Ultimatum Rosenior untuk Pemain Chelsea: Perbaiki Disiplin atau Tersingkir dari Skuad!

Liam Rosenior mengancam coret pemain Chelsea yang tak bisa menjaga disiplin.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Maret 2026, 12:15 WIB
Pelatih baru Chelsea, Liam Rosenior. (Dok. Chelsea)

Bola.com, Jakarta - Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengirim pesan tegas kepada para pemainnya. Ia menegaskan tak akan lagi memilih pemain yang tak bisa ia percaya untuk menjaga sikap dan menghindari masalah dengan wasit.

Masalah disiplin kembali mencuat setelah kartu merah yang diterima Pedro Neto saat Chelsea kalah 1-2 dari Arsenal, hari Minggu lalu.

Advertisement

Pengusiran itu menjadi kartu merah kesembilan The Blues sepanjang musim yang berjalan tak konsisten, sebuah catatan yang membuat Rosenior geram.

Pelatih berusia 41 tahun itu menyatakan ingin membenahi persoalan tersebut dengan membangun budaya akuntabilitas di ruang ganti.

Ia juga menyoroti kartu kuning akibat protes yang diterima sejumlah pemain senior, seperti Neto dan Enzo Fernandez, di Emirates Stadium.


Jaga Emosi

Momen Pedro Neto mendapat kartu merah saat Chelsea kandas dari Arsenal di Liga Inggris. (Adrian Dennis / AFP)

Menurutnya, kemampuan menjaga kepala tetap dingin akan sangat krusial menjelang fase penentuan musim.

"Jika Anda melihat statistik kami, ketika kami bermain dengan 11 orang di lapangan, peluang kami untuk menang meningkat drastis," kata Rosenior.

"Itu seharusnya menjadi motivasi tersendiri untuk memastikan kami tetap disiplin di momen-momen penting."

Ia menambahkan, kemunduran dalam pertandingan tak selalu soal kesalahan besar.

"Terkadang kemunduran itu karena kehilangan bola. Terkadang kemunduran itu karena wasit membuat keputusan yang tidak Anda setujui. Di momen itu, Anda harus bereaksi secara positif. Lalu Anda harus memikirkan hal berikutnya. Itulah hal-hal yang harus kami kejar agar disiplin kami meningkat," tuturnya.


Pemilihan Pemain

Laga tersebut juga diwarnai dengan satu kartu merah untuk pemain Chelsea, Pedro Neto akibat akmulasi dari dua kartu kuningnya. (AFP/Adrian Dennis)

Rosenior menegaskan pemilihan pemain ke depan akan sangat dipengaruhi aspek tersebut.

"Anda memilih pemain yang menunjukkan peningkatan itu. Saya tidak bisa menjalani satu musim dengan kartu merah setiap dua atau tiga pertandingan. Itu tidak mungkin. Saya harus melihat perbaikan dalam hal itu. Saya perlu menyesuaikan pemilihan tim berdasarkan siapa yang menunjukkan kemampuan tersebut," cetusnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Neto, yang menerima dua kartu kuning hanya dalam selang empat menit, telah meminta maaf kepada rekan-rekannya setelah kekalahan dari Arsenal.

Kekalahan tersebut membuat Chelsea turun ke posisi keenam klasemen dan tertinggal enam poin dari Aston Villa, yang akan mereka hadapi pada laga tandang ke markas tim asuhan Unai Emery, Kamis (5-3-2026) dini hari WIB.


Situasi Bola Mati

Striker Chelsea asal Brasil bernomor punggung 20, Joao Pedro (ke-4 dari kanan), menyundul bola di depan gawang yang berhasil diselamatkan oleh kiper Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 1, David Raya (ke-3 dari kiri), selama pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates di London pada 1 Maret 2026. (Adrian Dennis/AFP)

Selain disiplin, Rosenior memberi perhatian khusus pada pertahanan situasi bola mati. Dalam 13 laga pertamanya sebagai pelatih Chelsea, skuadnya sudah tujuh kali kebobolan dari sepak pojok.

"Setiap manajer punya ide berbeda tentang cara menyerang dan bertahan dalam situasi bola mati," ujarnya.

"Saya mengambil tanggung jawab lebih besar dalam sepekan terakhir karena saya tahu itu sesuatu yang perlu diperbaiki. Ini bukan hanya soal pelatihan. Ini soal mentalitas. Ini soal fokus dan konsentrasi. Dengan manajer mengambil kendali atas itu, semoga dari sisi mental, nilai dari hal tersebut meningkat dalam cara kami bekerja dengannya," imbuh mantan pelatih Strasbourg itu.

Rosenior juga menilai perlu ada evaluasi di akhir musim terkait praktik saling tarik-menarik dan kerumunan pemain di sekitar kiper saat situasi sepak pojok

"Saya pikir itu sesuatu yang memberi keuntungan yang tidak adil bagi tim tertentu," katanya.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait