Jelang Piala Presiden 2026, Persebaya Pantau Fisik Pemain Pakai CMJ Test

Apa keuntungan CMJ Test seperti yang dilakukan Persebaya?

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya terus mematangkan skuad jelang Piala Presiden 2026. Usai ditahan imbang 2-2 oleh PSIS Semarang dalam laga uji coba, mereka melakukan evaluasi kondisi fisik pemain.

Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menegaskan pemantauan kondisi pemain merupakan bagian penting dari program pramusim. Menurutnya, meningkatnya intensitas latihan dan pertandingan membuat setiap pemain harus berada dalam kondisi fisik yang ideal.

Satu di antara metode yang diterapkan dalam sesi tersebut ialah Counter Movement Jump (CMJ) Test.

Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan neuromuskular, tingkat kelelahan pemain, sekaligus mengetahui kesiapan mereka sebelum kembali menjalani program latihan.

"Tes CMJ menjadi salah satu instrumen penting bagi kami untuk memantau kondisi fisik pemain. Melalui tes ini, kami bisa mendapatkan data yang akurat mengenai kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, serta kesiapan pemain untuk menjalani latihan maupun pertandingan," kata Diogo.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kegunaan CMJ Test

Pelatih fisik asal Portugal itu menjelaskan seluruh pemain telah memiliki data dasar sejak awal pramusim.

Hasil pengukuran terbaru kemudian dicocokkan dengan data tersebut sehingga perubahan kondisi fisik setiap pemain bisa diketahui secara objektif.

"Kami memiliki data awal atau nilai acuan dari setiap pemain. Setelah itu, hasil tes akan dibandingkan dengan data tersebut untuk melihat perubahan kondisi fisik mereka," ungkap Diogo.

"Dari sana kami bisa mengetahui apakah pemain berada dalam kondisi optimal, mengalami kelelahan, atau memiliki risiko cedera," imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, Persebaya memanfaatkan perangkat VALD Performance, teknologi yang selama ini banyak digunakan untuk membantu analisis performa atlet secara ilmiah dan akurat.

Data Lebih Detail

Performance Coach DBL Academy, Muhammad Nur Rofik, yang turut mendampingi jalannya CMJ Test, menjelaskan teknologi tersebut mampu menghasilkan data yang jauh lebih detail dibandingkan sekadar pengamatan langsung di lapangan.

“Melalui sistem VALD Performance, kami bisa memperoleh data yang cukup lengkap. Tidak hanya tinggi lompatan, tetapi juga peak power atau daya ledak maksimum yang dihasilkan pemain saat melakukan lompatan,” ujarnya.

Seluruh data yang terkumpul kemudian diolah sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui kapasitas fisik masing-masing pemain secara lebih menyeluruh.

"Kami dapat melihat dua jenis data peak power, yaitu nilai absolut dan nilai relatif terhadap berat badan pemain. Dari data tersebut, kami bisa mengetahui kapasitas fisik masing-masing pemain secara lebih detail dan objektif," jelasnya.

Menurut Rofik, CMJ Test sangat sesuai diterapkan pada pesepak bola karena gerakannya merepresentasikan aktivitas dominan selama pertandingan, mulai berlari, melompat, berakselerasi, hingga melakukan perubahan arah.

Tolok Ukur Perkembangan

Persebaya memang harus segera mengalihkan fokus ke agenda berikutnya. Setelah menuntaskan Anniversary Game, Bajul Ijo akan melanjutkan rangkaian pramusim dengan tampil di Piala Presiden 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Super League 2026/2027.

Di ajang tersebut, tim asuhan Bernardo Tavares itu tergabung di Grup B bersama Port FC (Thailand), PSMS Medan, dan Persija Jakarta.

Piala Presiden 2026 diharapkan menjadi tolok ukur perkembangan tim sekaligus kesempatan bagi jajaran pelatih untuk menyempurnakan performa skuad sebelum kompetisi resmi bergulir.

Trilogi Sepak Bola Wanita
Trilogi Sepak Bola Wanita
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer