Deretan Masalah yang Dialami Toprak Razgatlioglu, Permintaan ke Tim Kurang Tepat untuk Level MotoGP

Petualangan Toprak Razgatlioglu di MotoGP belum berjalan mulus. Juara Dunia World Superbike (WSBK) tiga kali itu menghadapi banyak kendala saat menjalani tes pramusim MotoGP Sepang bersama Pramac Yamaha, menjelang debutnya di kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor tahun 2026.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 10 Februari 2026, 18:15 WIB
Toprak Razgatliouglu saat Launching MotoGP 2026. (Mohd Rasfan / AFP)

Bola.com, Jakarta - Petualangan Toprak Razgatlioglu di MotoGP belum berjalan mulus. Juara Dunia World Superbike (WSBK) tiga kali itu menghadapi banyak kendala saat menjalani tes pramusim MotoGP Sepang bersama Pramac Yamaha, menjelang debutnya di kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor tahun 2026.

Toprak Razgatlioglu memang sedang memasuki fase transisi besar. Ia harus beradaptasi dengan motor yang benar-benar baru, ban Michelin, serta sirkuit-sirkuit yang belum pernah ia jajal sebelumnya.

Advertisement

Musim perdananya di MotoGP diprediksi bakal menjadi tahun pembelajaran, namun tanda-tanda kesulitan sudah terlihat sejak awal.

Saat tes di Sepang, Yamaha bahkan terpaksa melepas peranti aero belakang motor Toprak Razgatlioglu karena tidak sesuai dengan regulasi ketinggian MotoGP.

Situasi itu sempat memancing reaksi rekan setimnya di Pramac, Jack Miller, yang tertawa melihat cara duduk pembalap asal Turki tersebut di atas motor.

Toprak juga dinilai masih membawa kebiasaan lamanya dari WSBK. Ia menggunakan setang yang lebih besar dibanding pembalap Yamaha lainnya, mirip dengan yang ia pakai saat mengendarai motor BMW di WSBK.

 


Permintaan Toprak Kurang Tepat untuk Level MotoGP

Masalah posisi duduk Toprak Razgatlioglu mendapat sorotan tajam dari Peter Bom. Mantan teknisi MotoGP itu menilai permintaan Toprak kepada Yamaha soal ergonomi motor justru kurang tepat untuk level MotoGP.

"Dia ingin duduk sangat rendah, itu satu hal. Tapi di saat yang sama, dia ingin bagian depan motor terlalu tinggi," ujar Bom dalam podcast Oxley Bom MotoGP.

Peter Bom mengungkapkan bahwa tinggi bagian depan motor Razgatlioglu bahkan lebih dari 20 mm dibanding Fabio Quartararo, serta sekitar 15 mm lebih tinggi dari Jack Miller.

"Motor MotoGP tidak dirancang untuk posisi seperti itu. Ditambah lagi setangnya juga sangat tinggi. Yamaha sampai membuat setang khusus untuknya. Saya menyebutnya gaya Asia, karena banyak pembalap di Asia suka setang yang sangat tinggi. Menurut saya, itu tidak cerdas,” lanjutnya.

Peter Bom menilai pendekatan seperti itu justru bisa menghambat adaptasi Razgatlioglu di kelas utama, yang menuntut efisiensi aerodinamika dan posisi tubuh ekstrem.

 

 

 


Motivasi Mulai Menurun

Momen Toprak Razgatlioglu (kiri) berkunjung ke SMK Negeri 39 Jakarta di Cempaka Putih hari Selasa (20/01/2026). (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Masalah Razgatlioglu tak berhenti pada ergonomi. Yamaha juga dilanda persoalan mesin V4 yang memaksa mereka menghentikan program tes pada hari kedua di Sepang. Akibatnya, Toprak kehilangan banyak waktu penting untuk mengumpulkan data dan jam terbang.

Pada hari ketiga tes, Razgatlioglu hanya finis di posisi ke-18, terpaut hampir dua detik dari Alex Marquez yang mencatat waktu tercepat. Hasil itu jauh dari ekspektasinya.

Usai tes, pembalap berusia 29 tahun tersebut mengakui mulai kehilangan motivasi karena terus berada di papan bawah. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut seiring proses adaptasi dirinya dan pengembangan motor Yamaha V4.

Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, bahkan menilai Razgatlioglu bergabung dengan Yamaha di “momen terburuk”. Lorenzo juga menyebut rookie lain seperti Diogo Moreira berpotensi tampil lebih baik, berkat pengalaman lebih matang di Moto2.

Bagi Toprak Razgatlioglu, tantangan di MotoGP jelas jauh lebih berat dibanding WSBK. Adaptasi cepat akan menjadi kunci, jika ia tak ingin terus tertinggal di musim debutnya.

Berita Terkait