Arsene Wenger Buka Luka Lama, 2 Transfer Gagal di Arsenal yang hingga Kini Disesalinya

Arsene Wenger menyebutkan dua pemain yang inginkannya saat melatih Arsenal, tetapi gagal gabung. Menyesal hingga sekarang.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 Februari 2026, 21:30 WIB
Arsene Wenger, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, berbicara selama diskusi panel di The John F. Kennedy Center for Performing Arts pada 4 Desember 2025 di Washington, DC. (Dan Mullan/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Dalam lebih dari dua dekade kiprahnya di Inggris, Arsene Wenger menorehkan jejak yang sulit ditandingi. Ia tetap menjadi satu-satunya manajer yang mampu menjuarai Premier League tanpa sekali pun menelan kekalahan, saat membawa Arsenal meraih gelar musim 2003/04.

Skuad "The Invincibles" kala itu dipenuhi bintang besar seperti Thierry Henry, Patrick Vieira, Robert Pires, dan Dennis Bergkamp, tim yang dianggap sebagai satu di antara kekuatan paling dominan di Eropa pada masanya.

Advertisement

Memasuki periode akhir kepelatihannya, trofi memang tak lagi semudah sebelumnya. Masa itu bertepatan dengan kepindahan Arsenal dari Highbury ke Emirates Stadium, ketika klub mulai lebih menekankan pengembangan pemain akademi ketimbang belanja nama-nama mapan.

Meski begitu, Wenger tetap menangani deretan pemain kelas atas seperti Cesc Fabregas, Robin van Persie, dan Mesut Ozil yang mencapai performa terbaik di bawah arahannya.

Daya tarik bermain di bawah Wenger begitu kuat. Bahkan Pep Guardiola pernah mengaku ingin merasakan bermain untuknya saat masih memperkuat Barcelona.

Namun, dari 1.234 pertandingan bersama Arsenal, dengan 715 kemenangan dan 252 kekalahan, Wenger tetap menyimpan penyesalan. Ada dua nama besar yang diakuinya paling ingin ia latih, tetapi tak pernah berhasil ia datangkan ke London Utara.


Cristiano Ronaldo yang Hampir ke Arsenal

Pemain Manchester United, Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Reading dalam laga lanjutan Liga Inggris di Old Trafford Stadium, Manchester, Inggris, 30 Desember 2006. (AP Photo/Jon Super)

Wenger tak pernah menyembunyikan kekagumannya terhadap Cristiano Ronaldo, meski pemain asal Portugal itu kerap menjadi batu sandungan Arsenal saat membela Manchester United.

Pada periode pertamanya di Old Trafford, Ronaldo mencetak lima gol dalam 11 laga Liga Inggris melawan tim asuhan Wenger.

Ronaldo meraih Ballon d'Or pertamanya di MU dan membantu Sir Alex Ferguson mengungguli Wenger dalam perburuan tiga gelar Liga Inggris serta Liga Champions 2008.

Satu di antara momen ikoniknya adalah tendangan bebas dari jarak sekitar 40 yard ke gawang Arsenal dalam perjalanan menuju gelar Eropa tersebut.

Menurut Wenger, Ronaldo sebenarnya sangat dekat bergabung dengan Arsenal sebelum akhirnya pindah ke MU pada musim panas 2003.

"Pemain mana yang paling saya sesali tidak saya rekrut? Tentu saja Cristiano Ronaldo. Saya pikir itu mungkin terjadi dan jika kami sedikit lebih cepat, beberapa hari saja... Karena kami sudah sepakat dan Manchester United datang lima atau enam hari kemudian," ujar Wenger kepada SPORTbible.


N'Golo Kante yang Terlewatkan

Pemain Chelsea, N'Golo Kante berusaha mengontrol bola dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris 2021/2022 melawan West Ham United yang berlangsung di Stamford Bridge, Minggu (24/4/2022). NGolo Kante juga bakal berstatus penggangguran pada 1 Juli 2023. Gemuknya lini tengah Chelsea dengan gempuran pemain baru memungkin dirinya tidak akan diperpanjang kontraknya oleh Chelsea dan akan berstatus bebas transfer pada akhir musim ini. (AFP/Justin Tallis)

Nama lain yang ia sesali adalah N'Golo Kante. Gelandang Prancis itu kerap mendominasi lini tengah saat menghadapi Arsenal, terutama dalam duel melawan Chelsea.

Bagi banyak pihak, Kante adalah satu di antara gelandang bertahan terbaik dalam sejarah Premier League.

"Jadi, saya akan mengatakan di awal karier saya, Cristiano Ronaldo. Di akhir karier saya, N'Golo Kante," kata Wenger.

Ia mengungkap betapa dekatnya Arsenal untuk merekrut Kante saat masih muda.

"Kami bisa mendapatkan Kante dengan mudah, karena dia bermain di sebuah klub di Paris bernama Suresnes, tempat salah satu sahabat terbaik saya menjadi direktur. Dan dia mengatakan kepada saya: 'Tolong, saya punya seorang pemain, dia luar biasa. Tidak ada yang menginginkannya di Prancis.' Dia membawanya dengan mobilnya dan berkeliling dari klub ke klub. Dan akhirnya, sebuah klub Divisi 3 di Prancis yang merekrut N’Golo Kante'" ungkap Wenger.

Wenger memang meninggalkan warisan besar di sepak bola Inggris, sekaligus membuka jalan bagi manajer asing seperti Guardiola dan Jurgen Klopp untuk meraih sukses serupa di Premier League.

Namun, di balik segala pencapaiannya, ia tetap menyimpan dua penyesalan besar, gagal membawa Ronaldo dan Kante ke Arsenal, dua pemain yang kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Inggris.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait