Bola.com, Jakarta - Di lingkup sepak bola nasional, tidak ada yang tak mengenal Eddy Syahputra. Pria asal Aceh murah senyum ini tak hanya merupakan agen lokal berlisensi FIFA, tetapi ia juga pengamat sepak bola nasional.
Di bawah agen yang dikelolanya, Ligina Sportindo Soccer Agency (LSSA), Eddy Syahputra pernah mendaratkan pemain-pemain asing yang kemudian menjelma menjadi superstar di sejumlah klub papan Indonesia, seperti Emanuel de Porras, Edward Wilson Junior, Zah Rahan, Robertino, dan Greg Nwokolo.
Untuk pemain lokal, dua nama beken yang juga pernah berada di bawah bendera LSSA adalah eks kapten Timnas Indonesia yang kini menjadi Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman, serta pelatih bertangan dingin sarat pengalaman, Rahmad Darmawan.
Kini, kecintaan Eddy Syahputra terhadap sepak bola dilakukannya lewat cara membagikan ribuan bola kepada ribuan anak usia dini yang berada di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Juga beberapa kota di Jawa Barat, Jawa Timur, Banda Aceh, dan Papua.
Menariknya, ribuan bola tersebut tak disalurkan ke sekolah-sekolah sepak bola (SSB) melainkan kepada bakat-bakat yang tak mampu, tetapi punya mimpi jadi pemain sepak bola terkenal.
Bakal Berlanjut
Menurut Eddy Syahputra, sejauh ini sudah tiga ribu bola yang ia bagikan dan program ini akan terus berlanjut.
"Kami bagikan secara gratis. Satu anak satu bola. Kami berharap, program ini bisa membantu sekaligus memicu semangat talenta-talenta berbakat yang ada di seluruh Indonesia untuk terus mengasah kemampuan dan skill mereka," kata Eddy Syahputra.
Mengingat ini bukan "misi" enteng, Eddy Syahputra tetap optimistis program yang ia jalankan bergulir sesuai rencana.
"Awalnya, banyak teman-teman tertawa. Justru itu yang membuat saya terpicu, ingin membuktikan bahwa saya bisa," ungkap Eddy Syahputra.
Gandeng Jurnalis Senior
Lebih jauh, Eddy Syahputra menuturkan, program "Satu Anak Satu Bola" diharapkan bisa membagikan bola kepada lima juta anak di seluruh Indonesia.
"Ya, targetnya kami akan membagi lima juta bola," kata Eddy Syahputra yang juga aktif di komunitas sepak bola, Mapan FC.
Tak lupa, Eddy Syahputra mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah mendukungnya, dua di antaranya adalah jurnalis senior yang juga analis sepak bola nasional kenamaan, Mahfudin Nigara dan Reva Deddy Utama.
"Ide Satu Anak Satu Bola muncul tiba-tiba. Terus saya sampaikan kepada mereka dan langsung direspons dan di-follow up," ungkap Eddy Syahputra.