Pelatih Timnas Irak Minta FIFA Tunda Playoff Piala Dunia 2026, Imbas Perang di Iran

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, meminta laga playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Monterrey, Meksiko

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 09 Maret 2026, 16:30 WIB
Selebrasi para pemain Irak merayakan gol ke gawang Indonesia yang dicetak Aymen Hussein (tengah) melalui eksekusi penalti pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, meminta laga playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Monterrey, Meksiko, pada akhir bulan ini ditunda. Permintaan tersebut muncul di tengah kekacauan perjalanan akibat konflik di negara tetangga, Iran.

Irak khawatir tidak dapat membawa para pemain dan stafnya ke Meksiko untuk pertandingan yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026, melawan pemenang duel antara Timnas Bolivia dan Timnas Suriname, karena pembatasan perjalanan di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Arnold mengatakan jika Irak hanya mengandalkan pemain yang berbasis di luar negeri, peluang lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986 akan semakin kecil.

“Itu bukan tim terbaik kami, dan kami membutuhkan tim terbaik untuk pertandingan terbesar bagi negara ini dalam 40 tahun,” kata pelatih asal Australia itu kepada Australian Associated Press dari rumahnya di Uni Emirat Arab, seperti dikutip Reuters, Senin (9/3/2026). 

“Rakyat Irak sangat mencintai sepak bola, bahkan bisa dibilang luar biasa fanatik. Fakta bahwa mereka belum lolos ke Piala Dunia selama 40 tahun adalah salah satu alasan utama saya mengambil pekerjaan ini."

“Namun saat ini, dengan bandara yang ditutup, kami bekerja keras mencari alternatif lain,” tambah Arnold.

 


Minta Diundur hingga Seminggu Sebelum Piala Dunia

Para pemain Timnas Irak berpose untuk foto tim sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia antara Korea Selatan dan Irak di Yongin pada 15 Oktober 2024. (JUNG YEON-JE/AFP)

Ruang udara Irak ditutup sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu kemudian dibalas Iran dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, negara-negara Teluk, serta wilayah sekitarnya.

Bolivia dan Suriname dijadwalkan bertemu pada 26 Maret di Monterrey dalam semifinal playoff antarkonfederasi untuk penentuan yang menjadi lawan Irak pada partai final lima hari kemudian.

“Menurut saya, jika FIFA menunda pertandingan ini, kami akan memiliki waktu untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik,” ujar Arnold.

“Biarkan Bolivia bermain melawan Suriname bulan ini, lalu sekitar seminggu sebelum Piala Dunia kami menghadapi pemenangnya di Amerika Serikat. Pemenang laga itu tetap melaju, sementara yang kalah pulang.”

 


Butuh Keputusan Secepat Mungkin

Selebrasi para pemain Irak merayakan gol ke gawang Indonesia yang dicetak Aymen Hussein (kedua kiri) melalui eksekusi penalti pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Arnold juga menambahkan Presiden Asosiasi Sepak Bola Irak, Adnan Dirjal, terus bekerja tanpa henti untuk menyiapkan segala hal demi mewujudkan mimpi rakyat Irak tampil di Piala Dunia.

“Karena itu kami membutuhkan keputusan ini secepat mungkin,” kata Arnold.

Putaran final Piala Dunia akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli.

Sejauh ini belum ada tanggapan langsung dari FIFA terkait usulan Arnold tersebut.

Sementara itu, Timnas Kaledonia Baru,  Jamaika, dan Republik Demokratik Kongo akan bertolak ke Guadalajara akhir bulan ini untuk mengikuti playoff tiga tim lainnya demi memperebutkan tiket ke putaran final Piala Dunia.   

Sumber: Reuters

Berita Terkait