Gelandang Liverpool Alexis Mac Allister Menjadi Incaran MU: Bakal Mematahkan Larangan Tak Tertulis?

Jika Alexis Mac Allister meninggalkan Liverpool ke Manchester United (MU), maka ini akan mematahkan rekor tak adanya perpindahan langsung di antara kedua klub bebuyutan Inggris itu yang sudah berjalan lebih dari 60 tahun.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 18 Februari 2026, 05:45 WIB
Di babak kedua, Liverpool berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-52, Alexis Mac Allister mencetak gol keunggulan untuk The Reds. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) dikabarkan menargetkan gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, dalam sebuah langkah ambisius yang berpotensi menjadi transfer langsung pertama antara kedua klub dalam lebih dari 60 tahun.

Jika terwujud, kepindahan ini bisa memecahkan “larangan tak tertulis” antara dua rival bebuyutan Inggris tersebut.

Advertisement

Namun, salah satu kompatriot Mac Allister dari Argentina bisa memberikan peringatan berharga tentang risiko menyeberangi jurang rivalitas antara Anfield dan Old Trafford.

Nama itu adalah Gabriel Heinze. Mantan bek kiri itu pernah mencoba meninggalkan MU menuju Liverpool pada 2007. Saat itu, Heinze tengah bersaing dengan Patrice Evra untuk posisi utama di bawah asuhan Alex Ferguson.

Heinze bahkan meminta pindah ke Liverpool, yang dilaporkan mengajukan tawaran sebesar 6,8 juta pound, tapi ditolak.

Transfer langsung terakhir antara dua musuh besar ini terjadi pada 1964 lewat Phil Chisnall—dan Ferguson dikenal sebagai pendukung kuat aturan tak tertulis bahwa kedua klub tak seharusnya berbisnis satu sama lain.

Kala itu, Heinze tampak tidak sepenuhnya memahami besarnya kontroversi yang ia picu. Ia mengatakan kepada Daily Mail pada 2007: “Perjuangan saya adalah untuk kebebasan bernegosiasi dengan klub mana pun."

“United tidak pernah ingin saya pergi ke salah satu klub besar, tetapi klausul anti-Liverpool ini luar biasa," lanjut pesepak bola asal Argentina itu.


Penyesalan di Kemudian Hari

Gabriel Heinze - Faktor cedera membuat Heinze kehilangan tempatnya di inti Setan Merah. Pria asal Argentina itu harus rela digeser Patrice Evra di posisi bek kiri. Heinze akhirnya pindah ke Real Madrid pada 2007.(AFP/Carl De Souza)

Seiring waktu, sikap Heinze melunak. Ia mengakui penyesalannya atas cara ia meninggalkan Old Trafford dan konflik dengan Ferguson.

“Saya tidak punya banyak penyesalan dalam karier saya sebagai pesepak bola, tetapi episode dengan Ferguson itu harus menjadi salah satunya,” ujar Heinze.

“Saya impulsif dan berkemauan keras, dan itu kadang membawa saya ke dalam masalah, seperti yang terjadi ketika saya meninggalkan United.”

“Saya menghabiskan tiga tahun di Manchester dan memiliki banyak momen hebat dan saya sangat menyesal meninggalkan klub. Ada banyak hal yang saya sesali dari bulan-bulan terakhir itu, tetapi saya pribadi yang kuat, Sir Alex juga pribadi yang kuat."

'Saya mengambil keputusan itu dan, melihat ke belakang, saya menyesalinya karena itu berarti meninggalkan klub besar dan para suporternya,” lanjutnya.

Heinze pun menegaskan ketika hendak meminta kepindahan dari MU ke Liverpool itu, ia benar-benar menyadari risiko dari keputusan karena rivalitas kedua klub tersebut.

“Saya sadar akan rivalitas, saya tahu risiko pindah dari Manchester ke Liverpool dan apa artinya. Saya berharap itu tidak merusak cara mereka memandang saya dan mereka akan mengingat tiga tahun yang saya jalani di tim,” ujarnya.

Pada akhirnya, Heinze justru bergabung dengan Real Madrid seharga 8 juta pound pada musim panas 2007, sebelum melanjutkan karier ke Marseille.

Kini, ia terjun ke dunia kepelatihan dan menjadi staf tim utama di bawah Mikel Arteta di Arsenal.


Akankah Mac Allister Mengambil Risiko?

Pemain Liverpool, Alexis Mac Allister dilahirkan pada tanggal 24 Desember 1998 di Santa Rosa, Argentina. Sehari menjelang Natal tahun ini ia genap berusia 25 tahun. (AFP/Paul Ellis)

Mac Allister, yang tampil impresif baik sebagai gelandang tengah maupun dalam peran lebih maju sebagai nomor 10, dinilai cocok secara taktis bagi MU.

Apalagi jika Bruno Fernandes hengkang dari Old Trafford tahun ini, The Red Devils akan membutuhkan rekrutan besar di lini tengah.

Namun, belajar dari pengalaman Heinze, menyeberangi rivalitas sengit antara Liverpool dan MU bukan perkara sederhana.

Meski performa Liverpool musim ini mengalami penurunan, kecil kemungkinan transfer langsung itu akan mudah terwujud mengingat faktor historis, emosional, dan politik yang menyertainya.

Jika Mac Allister ingin mengambil pelajaran, mungkin pesan terbesarnya adalah: berhati-hatilah saat mencoba melintasi batas yang selama puluhan tahun dianggap tabu.

Sumber: Mirror


Persaingan di Premier League

Berita Terkait