Terancam Degradasi, Gaji Pemain Tottenham Bisa Dipangkas 50 Persen

Pemain Tottenham terancam pemotongan gaji hingga 50 persen jika klub terdegradasi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Maret 2026, 07:45 WIB
Striker Brasil Tottenham Hotspur #09, Richarlison, bereaksi di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Fulham dan Tottenham Hotspur di Craven Cottage di London pada 1 Maret 2026. Fulham memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. (Ben STANSALL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Ancaman degradasi tak hanya berdampak pada posisi Tottenham Hotspur di klasemen, tetapi juga berpotensi menggerus pendapatan para pemainnya.

Sejumlah klausul dalam kontrak skuad utama menyebutkan pemotongan gaji akan diberlakukan apabila klub terdegradasi dari Premier League.

Advertisement

Saat ini Spurs terpuruk di peringkat ke-16 klasemen, hanya terpaut empat poin dari zona merah dengan 10 pertandingan tersisa.

Situasi tersebut makin mengkhawatirkan karena mereka belum sekali pun memenangi laga domestik sepanjang tahun kalender ini.

Upaya penyelamatan dilakukan dengan menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih kepala, menggantikan Thomas Frank. Namun, awal kepemimpinan pelatih asal Kroasia itu jauh dari ideal.

Spurs menelan kekalahan dalam dua laga perdananya, masing-masing dari Arsenal dan Fulham.


Turun hingga 50 Persen

Pelatih kepala Tottenham, Igor Tudor, kedua dari kanan, berbicara kepada para pemainnya selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Arsenal di London, Minggu, 22 Februari 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Rangkaian hasil negatif tersebut memperbesar kemungkinan Tottenham terlempar ke kasta kedua sepak bola Inggris untuk pertama kalinya sejak 1977.

Jika skenario terburuk itu menjadi kenyataan, konsekuensinya akan besar, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Namun, dari sisi pengeluaran klub, khususnya untuk gaji pemain, manajemen ternyata sudah menyiapkan langkah antisipasi.

Laporan The Athletic mengungkapkan mayoritas pemain tim utama memiliki klausul pemotongan gaji wajib dalam kontraknya apabila klub terdegradasi.

Sebagian besar dari mereka bahkan akan mengalami penurunan penghasilan sekitar 50 persen.


Jadwal Padat Bikin Berat

Penyerang Tottenham Hotspur asal Senegal bernomor punggung 29, Pape Matar Sarr, bereaksi setelah pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Newcastle United di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 10 Februari 2026. Tottenham kalah dalam pertandingan tersebut dengan skor 1-2. (Glyn KIRK/AFP)

Ketentuan tersebut telah dimasukkan dalam seluruh kontrak yang diteken sebelum kepergian Daniel Levy dari jabatan ketua eksekutif pada September lalu.

Klausul itu menjadi bentuk perlindungan finansial bagi klub jika menghadapi skenario terburuk berupa degradasi.

Sejak Levy mundur, Spurs baru merekrut dua pemain tim utama, yakni Conor Gallagher dari Atletico Madrid serta bek kanan asal Brasil, Sousa, dari Santos FC.

Di tengah tekanan tersebut, pasukan Tudor akan menjamu Crystal Palace pada Jumat (6-3-2025) dini hari WIB sebelum bertolak ke Spanyol untuk menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Situasi di kompetisi domestik yang belum membaik jelas membuat jadwal padat ini terasa makin berat bagi Spurs.

 

Sumber: The Ahtletic

Berita Terkait