Usai Kalah dari MU, Chelsea Kian Terpuruk: Liam Rosenior Akui The Blues Sedang Mendaki Gunung, Fans Suarakan Protes Keras!

Awan mendung kian pekat menyelimuti Stamford Bridge. Kekalahan terbaru 0-1 dari Manchester United (MU) di ajang Liga Inggris tidak hanya memperpanjang tren negatif Chelsea, tetapi juga memicu kemarahan besar dari suporter setia mereka.

Bola.com, Jakarta - Awan mendung kian pekat menyelimuti Stamford Bridge. Kekalahan terbaru 0-1 dari Manchester United (MU) di ajang Liga Inggris tidak hanya memperpanjang tren negatif Chelsea, tetapi juga memicu kemarahan besar dari suporter setia mereka.

Spanduk dan nyanyian bertajuk "We want our Chelsea back" menggema dari jalanan hingga ke tribun stadion. Para pendukung The Blues tampaknya sudah habis kesabaran melihat performa tim kesayangan mereka yang kian merosot di bawah kendali Liam Rosenior.

Frustrasi suporter sangat beralasan. Chelsea kini tercatat menelan empat kekalahan beruntun di Premier League tanpa mencetak satu gol pun.

Ini merupakan catatan terburuk klub sejak November 1912: sebuah statistik memilukan bagi klub sebesar Chelsea.

Kini, lini serang menjadi sorotan tajam. The Blues sudah melewati hampir enam setengah jam pertandingan di liga tanpa mampu menggetarkan jala gawang lawan. Krisis ini membuat mimpi menuju Liga Champions musim depan terancam sirna.

 

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Misi Mustahil Liam Rosenior?

Usai laga melawan MU, Liam Rosenior mengakui posisi timnya sedang di ujung tanduk. Kekalahan ini membuat Chelsea tertinggal empat poin dari posisi lima besar, padahal mereka sudah memainkan satu laga lebih banyak dibanding rival-rivalnya.

"Ini bukan hal yang mustahil, tetapi kami seperti menghadapi gunung untuk didaki," ujar Rosenior. "Kami harus pergi ke markas Brighton pada Selasa nanti dengan mentalitas wajib menang untuk memicu kembali sisa musim kami," tambahnya.

Menariknya, protes di Stamford Bridge kali ini juga diikuti oleh kelompok ultras dari klub Prancis, Strasbourg. Mereka bergabung dengan fans Chelsea untuk menyuarakan ketidaksenangan atas kebijakan pemilik klub, Todd Boehly dan Clearlake Capital.

Keputusan penunjukan Rosenior secara instan dari Strasbourg (klub mitra Chelsea) pada Januari lalu dianggap merugikan kedua belah pihak. Suporter menilai kebijakan multi-club model ini justru menghancurkan identitas dan prestasi klub.

 

 

 

Ancaman Kerugian Besar

Jika gagal menembus Liga Champions, ini akan menjadi kali ketiga dalam empat musim terakhir Chelsea absen di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut sejak era kepemilikan Boehly.

Kegagalan ini dipastikan akan berdampak pada bonus dari UEFA dan hak siar jika tampil di Liga Champions. Lalu buruknya nama Chelsea sehingga esulitan menarik pemain bintang di bursa transfer.

Kemudian kegagalan target, finis zona Liga Champions memang target minimal yang dicanangkan di awal musim saat masih ditukangi Enzo Maresca.

Dengan hanya lima pertandingan tersisa, tekanan kini berada di pundak Rosenior dan para pemain Chelsea. Apakah mereka mampu melakukan comeback dramatis, atau justru musim ini akan berakhir sebagai bencana besar di London Barat?

Sumber: BBC 

Yuk Lihat Peta Persaingan

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer