Hadapi Bayern Munchen di 16 Besar Liga Champions, Atalanta Tidak Gentar: Bangga Jadi Wakil Italia!

Harus menghadapi Bayern Munchen di 16 besar Liga Champions, bos Atalanta tetap optimistis.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 27 Februari 2026, 19:15 WIB
Para pemain Atalanta merayakan kemenangan setelah memenangkan pertandingan leg kedua babak play-off babak knockout Liga Champions UEFA antara Atalanta dan Borussia Dortmund di Stadio di Bergamo, Bergamo, pada 26 Februari 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Atalanta menegaskan kebanggaan bisa mewakili Italia di babak 16 besar Liga Champions, meski harus menghadapi raksasa Jerman, Bayern Munchen.

General Manager Atalanta, Umberto Marino, menyebut tidak ada perbedaan besar antara Bayern dan Arsenal, dua tim yang finis teratas di fase liga.

Advertisement

"Arsenal dan Bayern sama-sama kuat; mereka finis pertama dan kedua di fase liga, dan mereka ditakdirkan untuk bertarung hingga akhir demi gelar juara," ujar Marino.

"Kami akan mencoba membuat hidup Bayern sulit. Kami harus menjadi Atalanta seperti biasanya, menghadapi mereka dengan keberanian, determinasi, dan dukungan para suporter," lanjutnya.


Sentuhan Raffaele Palladino yang Mengubah La Dea

Pelatih Monza, Raffaele Palladino. (Isabella BONOTTO / AFP)

Performa Atalanta musim ini tak lepas dari peran pelatih baru, Raffaele Palladino, yang ditunjuk menggantikan Ivan Juric pada November lalu. Saat ini La Dea duduk di peringkat ketujuh Serie A, namun menunjukkan transformasi signifikan.

Ketika ditanya apa yang membuat Palladino istimewa, Marino menjawab: "Tentu saja antusiasme yang ia tunjukkan dalam menjalani sesi latihan dan pertandingan dari hari ke hari."

"Ia memiliki hasrat besar untuk bekerja dan memberikan segalanya bagi timnya. Ini jelas merupakan kualitas yang ia tularkan kepada tim dan seluruh lingkungan klub," lanjutnya.


Tantangan Berat Kontra Bayern Munchen

Penyerang Bayern Munchen, Harry Kane (tengah), berjalan bersama rekan setimnya, Joshua Kimmich (kiri) dan Leon Goretzka (kanan) setelah tim Bavaria itu menang atas klub Belgia, Union St Gilloise di Allianz Arena, Munchen, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. (Karl-Josef HILDENBRAND / AFP)

Sebagai pemuncak Bundesliga dan salah satu favorit juara, Bayern Munchen jelas menjadi ujian berat. Namun, Atalanta punya kenangan manis menghadapi klub Jerman dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka mengalahkan Bayer Leverkusen di final Liga Europa 2024 serta menyingkirkan Borussia Dortmund di playoff fase gugur Liga Champions musim ini.

Marino menyadari laga ini menuntut performa luar biasa. Menurutnya, suporter juga bisa menjadi faktor kunci bagi timnya untuk bisa melangkah lebih jauh di Liga Champions.

"Ini pertandingan sulit, dan kami membutuhkan performa luar biasa, tetapi kami bermain dengan antusiasme Atalanta, yang membantu kami mencapai babak 16 besar Liga Champions, sebuah pencapaian yang unik," ujar Marino.

"Kami akan memainkannya dengan dukungan para suporter, baik kandang maupun tandang, karena kami membutuhkan mereka. Lalu kita lihat apa yang terjadi di lapangan," lanjutnya.


Budaya Kerja dan Kebanggaan Membela Italia

Para pemain Atalanta berpose sebelum pertandingan leg pertama playoff fase gugur Liga Champions antara Borussia Dortmund melawan Atalanta di Dortmund, Jerman, Rabu (18/2/2026). (AP Photo/Martin Meissner)

Atalanta masih bersaing di tiga kompetisi musim ini: Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Marino menegaskan fokus dan etos kerja tetap menjadi fondasi utama klub.

"Saat ini kami beruntung terlibat di tiga kompetisi. Kami bisa tampil baik di Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions," ujarnya.

"Kami adalah Atalanta; bagi kami budaya kerja adalah hal mendasar, jadi kami terus bekerja dan akan menerima apa pun yang terjadi di lapangan," lanjutnya.

Menanggapi inkonsistensi melawan tim-tim kecil, Marino hanya berkata singkat: "Inilah magisnya sepak bola. Saya benar-benar tidak bisa menjawabnya."

"Bayern adalah klub level tertinggi, dan kami akan menghadapi mereka dengan kebanggaan besar untuk mewakili Italia di Liga Champions, memberikan yang terbaik dan 120% energi kami," lanjutnya.

Sumber: Football Italia

 
 

Berita Terkait