6 Hal yang Membuat Mimpi Quadruple Arsenal Terasa Nyata

Berikut enam faktor kunci yang membuat Arsenal berpeluang meraih quadruple musim ini.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Februari 2026, 14:30 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bersama anak asuhnya setelah duel kontra Everton pada pekan ke-17 Premier League di Hill Dickinson Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, The Gunners menang 1-0 atas Everton. (AP Photo/Ian Hodgson)

Bola.com, Jakarta - Memasuki awal Februari, peluang Arsenal menutup musim 2025/2026 dengan catatan bersejarah masih terbuka lebar.

Di tengah konsistensi performa dan stabilitas skuad, The Gunners berada dalam posisi ideal untuk memburu empat gelar sekaligus alias quadruple, sebuah pencapaian yang belum pernah mereka raih sebelumnya.

Advertisement

Arsenal kini memimpin klasemen Liga Inggris, mencatat rekor sempurna di kompetisi Eropa, sudah menapakkan satu kaki di final Carabao Cup, dan masih bertahan di Piala FA.

Dengan fondasi permainan yang solid dan situasi kompetisi yang menguntungkan, ada sejumlah alasan kuat untuk percaya mimpi quadruple itu bukan sekadar angan-angan.

Berikut enam faktor utama yang membuat Arsenal layak percaya diri menatap akhir musim.


Kembalinya Kai Havertz

Kai Havertz diadang oleh Adilet Sadybekov dan Alyaksandr Martynovich dalam laga Liga Champions antara Arsenal vs Kairat Almaty di Emirates Stadium, 29 Januari 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Kendati tampil impresif di berbagai laga, lini depan Arsenal sempat terlihat kurang padu tanpa kehadiran Kai Havertz. Secara umum, Viktor Gyokeres belum sepenuhnya menemukan ritme terbaiknya sehingga absennya Havertz cukup terasa.

Namun, kembalinya pemain asal Jerman itu diyakini akan menjadi suntikan besar bagi pasukan Mikel Arteta di paruh kedua musim.

"Tim tahu betapa pentingnya Kai bagi kami dan bagaimana dia bisa membantu tim menjadi jauh lebih baik serta membawa tim ke level berikutnya," ujar Arteta kepada wartawan.

"Mari kita sambut dia kembali dan pastikan kami memanfaatkannya dengan cara yang tepat karena dia akan sangat penting bagi kami di bagian kedua musim ini," imbuh sang manajer.


Minimnya Pesaing Kelas Dunia

Viktor Gyokeres dan rekan-rekannya di Arsenal merayakan gol ke gawang Kairat Almaty dalam lanjutan Liga Champions 2025/2026 di Emirates Stadium, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (Ben STANSALL / AFP)

Sebelum musim dimulai, Liverpool dan Manchester City diprediksi menjadi penantang utama Arsenal dalam perebutan gelar. Namun, keduanya tampil jauh dari ekspektasi.

Liverpool diproyeksikan menutup musim dengan 59 poin, jumlah terendah mereka sejak musim 2010/2011, sementara Man City diperkirakan finis dengan 76 poin, angka yang biasanya tidak cukup untuk menjadi juara.

Di Eropa, Paris Saint-Germain tak lagi tampak segarang musim lalu saat menyapu Liga Champions.

Real Madrid, penguasa tradisional kompetisi ini, juga terlihat kesulitan menjaga konsistensi sepanjang musim. Bayern Munchen dinilai sebagai pesaing terkuat Arsenal di Eropa, meski The Gunners sudah menaklukkan mereka pada November lalu.

Dengan banyak klub besar berada dalam fase transisi, Arsenal berada di posisi terdepan untuk memanfaatkan situasi berkat performa stabil yang mereka tunjukkan sejak awal musim.


Jadwal Relatif Menguntungkan

Pemain Arsenal merayakan gol Gabriel Martinelli pada laga melawan Portsmouth di Piala FA - AP Photo/Kin Cheung

Perburuan quadruple jelas menuntut fisik dan mental, tetapi Arsenal bisa sedikit bernapas lega melihat jadwal ke depan.

Di putaran keempat Piala FA, mereka akan menghadapi Wigan Athletic, tim yang sedang berjuang menghindari degradasi di League One.

Selain itu, status juara grup Liga Champions memastikan Arsenal selalu memainkan leg kedua fase gugur di kandang, keuntungan besar mengingat rekor kandang mereka yang impresif musim ini.

Di Liga Inggris, enam dari sepuluh laga terakhir Arsenal akan menghadapi tim-tim yang kini berada di papan bawah klasemen, sebuah peluang emas untuk terus mengumpulkan poin maksimal.


Kedalaman Skuad

Pemain Arsenal, Gabriel Jesus (kanan), merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Menjelang fase krusial musim, Arteta akan sangat bergantung pada kedalaman skuad, dan Arsenal memilikinya. Skuad mereka termasuk yang terdalam di Eropa saat ini.

Pendukung Arsenal hampir tak perlu panik ketika Bukayo Saka tertatih dan harus menepi saat pemanasan melawan Leeds United karena masih ada Noni Madueke sebagai opsi pengganti.

Selain itu, nama-nama seperti Eberechi Eze, Ben White, Gabriel Jesus, hingga Gabriel Martinelli memberi Arteta banyak alternatif, meski sebagian dari mereka kesulitan mendapat menit bermain reguler musim ini.


Tidak Bergantung pada Satu Pemain

Viktor Gyokeres dari Arsenal (kiri) beraksi dalam North London Derby pertama yang digelar di luar Inggris antara Arsenal dan Tottenham dalam ajang Hong Kong Football Festival di Stadion Kai Tak, Hong Kong, Kamis, 31 Juli 2025. (AP Photo/Chan Long Hei)

Berbeda dengan Manchester City yang sangat mengandalkan Erling Haaland atau Manchester United dengan Bruno Fernandes, kekuatan Arsenal terletak pada kolektivitas tim, bukan satu sosok individu.

Ketiadaan figur superstar kerap dianggap sebagai kelemahan, khususnya di lini depan. Namun, justru di situlah keunggulan Arsenal. Cedera pada satu pemain kunci tak otomatis meruntuhkan performa tim.

Di Liga Inggris musim ini saja, Arsenal sudah memiliki 13 pencetak gol berbeda.

Gyokeres, Leandro Trossard, Saka, Declan Rice, Mikel Merino, hingga Gabriel Magalhaes berkontribusi dengan jumlah gol yang relatif seimbang.


Rekor pertahanan yang impresif

Mikel Arteta memberikan instruksi pada skuad Arsenal di laga lawan Manchester City di pekan kelima Liga Inggris 2025/26 di Emirates Stadium, Minggu (21/09/2025). (AP Photo/Kin Cheung)

Pepatah lama mengatakan, "serangan memenangkan pertandingan, tetapi pertahanan memenangkan gelar". Arsenal membuktikan itu musim ini.

Dengan selisih yang cukup jauh, The Gunners mencatat rekor pertahanan terbaik di Liga Inggris maupun Liga Champions.

Mereka hanya kebobolan dengan nilai expected goals (xG) sebesar 19,2 di Liga Inggris, angka yang 8,4 lebih rendah dibanding Newcastle United yang berada di posisi kedua dalam statistik tersebut.

Dengan pertahanan sekuat ini, ditopang kedalaman skuad dan konsistensi performa, Arsenal punya semua modal untuk menorehkan sejarah besar di akhir musim.

 

Sumber: Planet Football

Berita Terkait