PSIM Ditahan Bali United di BRI Super League, Jean-Paul van Gastel: Permainan yang Aneh!

PSIM Yogyakarta harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 3-3 kontra Bali United pada pekan ke-22 BRI Super League

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 24 Februari 2026, 00:31 WIB
PSIM Yogyakarta Vs Bali United. (Bola.com/Dok.Instagram Bali United).

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 3-3 kontra Bali United pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Duel yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Senin (23/2/2026) malam WIB, berlangsung dramatis.

Klub berjuluk Laskar Mataram itu bahkan sempat tertinggal tiga gol lebih dulu, sebelum akhirnya menunjukkan mentalitas pantang menyerah dan memaksakan hasil imbang di pengujung laga.

Advertisement

Tiga gol PSIM dicetak Savio Sheva (65'), gol bunuh diri Ricky Fajrin (88'), serta Franco Ramos (90+1'). Adapun gol Bali United lahir lewat Thijmen Goppel (34'), Tim Receveur (45+3'), dan Irfan Jaya (55').

"Permainan yang aneh. Saya pikir masalah yang kami hadapi adalah masalah struktural dan salah satunya adalah komunikasi antara satu sama lain," ujar pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel seusai laga.

"Jika Anda melihat bagaimana kami kebobolan gol dan bagaimana kami memberikan peluang itu seperti kami menawarkan mereka kesempatan yang saya pikir sangat mudah untuk dihentikan," lanjutnya.


Tiga Pergantian, Titik Balik Kebangkitan

PSIM Yogyakarta Vs Bali United. (Bola.com/Dok.Instagram PSIM Yogyakarta).

Pelatih asal Belanda tersebut mengungkapkan, tiga pergantian pemain yang dilakukan saat jeda turun minum menjadi titik balik kebangkitan Laskar Mataram.

"Lalu, saat turun minum kami melakukan tiga pergantian pemain dan saya pikir dari titik itu kami mengambil alih permainan tetapi sayangnya mereka mencetak gol lagi," kata Van Gastel.

"Kami melakukan tiga pergantian dan saya pikir para pemain pengganti bermain sangat baik, mereka berkontribusi sangat baik untuk tim. Apa yang kami lakukan berbeda adalah kami bermain dengan dua penyerang dan mereka bertahan 5-3-2."

"Kami menempati ruang di sisi lapangan tepat di bawah pemain sayap kami dan di sana kami memiliki kelebihan pemain dan kami bisa bermain dengan cukup mudah menuju sepertiga akhir lapangan," bebernya.


Unggul Jumlah Pemain

Gelandang PSIM Yogyakarta, Ezequiel Vidal, dibayangi dua pemain Bali United pada laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026). (Bola.com/Alit Binawan)

Ketika Bali United harus bermain dengan 10 orang setelah kartu merah bek Joao Ferrari pada menit ke-72, Laskar Mataram makin percaya diri. Mereka terus menggempur pertahanan tim tamu di sisa waktu.

"Kemudian mereka mendapat kartu merah dan dari titik itu, ya kami bisa saja memenangkan pertandingan tetapi apakah itu adil, saya tidak tahu," ucap Van Gastel.

"Saya rasa tidak tapi saya tetap berpikir kami bisa menang di akhir pertandingan. Tapi kami harus menghadapi masalah kami dan jika itu tidak berubah maka kami akan turun di klasemen dengan sangat cepat," imbuh dia.

 


Savio Sheva: Respons Tim Sudah Baik

Sementara itu, gelandang PSIM, Savio Sheva, bersyukur timnya mampu bangkit setelah tertinggal jauh. Pemain berusia 24 tahun itu mengawali pertandingan ini dari bangku cadangan.

"Pertandingan yang cukup sulit karena kita tahu sendiri kami babak pertama ketinggalan. Babak kedua kami merespons tapi kami malah kemasukan lagi," tutur Sheva.

"Tapi kami bisa merespons lebih baik lagi karena kita bisa menyamakan kedudukan. Pertandingan ini kami syukuri dan semoga laga berikutnya kami bisa lebih baik lagi," sambungnya

Berita Terkait