Bola.com, Jakarta - FIFA menghadapi potensi masalah serius menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Foxborough, sebuah kota kecil di Massachusetts yang dijadwalkan menjadi satu di antara tuan rumah, mengisyaratkan bisa menarik diri jika persoalan biaya keamanan tidak segera diselesaikan.
Isu ini mencuat bukan karena kesiapan stadion atau jadwal pertandingan, melainkan soal siapa yang harus membayar biaya pengamanan ketika ajang sepak bola terbesar dunia itu digelar di kota tersebut.
Pejabat Foxborough menegaskan mereka tetap berkomitmen menggelar pertandingan Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, tetapi menolak menanggung beban biaya tanpa kejelasan pendanaan.
Sikap tersebut disampaikan secara tegas oleh manajer kota Foxborough, Paige Duncan.
"Tanpa penyelesaian yang memuaskan atas persoalan ini, kota tidak dapat mengambil keputusan yang menguntungkan atas permohonan Anda dan menyelesaikan proses perizinan," tulis Duncan dalam surat kepada panitia penyelenggara, Januari lalu.
Ia menambahkan bahwa pertandingan Piala Dunia di Foxborough akan berada dalam risiko jika tidak ada kejelasan pendanaan untuk keselamatan publik, syarat utama untuk memperoleh lisensi penyelenggaraan tujuh laga Piala Dunia 2026 di kota tersebut.
Biaya Pengamanan
Nilai yang diminta Foxborough berada di kisaran 8 juta dolar AS, yang akan digunakan untuk membiayai kepolisian dan pengamanan di dalam serta sekitar Gillette Stadium.
Stadion tersebut dimiliki oleh The Kraft Group, dan Foxborough menyebut lisensi yang diminta FIFA sejatinya sama dengan izin yang rutin mereka keluarkan untuk pertandingan New England Patriots di NFL.
Pemerintah federal Amerika Serikat telah mengalokasikan 625 juta dolar AS untuk kebutuhan keamanan di 11 kota tuan rumah Piala Dunia 2026. Namun, hingga kini belum jelas berapa besar dana yang akan mengalir langsung ke Foxborough.
"Meski dana hibah atau penggantian biaya melalui pihak ketiga pada akhirnya mungkin tersedia, kota tidak bisa bergantung pada pendanaan yang masih bersifat spekulatif atau datang belakangan," tulis Duncan.
"Sistemnya memang tidak bekerja seperti itu," lanjutnya.
Pembicaraan Masih Berlangsung
Pernyataan Duncan bahkan lebih lugas ketika berbicara kepada ESPN.
"Jika tidak ada pihak yang memberikan dana maka tidak akan ada Piala Dunia di Foxborough," ujarnya.
Sementara itu, Julie Duffy dari FIFA World Cup Boston 2026 mengatakan pembicaraan masih terus berlangsung.
Perwakilan penyelenggara dijadwalkan menghadiri pertemuan terbuka di Foxborough pada 17 Februari, sementara tenggat waktu pengambilan keputusan ditetapkan pada 17 Maret.
Pertanyaannya kini, apakah Foxborough benar-benar siap mundur dari Piala Dunia 2026, atau ini sekadar strategi negosiasi tingkat tinggi untuk menekan FIFA?
Piala Dunia dikenal jarang menyesuaikan diri dengan dinamika politik lokal, tetapi pada saat yang sama, turnamen ini juga bergantung pada dukungan pemerintah setempat.
Untuk sementara, Foxborough tampak memegang semua kartu kuat. Apakah FIFA akan datang membawa solusi meyakinkan, atau justru harus menelan kenyataan pahit, akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.
Sumber: Inside World Football