Sorakan Suporter saat Jeda Ramadan, Leeds Akui Insiden Itu Mengecewakan

Jeda buka puasa dicemooh, Leeds sebut sikap suporter mengecewakan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Maret 2026, 14:15 WIB
Laga Leeds United melawan Manchester City dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu (28/02/2026) diwarnai dengan momen toleransi. (AP Photo/Ian Hodgson)

Bola.com, Jakarta - Leeds United menyatakan kekecewaan setelah terdengar cemoohan keras dari sebagian suporter saat terjadi jeda singkat untuk memberi kesempatan pemain yang menjalankan buka puasa setelah berpuasa Ramadan dalam laga melawan Manchester City di Elland Road, Sabtu lalu.

Pertandingan Premier League yang dimulai pukul 17.30 GMT itu dihentikan sejenak pada menit ke-13. Para pemain dari kedua tim menepi ke pinggir lapangan untuk mengonsumsi cairan dan suplemen energi.

Advertisement

Namun, selama kurang lebih satu menit jeda berlangsung, terdengar siulan dan sorakan bernada negatif dari tribune.

Sehari setelah pertandingan, kolom komentar media sosial Leeds dipenuhi pesan terkait Ramadan dan reaksi suporter atas momen tersebut.


Komentar Leeds

Para pemain berhenti sejenak saat pemain Muslim berbuka puasa Ramadan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Leeds vs Man City di Leeds, Inggris, Sabtu, 28 Februari 2026. (AP Photo/Ian Hodgson)

Sejumlah penggemar juga diketahui mengirimkan email kepada klub, menyampaikan kemarahan mereka atas tidak adanya respons publik langsung. Satu di antara suporter menyebut dirinya "sangat terganggu" dan "malu" dengan kejadian itu.

Dalam balasan email standar dari petugas liaison suporter Leeds yang dilihat BBC Sport, klub menyatakan, "Klub menyadari insiden tersebut dan mengecewakan bahwa beberapa suporter memilih untuk mencemooh selama jeda permainan untuk memberi kesempatan pemain yang menjalankan Ramadan berbuka puasa."

"Klub saat ini sedang menyelidiki mengapa hal ini terjadi dan apa yang bisa dilakukan ke depannya untuk mencegah insiden serupa terulang kembali."

Manajer Leeds, Daniel Farke, turut dimintai tanggapan menjelang laga melawan Sunderland. Ia mengakui bahwa jika memang ada unsur ketidakhormatan maka semua pihak harus belajar dari kejadian tersebut.

"Sejujurnya, jika itu benar-benar tidak menghormati dalam konteks jeda tersebut, maka kita semua harus belajar dari hal ini," kata Farke.

"Selama pertandingan, saya tidak merasakan seperti itu karena jeda kecil itu juga mengejutkan bagi semua orang," lanjutnya.


Penjelasan Farke

Wasit menghentikan waktu saat babak pertama untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muslim melakukan buka puasa. (AFP/Oli Scarff)

Farke kemudian mengaitkan situasi tersebut dengan pengalaman pertemuan sebelumnya di Etihad Stadium pada November.

Saat itu, ia sempat menuding kiper City berpura-pura cedera untuk "membengkokkan aturan" sehingga manajer Pep Guardiola bisa memanggil pemainnya ke pinggir lapangan untuk memberikan instruksi tambahan.

"Saya tidak yakin semua orang menyadari ketika matahari terbenam dan kami memainkan laga pertama melawan Manchester City dan ada penghentian ketika Pep mengumpulkan semua pemainnya dan berbicara kepada mereka," ujar Farke.

"Kami memulai laga ini dengan sangat baik, kami menekan mereka di 10 menit pertama dan suporter kami mungkin merasa mereka melakukan hal yang sama seperti di pertandingan pertama, dan karena itu mereka mencemooh," jelas Farke.

"Saya tidak berpikir itu ada hubungannya dengan jeda Ramadan, saya tidak yakin ada yang benar-benar menyadarinya. Seseorang memberi tahu saya itu ditampilkan di layar, tetapi saya tidak yakin semua orang melihat layar tersebut."

"Jika dari sudut pandang sebagian orang itu dianggap tidak menghormati, maka itu tidak dapat diterima dan kami harus belajar darinya. Secara umum, sepak bola dan ruang ganti kami adalah tempat terbaik untuk hidup bersama dengan paspor dan agama yang berbeda," kata Farke.

"Saya tahu ada solidaritas besar dan semua orang mendukung kelompok yang sama. Perasaan saya, suporter bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi."

Klub disebut telah mengakui secara internal bahwa komunikasi kepada suporter sebelum laga melawan Man City kurang memadai.

Leeds berencana memberikan informasi lebih jelas sebelumnya jika jeda serupa kembali terjadi, termasuk dalam laga Piala FA melawan Norwich City akhir pekan ini.


Apa yang Terjadi di Elland Road?

Seperti diketahui, laga yang berlangsung di Elland Road tersebut berlangsung pada sore hari. Pihak Leeds juga dikabarkan mengakomodasi permintaan dari Manchester City akibat jadwal kick off yang tidak bisa berubah. (AFP/Oli Scarff)

Wasit Peter Bankes meniup peluit pada babak pertama untuk menghentikan pertandingan. Awalnya, suporter tampak bingung dengan alasan penghentian tersebut.

Sebuah pesan kemudian ditampilkan di layar stadion: pertandingan dihentikan sementara karena berlangsung di bulan suci Ramadan, guna memberi kesempatan pemain berbuka puasa.

Namun, tidak semua penonton dapat melihat layar tersebut dan sorakan justru makin keras.

Man City menurunkan tiga pemain Muslim sebagai starter; Rayan Cherki, Rayan Ait-Nouri, dan Omar Marmoush, dengan Abdukodir Khusanov di bangku cadangan.

Guardiola mengecam aksi tersebut dan menekankan pentingnya saling menghormati.

"Kami hanya mengonsumsi sedikit vitamin karena Cherki dan Ait-Nouri tidak makan hari ini," ujarnya.

"Ini dunia modern, bukan? Anda lihat apa yang terjadi di dunia saat ini. Hormati agama, hormati keberagaman, itu intinya."

"Premier League mengatakan Anda bisa punya satu atau dua menit untuk pemain yang berpuasa melakukannya. Itulah adanya, sayangnya," imbuh Guardiola.

Kelompok anti-diskriminasi Kick It Out juga menyebut cemoohan itu sebagai sesuatu yang sangat mengecewakan.

Asisten pelatih Leeds, Eddie Riemer, menambahkan setelah laga bahwa tim mencoba belajar dari hal ini dan harus melakukan yang lebih baik lain kali.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait