4 Blunder Michael Carrick yang Bikin MU Takluk di Kandang Newcastle United: Efeknya Fatal

Mengapa MU gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain dan malah keok dari Newcastle United?

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 05 Maret 2026, 14:30 WIB
Manajer Middlesbrough asal Inggris, Michael Carrick, bereaksi selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Piala Liga Inggris antara Middlesbrough dan Chelsea di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 9 Januari 2024. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) akhirnya tersandung di markas Newcastle United setelah keok 1-2 pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB. 

Ini menjadi kekalahan perdana Setan Merah sejak ditangani Michael Carrick. Dalam tujuh pertandingan sebelumnya di era Carrick, Setan Merah membukukan enam kemenangan dan sekali seri. 

Advertisement

Kekalahan ini terasa menyesakkan bagi MU karena Newcastle bermain dengan 10 orang sepanjang babak kedua. Namun, dengan jumlah pemain lebih banyak tak mampu dimanfaatkan oleh MU. 

MU malah kebobolan di menit-menit akhir pertandingan, lewat gol William Osula. Sebelumnya kedua tim berbagi skor 1-1 pada babak pertama. 

Mengapa MU gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain dan malah keok dari Newcastle United? Berikut empat kesalahan yang dilakukan Carrick yang berujung kekalahan di St James Park. 


1. Memainkan Trio Lini Depan yang Sama Setelah Tampil Buruk Kontra Crystal Palace

Setan Merah takluk dari tuan rumah meski unggul jumlah pemain. Newcastle harus kehilangan satu pemain mereka, Jacob Ramsey pada menit ke-45+1 setelah terkena akumulasi dua kartu kuning dari wasit. (AFP/Andy Buchanan)

Para pemain Manchester United tampil kurang memuaskan saat menghadapi Newcastle. Namun, sejak awal keputusan Michael Carrick untuk kembali menurunkan trio lini depan yang sama sudah menimbulkan tanda tanya.

Saat melawan Crystal Palace, MU sebenarnya tidak bermain bagus dan meraih kemenangan lebih karena kartu merah yang diterima lawan. Namun, trio lini depan mereka juga tidak benar-benar mengunci tempat sebagai starter.

Situasi ini sudah terjadi dalam empat pertandingan terakhir, tetapi Carrick tetap mempertahankan struktur dan rencana serangan yang sama. Saat menghadapi Newcastle, kuartet lini depan United jelas tidak berjalan efektif.

Memang masing-masing pemain sempat menunjukkan momen bagus secara individu, tetapi secara keseluruhan kurang ada permainan yang direct dan intensitas tinggi. Ini seharusnya membuat Carrick serius mempertimbangkan perubahan dalam pendekatan menyerang ke depannya.   


2. Tarik Keluar Casemiro

Manchester United sedang berusaha membangun kembali tim dengan merekrut pemain muda berbakat. Casemiro sepertinya tidak masuk dalam rencana jangka panjang mereka. Pemain Brasil 32 tahun itu kesulitan menunjukkan performa terbaiknya pada musim lalu. Ia kabarnya diminati oleh sejumlah klub Liga Pro Saudi. (Paul ELLIS / AFP)

Gol Manchester United lahir lewat Casemiro, yang sekali lagi membuktikan dirinya sebagai ancaman terbesar dalam situasi bola mati, terutama lewat kerja samanya dengan Bruno Fernandes.

Namun, saat tim sedang mengejar kemenangan dan membutuhkan gol tambahan, keputusan untuk menarik Casemiro pada menit ke-60 terasa membingungkan, apalagi ada jeda 11 hari sebelum pertandingan berikutnya.

Manuel Ugarte sebenarnya tampil cukup baik setelah masuk. Tetapi dalam situasi membutuhkan gol, keputusan tersebut dinilai kurang tepat, mengingat kontribusi Casemiro di dalam kotak penalti sangat penting, terlebih dengan beberapa umpan matang yang dikirimkan Fernandes.   


3. Tidak Memainkan Amad Diallo hingga Menit ke-76

Pemain Manchester United (MU), Amad Diallo, merayakan suksesnya mencetak gol ke gawang Southampton pada lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Jumat (17/1/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Manchester United kesulitan menciptakan peluang sepanjang pertandingan. Umpan silang Bruno Fernandes menjadi satu-satunya jalan bagi Setan Merah untuk mengancam, tetapi Carrick baru memasukkan Amad pada menit ke-76.

Pemain asal Pantai Gading itu memang tidak punya banyak waktu untuk memberi dampak nyata, namun laga tersebut jelas membutuhkan kualitas teknik dan etos kerjanya tanpa bola.

Menghadapi tim dengan 10 pemain, Amad bahkan bisa saja dimainkan sebagai bek sayap dan mungkin akan tampil lebih baik dibandingkan Diogo Dalot maupun Malacia.

Sejak laga-laga awal kepemimpinannya, Carrick kerap mengambil keputusan yang aman. Namun saat melawan Newcastle, ia dinilai membuat kesalahan besar.

Bukan berarti Carrick tidak layak mendapatkan pekerjaan itu secara permanen, tetapi hasil ini jelas mengurangi peluangnya. Ia harus segera berbenah karena performa dalam empat pertandingan terakhir belum cukup baik.   


4. Memilih Tyrell Malacia Ketimbang Ayden Heaven

Pemain Newcastle United, Anthony Gordon, mencetak gol dari titik penalti saat menghadapi Manchester United dalam laga Liga Inggris di St James' Park, Inggris, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB. (Owen Humphreys/PA via AP)

Noussair Mazraoui ditarik keluar karena cedera pada menit ke-85, dan sebagai penggantinya, Carrick justru memasukkan Tyrell Malacia. Keputusan yang pada akhirnya berujung pada kekalahan.

Malacia tampil sangat buruk dalam proses gol kemenangan Newcastle, terlihat benar-benar kewalahan dan tidak mampu mengimbangi permainan.

Padahal, Carrick sebenarnya punya opsi lain di bangku cadangan, seperti Ayden Heaven dan Godwill Kukonki, yang dinilai lebih layak dimainkan.

Malacia dianggap sudah jauh tertinggal dari standar permainan United, bahkan dinilai tak pantas berada di lapangan maupun di bangku cadangan. Keputusan Carrick untuk memainkannya sulit dipahami, dan hal itu harus dibayar dengan berakhirnya rekor tak terkalahkan tim. 

Sumber: United Focus  

Berita Terkait