Di Tengah Sorotan Politik, Gianni Infantino Buka Wacana FIFA Luncurkan Mata Uang Kripto Sendiri

Disorot soal netralitasnya, Gianni Infantino kaji mata uang kripto untuk FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Februari 2026, 15:15 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, bereaksi saat resepsi dengan para pemimpin bisnis di sela-sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026. Forum Ekonomi Dunia berlangsung di Davos dari 19 Januari hingga 23 Januari 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menggulirkan wacana peluncuran mata uang kripto resmi milik sepak bola dunia.

Dalam sebuah acara di Florida, ia menyebut FIFA sedang mempelajari kemungkinan menciptakan "FIFA token" atau "FIFA coin".

Advertisement

Infantino menyampaikan hal itu saat berbicara di World Liberty Forum yang digelar di Mar-a-Lago, kediaman pribadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang juga disebut sebagai rekannya.

"Kami juga sedang mempelajari pengembangan FIFA token dan FIFA coin, potensi mata uang global yang nyata untuk melayani enam miliar penggemar sepak bola di seluruh dunia," kata Infantino.

Ini bukan kali pertama ia secara terbuka mengaitkan badan sepak bola dunia dengan ambisi kripto. Tahun lalu, dalam forum kripto di Gedung Putih, Infantino sudah menyinggung ide serupa. Namun, hingga kini belum ada peta jalan resmi ataupun jadwal konkret terkait realisasinya.

Sejauh ini, proposal tersebut dipandang masih bersifat eksploratif, belum mendesak untuk diwujudkan, terutama mengingat sektor aset digital masih dibayangi volatilitas tinggi.


Dekat Keluarga Trump

(Kiri/Kanan) Presiden Argentina, Javier Milei, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadiri pertemuan perdana "Board of Peace" yang diselenggarakan oleh Presiden AS, Donald Trump, di Institute of Peace AS di Washington, DC, pada 19 Februari 2026. (SAUL LOEB/AFP)

Acara di Mar-a-Lago itu turut dipandu oleh Eric Trump dan Donald Trump Jr., serta menjadi ajang promosi inisiatif kripto keluarga Trump, World Liberty Financial.

Kehadiran Infantino dalam acara yang berkaitan dengan keluarga Trump kembali memicu sorotan, terutama dari sisi politik.

International Olympic Committee (IOC) memastikan tidak akan mengambil tindakan terhadap Infantino, yang juga merupakan anggota IOC, setelah muncul pertanyaan soal potensi pelanggaran aturan netralitas politik terkait keterlibatan FIFA yang konsisten dan terbuka dalam berbagai inisiatif yang berhubungan dengan Trump.

Dalam pernyataan singkatnya, IOC menyebut persoalan tersebut telah selesai dan aktivitas pengembangan FIFA di Gaza berada dalam lingkup kewenangan federasi olahraga internasional.

Namun, tidak ada penjelasan terkait wacana mata uang kripto FIFA, di tengah spekulasi bahwa FIFA bisa saja bekerja sama dengan Trump dan keluarganya dalam peluncurannya.


Belum Ada Kejelasan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara tentang Piala Dunia 2026 bersama Presiden AS, Donald Trump, dan Wakil Presiden, JD Vance, di Ruang Oval Gedung Putih pada 22 Agustus 2025 di Washington, DC. Trump mengumumkan bahwa pengundian Piala Dunia FIFA 2026 akan berlangsung di Kennedy Center. (Chip Somodevilla/Getty Images via AFP)

Kehadiran Infantino di Palm Beach juga berlangsung dalam suasana tegang. Beberapa hari setelah acara tersebut, seorang pria bersenjata tewas ditembak agen Secret Service setelah terjadi pelanggaran keamanan di properti yang sama di Mar-a-Lago.

Terlepas dari berbagai dinamika itu, satu hal menjadi sorotan utama: FIFA, yang saat ini sudah menghadapi kompleksitas penyelenggaraan Piala Dunia paling rumit dalam sejarah, kini secara terbuka mempertimbangkan apakah mata uang digital akan menjadi bagian dari ekosistem masa depannya.

Apakah wacana ini akan berkembang menjadi produk nyata atau sekadar manuver retoris dan politis, untuk saat ini masih belum jelas.

 

Sumber: Inside World Football

Berita Terkait