Harga Tiket Piala Dunia 2026 Meroket di Situs Resale FIFA

Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak tajam di platform resale resmi FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Februari 2026, 14:45 WIB
Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak tajam di platform resale resmi FIFA. Sejumlah kursi untuk berbagai pertandingan kini ditawarkan dengan harga berkali-kali lipat dari harga awalnya, meski sebagian besar tiket baru saja didistribusikan setelah fase penjualan utama berakhir pada Januari lalu.

Beberapa pekan sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah memperingatkan bahwa tiket yang beredar di situs penjualan ulang kemungkinan akan dibanderol dengan harga selangit.

Advertisement

Kekhawatiran itu kini terbukti, ironisnya, di platform resmi milik badan sepak bola dunia tersebut.

Per Rabu, satu kursi kategori tiga, yang berada di bagian atas tribune, untuk laga pembuka Meksiko versus Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, pada 11 Juni, tercantum dengan harga 5.324 dolar AS. Padahal, harga aslinya adalah 895 dolar AS.

Lonjakan lebih ekstrem terlihat pada partai final yang akan digelar 19 Juli di East Rutherford, New Jersey.

Satu kursi kategori tiga ditawarkan dengan harga mencengangkan 143.750 dolar AS, lebih dari 41 kali lipat dari harga awal 3.450 dolar AS. Bahkan tiket termurah yang tersedia untuk laga final di platform tersebut tetap berada di angka 9.775 dolar AS.

Meski demikian, ada beberapa kasus langka di mana harga justru turun.

Satu tiket pertandingan fase grup antara Austria kontra Yordania di Levi's Stadium, California, yang juga menjadi tuan rumah Super Bowl pada Minggu lalu, ditawarkan seharga 552 dolar AS, lebih rendah dari harga beli awal, sebesar 620 dolar AS.


Konfirmasi Kekhawatiran

Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)

Bagi banyak penggemar sepak bola di berbagai belahan dunia, daftar harga di situs resmi FIFA itu dianggap sebagai konfirmasi atas kekhawatiran yang sudah mereka suarakan sejak undian turnamen pada Desember lalu.

"Harga yang sangat tinggi ini, sayangnya tidak mengejutkan saya. Ini mencerminkan apa yang sudah kami ketahui dan apa yang kami perjuangkan: banyak orang membeli untuk dijual kembali," ujar Guillaume Aupretre, juru bicara kelompok suporter Timnas Prancis "Irresistibles Francais" yang memiliki hampir 2.500 anggota.

"Pada akhirnya, siapa yang membayar harganya? Para penggemar yang benar-benar bersemangat dan akhirnya dihadapkan pada penawaran yang tidak masuk akal. Kami lebih suka keuntungan ini dinikmati oleh penggemar sejati yang datang untuk mendukung tim mereka, tetapi sayangnya, bukan itu yang terjadi," lanjutnya.

Terlepas dari harga yang melambung, penjualan tetap berlangsung cepat. FIFA mengklaim sekitar 500 juta permintaan tiket telah masuk, mencerminkan tingginya animo global terhadap turnamen empat tahunan tersebut.


Pasar Sekunder

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbincang sambil memegang replika tiket Piala Dunia berukuran besar bersama Presiden AS, Donald Trump, di Ruang Oval, sementara Wakil Presiden, JD Vance (ketiga dari kiri), mengamati pada 22 Agustus 2025 di Washington, DC. (Chip Somodevilla/Getty Images via AFP)

Kendati platform resale ini mendapat persetujuan resmi FIFA, badan tersebut menegaskan dalam syarat dan ketentuannya bahwa mereka hanya bertindak sebagai fasilitator, dengan komisi 15 persen, dalam transaksi antar-penggemar.

Penentuan harga sepenuhnya berada di tangan penjual kembali.

"Secara umum, model penetapan harga yang diterapkan untuk Piala Dunia 2026 mencerminkan praktik pasar yang berlaku untuk acara hiburan dan olahraga besar di negara tuan rumah kami sehari-hari, termasuk sepak bola," demikian pernyataan FIFA.

"Hal ini juga mencerminkan perlakuan terhadap pasar sekunder tiket, yang memiliki kerangka hukum berbeda dibandingkan banyak wilayah lain di dunia. Kami fokus untuk memastikan akses yang adil terhadap permainan kami, baik bagi penggemar lama maupun calon penggemar," tambah FIFA.


Kritik Suporter

Tahap kedua dan ketiga penjualan tiket Piala Dunia 2026 juga akan mengikuti sistem undian yang dijadwalkan pada 27-31 Oktober dan setelah pengundian akhir pada 5 Desember 2025. (ULISES RUIZ/AFP)

Pasar resale tidak diatur di Amerika Serikat dan Kanada. Di Meksiko, menjual kembali tiket di atas harga nominal dilarang, tetapi hanya jika tiket tersebut dibeli di Meksiko menggunakan mata uang lokal.

Isu tiket menjadi satu di antara polemik terbesar menjelang Piala Dunia 2026. Sejumlah kelompok suporter internasional, termasuk Football Supporters Europe, bahkan menuding FIFA melakukan pengkhianatan besar terkait kebijakan harga.

Kritik tersebut mendorong FIFA menyediakan sebagian kecil tiket dengan harga 60 dolar AS khusus bagi kelompok suporter resmi. Namun, para pengkritik menilai kategori harga murah itu masih jauh dari cukup untuk mengatasi persoalan.

Sejak 5 Februari, FIFA mulai memberi tahu para pemohon apakah mereka berhasil memperoleh tiket pada fase penjualan kedua yang berakhir Januari lalu.

Tahap penjualan terakhir, disebut sebagai fase "last-minute", akan digelar mulai April hingga akhir kompetisi dengan sistem siapa cepat dia dapat.

Dalam setiap fase penjualan, FIFA menerapkan apa yang disebut sebagai "variable pricing", di mana harga dapat berubah sesuai permintaan dan ketersediaan" untuk setiap pertandingan.

Namun, FIFA menegaskan tidak menggunakan model harga dinamis karena harga tidak disesuaikan secara otomatis.

 

Sumber: AFP via Yahoo Sports

Berita Terkait