PSSI Sedih Rasisme Kembali Menjamur di Sepak Bola Indonesia: Terlalu Gampang Tangan Kita Menulis Tanpa Berpikir

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengaku prihatin dengan kembali maraknya kasus rasisme di sepak bola Indonesia dalam beberapa waktu belakangan.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 07 Maret 2026, 17:45 WIB
PSSI menggelar konferensi pers berbarengan dengan pengumuman pemecatan pelatih Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia, Jakarta, Senin (6/1/2025). (FOTO Dari kiri ke kanan: Sumardji, Zainudin Amali, Erick Thohir, Yunus Nusi, Arya Sinulingga.) (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengaku prihatin dengan kembali maraknya kasus rasisme di sepak bola Indonesia dalam beberapa waktu belakangan.

Terbaru, pemain Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata, dan pesepak bola Persib Bandung, Kakang Rudianto, menjadi korban rasisme secara daring.

Advertisement

Kedua pemain itu membela klub masing-masing ketika Persebaya bermain imbang 2-2 kontra Persib pada 2 Maret 2026 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.

Sebelumnya, duo Malut United, Yakob dan Yance Sayuri, juga mendapatkan tindakan rasisme setelah berhadapan dengan Persib Bandung pada 14 Desember 2025.


Sepak Bola Itu Fair Play

Duel Persebaya vs Persib di Stadion GBT, Surabaya, Senin (2-3-2026). (Dok. persebaya.id)

Selain itu, pemain Ratchaburi FC, Denilson Junior, juga sempat menjadi sasaran aksi rasisme sesudah melawan Persib Bandung pada laga leg kedua 16 besar AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026 di Bandung, 18 Februari 2026.

"Itu yang kita cukup sedih. Sebenarnya di dunia ini sepak bola fair play-nya kuat. Sepak bola itu fair play," ujar Arya.

"Dan, anti-rasisme itu sudah jadi gerakan di sepak bola. Jadi, sampai kenapa kita terlalu gampang tangan kita untuk menulis ataupun omongan kita terlalu gampang untuk rasis."

"Sebenarnya lucu juga, kita orang Indonesia itu rasis. Karena biasanya justru kita yang terkena rasis, di mana-mana hampir seperti itu," jelas Arya.


Heran Jadi Pelaku Rasis

Arya heran mengapa masyarakat Indonesia justri bersikap rasis, karena biasanya, ia menilai bangsa Indonesia yang kerap menjadi korban diskriminasi.

"Di dunia itu orang di Asia itu lebih sering kena rasisme, tapi sekarang kenapa kita jadi rasis. Jadi, itu jadi pertanyaan yang aneh, kok bisa," tutur Arya.

"Jadi, kita harapkan ada kesadaran baru di teman-teman untuk jangan ada ungkapan-ungkapan seperti itu dan sangat tidak sehat untuk sepak bola kita. Jadi, jangan terlalu gampang untuk menulis tanpa berpikir."

"Ini gampang sekali kita menulis tanpa berpikir, ini yang saya harap teman-teman PSSI Pers bisa bantu kita untuk memberikan kesadaran itu," ucap tangan kanan Ketua PSSI, Erick Thohir, itu.


Persaingan Musim Ini

Berita Terkait