Jose Mourinho Tegas: Benfica Tak Butuh Keajaiban untuk Singkirkan Real Madrid

Real Madrid kembali bertandang ke Lisbon untuk menghadapi Benfica di Estadio da Luz pada babak play-off Liga Champions. Duel ini berlangsung kurang dari sebulan setelah pertemuan terakhir kedua tim di fase grup.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 17 Februari 2026, 16:15 WIB
Benfica akan menjamu Real Madrid pada leg pertama playoff babak 16 besar Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Skuad asuhan Mourinho diprediksi bisa membuat kejutan lagi lantaran punya modal psikologis penting setelah menang 4-2 atas Madrid pada pertemuan sebelumnya. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid kembali bertandang ke Lisbon untuk menghadapi Benfica di Estadio da Luz pada babak play-off Liga Champions. Duel ini berlangsung kurang dari sebulan setelah pertemuan terakhir kedua tim di fase grup.

Saat itu, pasukan Jose Mourinho sukses membuat kejutan. Gol dramatis kiper Anatoliy Trubin pada menit ke-98 memastikan kemenangan 4-2 sekaligus mengantar Benfica ke fase gugur.

Advertisement

Tambahan gol tersebut juga krusial dalam perebutan posisi klasemen. Benfica finis dengan selisih gol minus dua dan unggul tipis atas Marseille yang memiliki selisih gol minus tiga.

Kini kedua tim kembali bertemu di tempat yang sama. Namun Mourinho menegaskan timnya tidak perlu mengandalkan keajaiban untuk menyingkirkan raksasa Spanyol tersebut.

“Saya tidak berpikir Benfica membutuhkan keajaiban untuk menyingkirkan Real Madrid. Kami harus berada di level terbaik, hampir sempurna. Tentu saja Real Madrid adalah Real Madrid. Sejarah, pengalaman, ambisi, tidak ada gunanya dibandingkan,” ujar Mourinho.

Menurutnya, satu-satunya kesamaan kedua klub adalah status sebagai tim besar.

“Real Madrid besar dan Benfica juga besar. Selain itu, tidak ada yang bisa dibandingkan. Tapi sepak bola punya kekuatan itu, dan kami bisa menang,” tegasnya.

 


Siap Hadapi Kandidat Juara

Pertemuan kedua tim juga digadang-gadang menjanjikan laga yang penuh tensi. Tampak dalam foto, pelatih Benfica, Jose Mourinho memimpin sesi latihan menjelang leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026 melawan Real Madrid di Kampus Benfica, Seixal, pinggiran Lisbon, Portugal, pada Senin 16 Februari 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Menjelang laga ini, Benfica mencatat hasil imbang melawan Tondela sebelum meraih dua kemenangan beruntun atas Alverca dan Santa Clara di kompetisi domestik. Mourinho menyebut tantangan di Eropa justru menjadi motivasi tersendiri.

“Saya berharap menghadapi kandidat nomor satu untuk menjuarai Liga Champions,” katanya.

Ia juga menilai Madrid akan datang dengan wajah berbeda dibanding pertemuan sebelumnya di Lisbon.

“Saya tentu mengharapkan lawan yang lebih kuat. Setelah laga di Lisbon, pelatih mereka mampu memahami beberapa hal, mengubah struktur tim, dan mengubah kekalahan tak terduga menjadi tiga kemenangan beruntun di liga,” jelasnya.

 


Doakan Alvaro Arbeloa

Menariknya, Mourinho juga menyelipkan pujian untuk pelatih Madrid saat ini, Alvaro Arbeloa.

“Saya ingin menyingkirkan Real Madrid, tapi saya juga ingin melihat Alvaro memenangkan liga dan bertahan di klub selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Menurut Mourinho, Arbeloa adalah pelatih yang sangat mumpuni dan memiliki semangat Madrid yang kuat.

“Dia punya kepribadian untuk menangani Real Madrid, dan itu bukan untuk semua orang,” tutupnya.

Pertemuan di Estadio da Luz dipastikan kembali menyajikan tensi tinggi. Benfica percaya diri, sementara Real Madrid datang dengan ambisi besar membalas kekalahan sebelumnya.

Berita Terkait