbagai penjuru dunia. Sejumlah negara, termasuk yang memiliki tradisi kuat di sepak bola, telah menyampaikan sikap mereka secara terbuka.

Berikut sikap tujuh negara yang paling disorot.


Jerman

Timnas Jerman meraih kemenangan 6-0 atas Slovakia pada laga terakhir Grup A kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Red Bull Arena, Leipzig, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. Berkat hasil positif tersebut, Jerman kukuh di puncak Grup A dan memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia tahun depan. (AFP/Odd ANDERSEN)

Juara dunia empat kali itu menjadi negara pertama yang wacana boikotnya mencuat ke publik. Isu tersebut muncul menyusul langkah agresif Trump dalam urusan Greenland.

Politikus Jerman, Jurgen Hardt, sempat menyebut tim asuhan Julian Nagelsmann bisa saja memilih tidak berpartisipasi.

Namun, Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) kemudian meluruskan spekulasi tersebut. Dalam pernyataan resminya, DFB menegaskan bahwa opsi boikot tidak sedang dipertimbangkan.

"Seperti yang telah disampaikan Presiden DFB, Bernd Neuendorf, boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada saat ini tidak sedang dipertimbangkan," demikian bunyi pernyataan DFB.


Prancis, Denmark

Timnas Prancis merayakan kemenangan atas Ukraina dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stade de France, Paris, Jumat (13/11/2025), Prancis menang telak 4-0 dalam pertandingan tersebut. (FRANCK FIFE / AFP)

Prancis

Situasi serupa juga terjadi di Prancis. Timnas Prancis, yang juga pernah menjuarai Piala Dunia, menghadapi tekanan publik untuk mengambil sikap tegas menyikapi kontroversi Trump.

Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menyatakan pihaknya belum ingin berspekulasi terlalu jauh. Menurutnya, boikot belum menjadi opsi pada tahap ini.

 

Denmark

Denmark belum memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dan masih harus berjuang melalui jalur play-off. Meski demikian, jika lolos, para pendukung Denmark disebut-sebut berpotensi menolak bepergian ke Amerika Utara.

Menanggapi hal tersebut, federasi sepak bola Denmark menyatakan mereka "menyadari situasi sensitif yang sedang berlangsung".


Belgia, Belanda

Pemain Timnas Belanda merayakan gol Tijjani Reijnders ke gawang Lituania di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Amsterdam, Selasa (18/11/2025) (AP Photo/Peter Dejong)

Belgia

Belgia memilih menjaga jarak antara sepak bola dan politik. Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menegaskan fokus utama mereka tetap pada aspek olahraga.

"Kami saat ini berkonsentrasi pada persiapan tim untuk Piala Dunia 2026, sambil tetap memantau perkembangan di luar sepak bola," ujar RBFA kepada The Brussels Times.

 

Belanda

Belanda disebut sebagai satu di antara kandidat kuat juara berkat kualitas skuadnya. Namun, peluang tersebut sempat dibayangi kontroversi setelah sebuah petisi yang menolak partisipasi Belanda di Piala Dunia 2026 berhasil mengumpulkan lebih dari 100 ribu tanda tangan.

Meski begitu, federasi sepak bola Belanda (KNVB) menegaskan belum ada rencana untuk menarik diri, meski mereka tetap memantau situasi yang berkembang.


Afrika Selatan, Iran

Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Afrika Selatan

Afrika Selatan, yang memiliki sejarah pernah dilarang tampil di ajang internasional, juga menghadapi desakan boikot.

Politikus Julius Malema dari Partai Economic Freedom Fighters memimpin seruan agar tim Bafana Bafana mundur dari turnamen.

"SAFA harus mengambil keputusan untuk menarik diri dan tidak terlibat dalam Piala Dunia yang digelar di Amerika," tegas Malema.

 

Iran

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah berlangsung lama dan melampaui ranah sepak bola. Iran bahkan sempat mengancam memboikot undian Piala Dunia 2026 pada Desember lalu setelah empat dari sembilan visa delegasi mereka ditolak.

Kendati akhirnya sebagian kecil delegasi tetap berangkat ke Washington DC, Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, termasuk di antara mereka yang ditolak masuk ke Amerika Serikat.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait