Bola.com, Jakarta - Lionel Messi sempat menjadi sorotan pada awal 2025 setelah absen dari Gedung Putih, meski namanya tercantum sebagai penerima satu di antara penghargaan paling bergengsi di Amerika Serikat.
Megabintang Argentina itu diundang untuk menerima Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi di AS, tetapi tidak hadir dalam acara penyerahan yang dijadwalkan awal Januari tahun lalu.
Messi, yang kini berusia 38 tahun, sejatinya masuk daftar 19 tokoh yang disebut sebagai "pemimpin besar" dan diundang ke Gedung Putih. Penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden Amerika Serikat ke-46, Joe Biden, menjelang berakhirnya masa jabatannya.
Acara itu dihadiri sejumlah nama besar lintas bidang, dari Denzel Washington, Michael J. Fox, hingga legenda NBA, Earvin "Magic" Johnson.
Alasan di balik pemberian penghargaan itu dijelaskan dalam pernyataan resmi Gedung Putih. Messi dinilai memiliki kontribusi besar di luar lapangan hijau.
"Dia mendukung program kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia melalui Leo Messi Foundation dan menjabat sebagai Duta Besar UNICEF," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Alasan Absen
Sejak meninggalkan sepak bola Eropa dan bergabung dengan Major League Soccer, Messi juga memberi dampak signifikan bersama Inter Miami. Sejak transfernya pada 2023, kontribusinya membantu klub tersebut meraih Leagues Cup dan MLS Supporters’ Shield.
Peran besarnya di dunia sepak bola disebut berjalan seiring kiprahnya di kegiatan sosial.
Namun, ketidakhadiran Messi dalam seremoni itu menimbulkan tanda tanya. Melalui pernyataan yang dibagikan jurnalis Fabrizio Romano, Messi menjelaskan alasan absennya.
"Ini adalah sebuah kehormatan besar menerima pengakuan ini. Saya benar-benar bersyukur. Sayangnya, saya sudah memiliki komitmen sebelumnya dan tidak bisa menghadiri upacara di Gedung Putih. Namun, saya sangat menghargai penghormatan ini," ujar Messi.
Pernyataan Resmi
Hal yang tidak biasa, Messi juga tidak mengirimkan perwakilan untuk hadir menggantikannya. Alhasil, namanya bahkan tidak dibacakan dalam seremoni tersebut.
Dalam pernyataan lain yang disampaikan atas namanya, dijelaskan bahwa komunikasi terkait penghargaan itu dilakukan melalui jalur resmi.
"Gedung Putih memberi tahu FIFA, yang kemudian menyampaikan kepada klub pada akhir Desember bahwa Leo akan menerima penghargaan ini. Leo, melalui klub, mengirimkan surat kepada Gedung Putih untuk menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat terhormat dan menganggap ini sebagai sebuah keistimewaan besar, tetapi karena benturan jadwal dan komitmen sebelumnya, ia tidak dapat hadir. Ia mengucapkan terima kasih atas penghormatan tersebut dan berharap dapat bertemu di lain kesempatan," bunyi pernyataan tersebut.
Kesampingkan Messi dan Ronaldo
Di sisi lain, nama Messi juga sempat terseret dalam pernyataan tajam Presiden AS saat ini, Donald Trump.
Sejak kembali ke Gedung Putih pada awal 2025, Trump kerap terlibat dalam agenda sepak bola global, termasuk Piala Dunia Antarklub 2025 dan persiapan Piala Dunia 2026.
Usai Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat musim panas lalu, Trump justru mengesampingkan Messi dan Cristiano Ronaldo ketika diminta menyebut siapa pemain terbaik sepanjang masa. Ia memilih legenda Brasil, Pele.
"Bertahun-tahun lalu, ketika saya masih muda, mereka mendatangkan seorang pemain bernama Pele untuk bermain bersama tim Cosmos. Stadion ini penuh sesak. Itu versi lama stadion ini, dan dia adalah Pele," kata Trump.
"Saya tidak ingin mengingatkan usia saya, tapi itu sudah lama sekali dan saya masih muda saat itu. Saya datang menonton Pele dan dia luar biasa. Jadi mungkin saya akan memilih cara lama, seperti orang menyebut Babe Ruth, dan mengatakan Pele itu begitu hebat," imbuhnya.
Sumber: Give Me Sport