Premier League Jelaskan Keputusan Kontroversial di Laga Tottenham Vs Man City

Premier League merilis pernyataan usai keputusan kontroversial dalam laga Tottenham vs Man City yang berakhir 2-2.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 Februari 2026, 11:30 WIB
Pemain Tottenham, Xavi Simons, berduel dengan pemain Manchester City, Rayan Cherki, pada laga Liga Inggris, Minggu (1/2/2026). (AP Photo/Richard Pelham)

Bola.com, Jakarta - Premier League mengeluarkan pernyataan resmi menyusul keputusan kontroversial dalam laga Tottenham Hotspur kontra Manchester City yang berakhir imbang 2-2, Minggu (1-2-2026).

Keputusan itu memicu kemarahan manajer Man City, Pep Guardiola, yang menilai gol pertama Spurs seharusnya dianulir karena terjadi pelanggaran terhadap Marc Guehi.

Advertisement

Man City sebenarnya tampil dominan di babak pertama. The Citizens membuka keunggulan saat laga baru berjalan 11 menit lewat Rayan Cherki, yang tampil sebagai motor serangan. Sepakan kaki kanan pemain asal Prancis itu gagal dijangkau kiper Spurs, Guglielmo Vicario.

Keunggulan Man City kemudian bertambah setelah Antoine Semenyo mencetak gol kedua.

Namun, jalannya pertandingan berubah total selepas jeda. Tottenham bangkit di babak kedua dan Dominic Solanke tampil sebagai tokoh utama.

Penyerang Inggris yang sempat lama menepi akibat cedera itu mencetak dua gol dalam rentang 17 menit, memastikan Spurs mengamankan satu poin di kandang sendiri. Meski kedua tim saling menekan di sisa laga, tak ada gol penentu tercipta di Tottenham Hotspur Stadium.


Kronologis Gol

Penyerang Tottenham Hotspur asal Inggris bernomor punggung 19, Dominic Solanke (kedua dari kiri), mencetak gol pertama timnya selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester City di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 1 Februari 2026. (Ben STANSALL/AFP)

Sorotan utama tertuju pada gol pertama Spurs. Meski hasil imbang disambut positif oleh tuan rumah, banyak pihak menilai gol pembuka Solanke seharusnya tidak disahkan.

Spurs memang mulai menemukan ritme permainan dan memberi tekanan kepada Man City, hingga pada menit ke-55 Solanke berhasil menjebol gawang lawan.

Gol tersebut sempat dicatat sebagai gol bunuh diri Marc Guehi, bek yang baru bergabung dengan Man City dari Crystal Palace pada Januari lalu, sebelum kemudian dianulir dan dikreditkan kepada Solanke.

Kontroversi muncul setelah tayangan ulang memperlihatkan adanya kontak kaki antara Solanke dan Guehi. Dalam prosesnya, Guehi berusaha memblok tembakan Solanke, tetapi sang penyerang tetap melakukan gerakan lanjutan.

Kendati terlihat ada benturan, VAR tidak melakukan intervensi dan gol tetap disahkan, awalnya sebagai gol bunuh diri sebelum akhirnya diberikan kepada Solanke, yang sekaligus membuka rekening golnya di Premier League musim 2025/26 lewat dua gol di laga tersebut.


Penjelasan Premier League

Pemain Tottenham, Dominic Solanke (kiri), merayakan gol kedua timnya bersama Xavi Simons dalam pertandingan Liga Inggris melawan Manchester City, Minggu (1/2/2026). (AP Photo/Richard Pelham)

Melalui akun X, Premier League Match Centre memberikan penjelasan resmi terkait keputusan tersebut. Dalam pernyataannya, Premier League menegaskan bahwa Solanke dinilai memainkan bola sehingga insiden itu tidak dianggap sebagai pelanggaran.

"Keputusan wasit berupa gol telah ditinjau dan dikonfirmasi oleh VAR, dengan tantangan Solanke terhadap Guehi dinilai bukan sebuah pelanggaran karena Solanke memainkan bola. Panel akreditasi gol memutuskan gol tersebut sebagai gol Solanke," tulis pernyataan resmi Premier League.

Guardiola tampak sangat geram usai pertandingan. Saat diwawancarai setelah laga di London utara, ia sulit menyembunyikan emosinya.

"Sekali lagi… sudah lihat? Tidak ada apa-apa," kata Guardiola, sebelum terlihat hampir meninggalkan sesi wawancara.

"Ini terjadi lagi. Apa yang bisa saya katakan? Marc (Guehi) menguasai bola, dia ditendang dari belakang, dan itu gol. Tidak ada apa-apa. Apa lagi yang bisa saya katakan? Satu lagi," cetusnya.


Keluhan Guardiola

Pemain Manchester City, Antoine Semenyo, mendapat ucapan selamat usai mencetak gol kedua timnya dalam laga Liga Inggris lawan Tottenham Minggu (1/2/2026). (AP Photo/Richard Pelham)

Kepada BBC Sport, Guardiola melanjutkan keluhannya.

"Kalau itu dilakukan kepada seorang penyerang, pasti penalti. Saya bukan wasit. Menarik, Premier League," sentilnya.

Pelatih asal Spanyol itu juga menyinggung performa timnya secara keseluruhan.

"Kami bermain di level yang sangat tinggi. Tentu saja, kami belum konsisten untuk memenangkan pertandingan. Masih ada 14 laga, banyak poin yang bisa diperebutkan. Kami fokus ke pertandingan berikutnya," kata Guardiola.

Hasil imbang tersebut membuat Man City kini tertinggal enam poin dari Arsenal yang diasuh Mikel Arteta.

Man City akan mencoba bangkit saat menjamu Newcastle United di ajang Carabao Cup tengah pekan ini, sebelum melakoni laga berat berikutnya dengan bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool di Premier League.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait