Bola.com, Jakarta - Juventus membutuhkan keajaiban setelah keok 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama playoff babak knockout Liga Champions 2025/2026 di Istanbul, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini disebut menjadi alarm bahaya bagi klub-klub Liga Italia lainnya.
Hasil yang membuat Bianconeri di ambang tersingkir. Mereka membutuhkan keajaiban saat bermain di Turin pekan depan untuk bisa melaju ke babak 16 besar Liga Champions.
Si Nyonya Tua sempat bangkit impresif setelah kebobolan lebih dulu dan unggul 2-1 sebelum jeda, tampak mengendalikan jalannya duel saat turun minum.
Namun keunggulan itu menguap drastis di babak kedua. Juventus kesulitan menjaga ketenangan dan disiplin, sementara kartu merah Juan Cabal terbukti sangat merugikan.
Bermain dengan sepuluh orang, mereka tak mampu membendung kebangkitan Galatasaray yang mencetak empat gol untuk mengamankan keunggulan besar jelang leg kedua.
Jalan Terjal Menanti
Kedua tim akan kembali bertemu di Turin. Juventus harus mencetak empat gol tanpa balas untuk membalikkan keadaan. Mencapai hasil seperti itu jelas menjadi tantangan berat melawan Galatasaray yang telah menunjukkan kualitas serangan mampu merepotkan lawan mana pun.
Klub-klub Italia selama ini menikmati kesuksesan cukup besar di kompetisi Eropa, yang ditandai dengan keberhasilan Inter Milan mencapai final Liga Champions musim lalu.
Sejumlah wakil Serie A juga masih bersaing di turnamen antarklub Eropa, sehingga keruntuhan Juventus di Turki menjadi peringatan keras.
Jadi Peringatan
Jurnalis sekaligus pundit sepak bola Italia, Giovanni Capuano, menyoroti kehancuran Juventus di babak kedua. Ia menilai hal itu harus menjadi pelajaran bagi tim-tim Italia lain di Eropa.
Dikutip dari TuttoJuve, ia merefleksikan performa tersebut beserta implikasinya.
“Juventus runtuh di Istanbul dan mengompromikan peluang mereka di Liga Champions. Membalikkan keadaan dalam waktu sepekan akan menjadi pencapaian luar biasa, dan besarnya keruntuhan mereka, termasuk kondisi fisik tim, menjadi peringatan bagi klub-klub Italia lain di Eropa," ujar Capuano.
Komentar tersebut menegaskan beratnya tugas yang kini dihadapi Juventus serta kekhawatiran lebih luas akibat penurunan performa yang drastis.
Leg kedua di Turin akan menentukan apakah mereka mampu memulihkan harga diri dan kredibilitas, atau justru mengakhiri perjalanan Eropa lebih cepat dari harapan.
Sumber: Tutto Juve