Sistem Peringatan Kecelakaan MotoGP Segera Aktif? Revolusi GPS 2027 Jadi Kunci

MotoGP tengah bersiap menghadirkan inovasi keselamatan baru yang berpotensi mengubah cara pembalap menerima peringatan saat terjadi kecelakaan di lintasan.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 10 Maret 2026, 19:00 WIB
Pecco Bagnaia saat alami crash pada Main Race MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans. (Loic VENANCE / AFP)

Bola.com, Jakarta - MotoGP tengah bersiap menghadirkan inovasi keselamatan baru yang berpotensi mengubah cara pembalap menerima peringatan saat terjadi kecelakaan di lintasan. Sistem peringatan kecelakaan berbasis sensor dan perangkat lunak kini hampir siap digunakan secara penuh.

Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi secara otomatis ketika seorang pembalap terjatuh. Setelah kecelakaan teridentifikasi, motor yang terlibat akan mengirimkan sinyal ke sistem timekeeping yang kemudian memberi peringatan kepada pembalap lain di area berbahaya.

Advertisement

Peringatan tersebut akan muncul melalui lampu belakang motor yang berkedip. Lampu ini diharapkan dapat memberikan sinyal bahaya yang lebih cepat dan jelas dibandingkan sistem konvensional seperti bendera kuning, panel pinggir lintasan, atau notifikasi di dashboard motor.

Meski berbagai komponen sistem sudah siap digunakan, MotoGP masih menghadapi satu tantangan teknis penting sebelum teknologi ini benar-benar diterapkan secara penuh.


Revolusi GPS Jadi Kunci Sistem Berjalan

MotoGP - Ilustrasi logo MotoGP. (Bola.com/Adreanus Titus)

Direktur Teknologi MotoGP, Corrado Cecchinelli, menjelaskan bahwa sistem peringatan kecelakaan sebenarnya sudah hampir siap digunakan. Namun, masih ada satu elemen penting yang harus disempurnakan terlebih dahulu.

Elemen tersebut adalah sistem pelacakan posisi pembalap yang lebih presisi. MotoGP saat ini memang menggunakan GPS, tetapi perangkat tersebut terutama dipasang untuk kebutuhan siaran televisi dan belum memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi.

“Begitu kami yakin memiliki sistem pelacakan posisi pembalap yang akurat dan andal, kami akan bisa menerapkan sistem peringatan kecelakaan,” jelas Cecchinelli.

“Perkiraan saya adalah tahun 2027, karena pada tahun itu kami sudah merencanakan revolusi besar dalam sistem GPS kami,” tambahnya.

Menurut Cecchinelli, GPS yang digunakan saat ini belum mampu menentukan secara presisi apakah motor yang berhenti berada di lintasan balap atau di jalur servis di dekatnya. Sistem juga belum bisa memastikan secara akurat apakah seorang pembalap masih berada di zona bahaya tepat saat kecelakaan terjadi.


Komponen Sistem Sudah Siap

Meski menunggu peningkatan teknologi GPS, sebagian besar elemen sistem sebenarnya sudah berfungsi dengan baik. Perangkat lunak pendeteksi kecelakaan mampu mengidentifikasi insiden secara otomatis melalui sensor di motor.

Selain itu, komunikasi dua arah antara motor dan Race Direction juga telah berjalan dengan baik. Sistem bahkan sudah bisa menyalakan lampu peringatan di motor pembalap lain secara langsung dari pusat kontrol balapan.

“Kami sudah melakukan banyak eksperimen. Menyalakan lampu peringatan dari Race Direction sudah bisa dilakukan sekarang. Sistem pendeteksi kecelakaan juga sudah bekerja, meskipun masih ada beberapa kesalahan deteksi,” ujar Cecchinelli.

Ia menambahkan bahwa kesalahan deteksi tersebut kini hampir sepenuhnya teratasi. Namun, MotoGP ingin memastikan sistem ini benar-benar sempurna sebelum diterapkan secara resmi di lintasan.

Karena itulah, MotoGP memilih menunggu hingga sistem GPS generasi baru siap digunakan. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, teknologi peringatan kecelakaan otomatis ini kemungkinan mulai dioperasikan secara penuh pada musim 2027.

Berita Terkait