Marco Bezzecchi Bicara soal Kepercayaan Aprilia, Potensi Rivalitas vs Marc Marquez dan Keberuntungan Punya Guru seperti Valentino Rossi

Marco Bezzecchi memulai musim MotoGP 2026 sebagai penantang serius untuk gelar juara. Pembalap Aprilia ini telah menunjukkan kemampuannya tahun lalu, terutama pada beberapa seri terakhir lalu tampil mengesankan dalam tes pramusim MotoGP 2026 dan kini tampaknya telah melangkah lebih jauh.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 08 Maret 2026, 17:15 WIB
Pembalap MotoGP asal Italia, Marco Bezzecchi, merayakan kemenangannya di podium setelah balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Chang di Buriram, Thailand, Minggu, 1 Maret 2026. (AP Photo/Kittinun Rodsupan)

Bola.com, Jakarta - Marco Bezzecchi memulai musim MotoGP 2026 sebagai penantang serius untuk gelar juara. Pembalap Aprilia ini telah menunjukkan kemampuannya tahun lalu, terutama pada beberapa seri terakhir lalu tampil mengesankan dalam tes pramusim MotoGP 2026 dan kini tampaknya telah melangkah lebih jauh.

Pujian patut diberikan kepada tim Aprilia, pabrikan asal Italia, yang telah membuat kemajuan signifikan dalam evolusi RS-GP26.

Advertisement

Kombinasi gaya balapnya dengan pengembangan teknis Aprilia telah menciptakan kemitraan yang benar-benar menarik. Marco Bezzecchi berniat untuk bersaing setara dengan nama-nama besar MotoGP: Marc Marquez, Pedro Acosta, dan kekuatan Ducati.

Bagaimanapun, pembalap jebolan Akademi VR46 ini tidak merasakan tekanan khusus. "Tekanan ada pada Ducati karena mereka menang tahun lalu," ungkap Marco Bezzecchi saat diwawancara Corriere della Sera. 

 

 

 


Kepercayaan Aprilia

Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi. (Bola.com/Dok.Instagram Marco Bezzecchi).

Aprilia menaruh kepercayaan penuh kepada Marco Bezzecchi, bahkan sampai memperpanjang kontraknya sebelum MotoGP 2026 dimulai. 

Hingga saat ini, dia adalah satu-satunya pembalap yang secara resmi menandatangani kontrak di bursa pembalap, yang sejauh ini masih sunyi.

Keputusan ini menegaskan komitmen Aprilia terhadap Bez-sapaan akrabnya sebagai landasan proyek MotoGP mereka.

"Mereka memiliki kepercayaan itu pada saya tahun lalu, meskipun saya baru saja menjalani musim yang sulit," jelas Marco Bezzecchi.

"Hasil yang baik membantu memperkuat hubungan. Saya memiliki tawaran lain, tetapi saya memutuskan untuk tetap tinggal karena saya mencari kemitraan yang solid dengan masa depan," tambah pembalap berusia 27 tahun itu. 

 

 

 


Tantangan Vs Marc Marquez

Rival nomor satu tetaplah Ducati milik Marc Marquez, meskipun sang juara bertahan mengalami awal yang kurang beruntung.

"Anda harus percaya pada diri sendiri dan berjuang, balapan demi balapan, tanpa terpengaruh oleh rekor pembalap Spanyol itu," lanjut Bezzecchi. 

"Jika Anda memulai dengan rasa takut, Anda akan memulai dengan kekalahan. Dan saya juga tidak takut tahun lalu," aku Marco Bezzecchi.

Pengaruh Valentino Rossi tentu terasa. Dia selalu berlatih bersama Valentino Rossi, menawarkan bukan hanya nasihat profesional tetapi juga nasihat hidup.

"Keluarga saya menanamkan nilai-nilai fundamental dalam diri saya, tetapi saya juga beruntung memiliki Valentino Rossi di sisi saya. Saya melihat bagaimana ia bekerja dan ia memberi saya nasihat, bersama dengan para pembalap Akademi lainnya, yang memiliki lebih banyak pengalaman daripada saya," tegas Bez.

Sumber: Corsedimoto 

Berita Terkait