Para Penghuni Zona Merah BRI Super League Mulai Bangkit, Persaingan Lolos Degradasi Bakal Semakin Sengit?

Penghuni tiga terbawah serta para peserta yang posisinya masih belum aman dari ancaman degradasi BRI Super League 2025/2026.

Bola.com, Jakarta - Sejumlah klub penghuni zona merah klasemen sementara mulai memperlihatkan kebangkitannya pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Persaingan untuk lolos dari zona degradasi bakal semakin sengit.

Hasil positif sukses diukir sederet klub yang saat ini menempati peringkat ketiga terbawah klasemen pada pekan ke-20. Dua di antaranya sukses mengamankan poin penuh untuk mengambil ancang-ancang melepaskan diri dari jerat degradasi.

Namun, masih ada pula satu tim yang urung mengukir hasil yang impresif meski telah memperlihatkan tren perbaikan pada putaran kedua ini. Ini menjadi sinyal bagi tim-tim papan bawah soal memanasnya persaingan.

Lantas, bagaimana kiprah yang diukir tim-tim penghuni tiga terbawah serta para peserta yang posisinya masih belum aman dari ancaman degradasi BRI Super League 2025/2026? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Semen Padang Paling Terang

Upaya Semen Padang untuk bangkit pada putaran kedua ini semakin memperlihatkan hasil yang mengesankan. Sebab, skuad Kabau Sirah menjadi penghuni papan bawah yang tampil paling trengginas pada putaran kedua.

Mereka berhasil mengukir dua imbang dan satu kemenangan. Hasil tersebut diraih saat mereka menahan Bali United (3-3) dan PSM Makassar (0-0), lalu membungkam tim papan atas Persita Tangerang dengan skor 1-0.

Kesuksesan Semen Padang meraih lima poin ini membawa posisi mereka semakin dekat dengan zona aman. Untuk sementara, skuad Kabau Sirah berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin dari 20 pertandingan.

Dengan perolehan itu, Dejan Antonic dan pasukannya hanya terpaut dua poin saja dari PSBS Biak yang berada di peringkat ke-15. Pada laga berikutnya, mereka akan berjumpa Arema FC yang saat ini berada di papan tengah.

 

Persijap Mulai Membara

Tak ingin kalah dengan para pesaingnya, Persijap Jepara juga mulai memperlihatkan tren yang istimewa pada putaran kedua ini. Tim beralias Laskar Kalinyamat itu mengukir perolehan poin yang paling banyak dibandingkan para pesaingnya.

Sebab, pada tiga pertandingan pada putaran kedua ini, skuad asuhan Divaldo Alves itu berhasil mengukir dua kemenangan di kandang, yakni saat melawan PSM Makassar (2-0) dan Madura United (1-0). Satu laga lainnya melawan Arema FC berujung kekalahan 0-1.

Capaian ini tentu membuat pendukung Persijap bisa kembali memiliki harapan untuk bertahan di kasta tertinggi. Apalagi, sebelumnya Carlos Franca dan kolega sempat melewati 12 pertandingan tanpa kemenangan.

Sejauh ini, Persijap juga masih berada di peringkat ke-17 dengan koleksi yang sama dengan Semen Padang, yakni 15 poin. Pada partai berikutnya, mereka diadang tim penghuni papan atas, Malut United.

Persis Mulai Berbenah

Dibandingkan dua tim penghuni zona merah lainnya, hasil yang diukir Persis Solo pada putaran kedua ini memang masih kalah mentereng. Sebab, Laskar Sambernyawa jadi satu-satunya tim yang belum menang pada paruh kedua.

Hasil ini memang tak begitu mengejutkan mengingat Persis harus melawan tim-tim papan atas seperti Borneo FC dan Persib Bandung. Kedua laga yang berlangsung di Stadion Manahan ini berakhir dengan skor identik, 0-1.

Setelah itu, anak asuh Milomir Seslija bisa mencuri poin di laga bertajuk Derby Mataram melawan PSIM Yogyakarta. Laskar Sambernyawa ketika itu berhasil menahan Laskar Mataram tanpa gol alias 0-0.

Sebetulnya, catatan nirbobol ini menjadi bukti bahwa sektor pertahanan Persis sudah mulai berbenah. Sebab, mereka sudah sangat lama tak bisa menjaga gawangnya bersih dari kebobolan. Terakhir kali momen itu terjadi pada pekan ke-13 kontra Bali United.

 

    

Ancaman Mulai Mengintai

Jika melihat tren perbaikan tiga tim di posisi terbawah itu, beberapa klub harus mulai berhati-hati. Sebab, posisi mereka bisa terancam mengingat performa sejumlah tim ini sedang mengalami penurunan drastis.

Madura United, misalnya, yang kini menempati peringkat ke-14, sama sekali belum pernah menang pada putaran kedua. Mereka bahkan dihantui tren tanpa kemenangan ini selama delapan pertandingan terakhir.

Hasil yang sama juga dialami PSBS Biak yang kini menempati urutan ke-15. Mereka belum merasakan kemenangan pada putaran kedua. Skuad Badai Pasifik harus menyadari potensi ancaman yang mengintai mereka.

Satu tim yang juga menghadapi bayang-bayang ancaman ini ialah PSM Makassar. Namun, Juku Eja akhirnya bisa menang pada pekan ke-20, setelah sempat melewati lima pertandingan tanpa meraih kemenangan.

Video Populer

Foto Populer