Ancaman Degradasi Nyata untuk Tottenham Hotspur usai Imbang Vs Brighton: Tragedi 1977 Terulang?

Sepak bola memang kejam. Ungkapan itu sangat menggambarkan perasaan fans Tottenham Hotspur saat menyaksikan tim kesayangannya ditahan imbang Brighton & Hove Albion, Sabtu (18/04/2026) malam WIB di ajang Liga Inggris.

Bola.com, Jakarta - Sepak bola memang kejam. Ungkapan itu sangat menggambarkan perasaan fans Tottenham Hotspur saat menyaksikan tim kesayangannya ditahan imbang Brighton & Hove Albion, Sabtu (18/04/2026) malam WIB di ajang Liga Inggris.

Hanya dalam waktu kurang dari 20 menit, suasana di stadion berubah drastis dari pesta pora menjadi duka mendalam. Spurs sejatinya hampir mengakhiri kutukan tanpa kemenangan mereka sejak 28 Desember lalu.

Namun, gol telat tim tamu di masa injury time membuyarkan segalanya, sekaligus membuat posisi The Lilywhites kian terancam terlempar dari kasta tertinggi Liga Inggris.

Bintang muda Tottenham, Xavi Simons, sempat membawa asa lewat gol indahnya yang memicu ledakan kegembiraan di tribun penonton.

Pemain berusia 22 tahun itu merayakan golnya dengan penuh emosional, sebuah luapan beban berat yang dipikul tim selama berbulan-bulan.

Sayangnya, pesta itu berakhir prematur. Memasuki menit ke-90+5, petaka datang lewat kaki Georginio Rutter. Penyerang Brighton tersebut melepaskan tendangan yang merobek gawang Spurs dan membungkam seisi stadion.

 

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Hantu Degradasi 1977 Membayang

Hasil imbang ini terasa seperti kekalahan telak. Tottenham kini masih tertahan di zona merah, terpaut satu poin dari batas aman dengan hanya menyisakan lima pertandingan.

Situasi ini bisa memburuk jika rival mereka, Nottingham Forest dan West Ham, berhasil meraih poin pada pekan ke-33 Liga Inggris. 

Jika gagal bangkit, Spurs terancam mencatatkan sejarah kelam: terdegradasi dari kasta tertinggi untuk pertama kalinya sejak tahun 1977.

"Ini rasanya seperti kekalahan karena kami kebobolan di masa tambahan waktu, padahal kami memainkan pertandingan yang hebat," ujar Manajer Spurs, Roberto De Zerbi, kepada BBC Sport.

"Sulit untuk diterima, tapi kami harus lebih kuat dari momen ini dan segera bersiap untuk laga berikutnya," tambahnya.

 

Pro dan Kontra Selebrasi Berlebihan

Kegagalan Spurs mempertahankan keunggulan memicu kritik tajam, salah satunya dari legenda klub, Les Ferdinand. Ia menilai para pemain terlalu larut dalam euforia hingga kehilangan fokus di menit-menit krusial.

"Seharusnya reaksinya adalah menjaga pertahanan tetap rapat, bukannya malah melompat ke arah kerumunan penonton untuk merayakan gol secara berlebihan," kritik Ferdinand.

Meski begitu, pembelaan datang dari mantan bek Premier League, Ashley Williams. Menurutnya, luapan emosi tersebut adalah hal yang manusiawi mengingat krusialnya gol tersebut bagi mental tim.

Kini, mampukah Roberto De Zerbi membangkitkan mental anak asuhnya? Waktu kian menipis, dan setiap detik di lapangan bagi Tottenham Hotspur kini terasa seperti hidup dan mati.

Yuk Lihat Peta Persaingan

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer