Wayne Rooney: VAR Itu Buruk Sekali, Hapus Saja!

Wayne Rooney mendesak otoritas sepak bola untuk menghapuskan VAR setelah lebih banyak kegilaan di Premier League pada akhir pekan lalu.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Februari 2026, 14:15 WIB
Mantan pemain Timnas Inggris, Wayne Rooney, bekerja untuk Channel 4 TV menjelang pertandingan persahabatan internasional antara Inggris dan Islandia di Stadion Wembley di London pada 7 Juni 2024. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Wayne Rooney kembali melontarkan kritik keras terhadap VAR. Mantan kapten Timnas Inggris dan ikon Manchester United itu mendesak otoritas sepak bola untuk menghapus teknologi video assistant referee (VAR) setelah kekacauan lain terjadi di Premier League akhir pekan lalu.

Rooney menilai VAR justru merusak esensi permainan dan gagal menghadirkan konsistensi dalam pengambilan keputusan.

Advertisement

Pria yang menghabiskan 16 tahun kariernya di Premier League dan mencetak lebih dari 200 gol di kasta tertinggi Inggris itu menyebut VAR sebagai sesuatu yang buruk, menyusul kontroversi dalam kemenangan 2-1 Manchester City atas Liverpool.

Laga yang semula berjalan sengit berubah menjadi penuh perdebatan ketika gol spektakuler Rayan Cherki dari dalam setengah lapangan sendiri dianulir pada masa injury time.

Bola hasil tembakan Cherki sejatinya tetap akan masuk ke gawang, terlepas dari apakah Erling Haaland sempat menyentuhnya atau tidak.

Namun, VAR memutuskan membatalkan gol tersebut dan justru merekomendasikan kartu merah untuk Dominik Szoboszlai.

Gelandang Liverpool itu dinilai melakukan pelanggaran terhadap Haaland dalam proses terjadinya gol, sebelum bola melewati garis gawang yang sudah kosong. Szoboszlai pun diusir wasit karena dianggap menggagalkan peluang emas mencetak gol (denial of a clear goalscoring opportunity/DOGSO).

Secara aturan, keputusan tersebut memang dinilai tepat, meski banyak pihak menilai logikanya jauh dari akal sehat. Haaland dan manajer Man City, Pep Guardiola, sama-sama mempertanyakan keputusan tersebut setelah pertandingan.

 


Singkirkan VAR

Wasit memberikan penalti lagi kepada FC Twente setelah pemeriksaan VAR (video assistant referee) selama pertandingan Liga Europa UEFA antara Malmoe FF dan FC Twente di Malmoe, pada 23 Januari 2025. (Johan NILSSON/KANTOR BERITA TT/AFP)

Bagi Rooney, momen itu menjadi titik di mana sepak bola seharusnya benar-benar menyingkirkan VAR.

"Ya, pada akhirnya itu memang keputusan yang benar, tapi jelas sangat membuat frustrasi. Begitu Anda melihat aturannya, Anda mengerti kenapa keputusan itu diberikan, tetapi hal itu menghilangkan semua gairah," kata Rooney di "The Wayne Rooney Show".

"Saya pikir saya lebih memilih tidak ada VAR karena menurut saya, VAR itu buruk sekali," lanjut Rooney.

"VAR memang membuat keputusan yang benar, tentu saja. Tapi, ketika VAR membuat kesalahan besar, dalam kasus ini memang tidak, tapi ketika itu terjadi, saya merasa VAR seharusnya ada untuk memastikan keputusan besar benar. Pada akhirnya, menurut saya VAR perlu melakukan itu jauh lebih baik dari yang sekarang," tuturnya.

Rooney juga menyinggung dampak besar keputusan seperti itu dalam perebutan gelar juara.

"Saya pernah kehilangan gelar Premier League karena selisih gol, jadi gol yang dianulir seperti itu bisa membuat perbedaan besar. Itu momen yang menyenangkan, dan jelas saja momen itu diambil dari kami," katanya.

 


Komentar Haaland

Pemain Manchester City, Erling Haaland, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Liverpool pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Senin (9/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Dari kubu pemain, Haaland juga mengungkapkan kebingungannya usai laga di Anfield. Penyerang Norwegia itu mengakui wasit hanya menjalankan aturan, tetapi tetap merasa keputusan tersebut merugikan banyak pihak.

"Bagi saya, tentu saja wasit harus mengikuti aturan, tapi ini akan membuat dia (Szoboszlai) mendapat skorsing," ujar Haaland.

"Pada akhirnya, saya merasa kasihan kepadanya karena dia yang kena skors. Beri saja golnya, jangan beri kartu merah, sesederhana itu. Tapi, saya pikir ini memang aturannya, begitulah adanya. Jadi, saya tidak tahu," ucapnya.

"Sebenarnya Cherki hanya mengoper bola kepada saya supaya saya bisa mencetak gol, tapi dia tidak mau saya mencetaknya, ya begitulah!" imbuh Haaland dengan nada bercanda.

 


Komentar Guardiola

Tren kurang meyakinkan Manchester City berlanjut. Skuad Pep Guardiola kini mencatat tiga hasil imbang beruntun di Liga Inggris dan harus puas berada di peringkat kedua klasemen dengan 43 poin. (AP Photo/Dave Thompson)

Pep Guardiola pun menyuarakan pandangan serupa. Ia menilai keputusan tersebut mengabaikan akal sehat.

"Akal sehat, bukan?" kata Guardiola.

"Kami memenangkan pertandingan, tapi sekarang Szoboszlai tidak bisa bermain. Saya tahu dia menariknya, tapi berapa banyak tarikan yang terjadi dalam sebuah pertandingan dan wasit berkata, 'lanjutkan', 'lanjutkan', 'lanjutkan'?"

"Di negara ini, di liga ini, selalu seperti itu. Jadi, berikan saja golnya, jadi 3-1, Szoboszlai bisa bermain di laga berikutnya, dan semua orang senang," ucap Guardiola.

Kontroversi tersebut kembali membuka perdebatan besar soal peran VAR di sepak bola modern, antara ketepatan aturan dan hilangnya rasa keadilan serta emosi yang selama ini menjadi jiwa permainan.

 

Sumber: Express

Berita Terkait