Atletico Mengamuk, Tottenham Runtuh: 30 Menit Paling Gila dalam Sejarah Liga Champions?

Awal laga yang Gila! Atletico hancurkan Tottenham dalam 30 menit pertama saat kedua tim jumpa di leg pertama 16 besar Liga Champions.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Maret 2026, 09:45 WIB
Julian Alvarez dari Atletico Madrid, kanan, mencetak gol kelima timnya selama leg pertama pertandingan babak 16 besar Liga Champions antara Atletico Madrid dan Tottenham di Madrid, Spanyol, Rabu (11-3-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Bola.com, Jakarta - Atletico Madrid tampil menggila saat menjamu Tottenham Hotspur dalam laga leg pertama 16 besar Liga Champions di Civitas Metropolitano, Madrid, Rabu (11-3-2026) dini hari WIB.

Dalam 30 menit pertama yang penuh kekacauan, tim tuan rumah sudah melesat unggul 4-1 dalam satu di antara awal pertandingan paling liar dalam sejarah kompetisi tersebut.

Advertisement

Tottenham datang ke Spanyol dengan harapan bisa membangun momentum sekaligus menjauh sejenak dari hasil buruk mereka di Premier League. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: Spurs runtuh sejak awal pertandingan.

Bahkan, mereka sudah tertinggal empat gol hanya dalam 22 menit, catatan yang menjadi satu di antara kebobolan tercepat dengan selisih tersebut dalam sejarah Liga Champions.

Berikut rangkaian kejadian dramatis pada babak pertama.


Kesalahan Lini Belakang Spurs

Kiper Tottenham Hotspur bernomor punggung 31, Antonin Kinsky, kebobolan gol pembuka yang dicetak oleh gelandang Atletico Madrid bernomor punggung 14, Marcos Llorente, asal Spanyol, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 11 Maret 2026. (Javier SORIANO / AFP)

Menit 6 – Atletico Madrid 1-0 Tottenham (Marcos Llorente)

Kiper muda, Antonin Kinsky, yang menjalani debutnya mencoba membangun serangan dari belakang, mengikuti tren sepak bola modern.

Namun, upaya itu berujung petaka. Kinsky terpeleset dan kehilangan bola, yang langsung direbut lawan.

Bola kemudian dialirkan ke sisi kanan kepada Julian Alvarez. Penyerang Argentina itu dengan cerdas memberikan umpan kepada Marcos Llorente, yang dengan tenang menaklukkan Kinsky yang sudah berada di posisi kurang ideal.

Menit 14 – Atletico Madrid 2-0 Tottenham (Antoine Griezmann)

Delapan menit kemudian, lini belakang Tottenham kembali melakukan kesalahan.

Bek andalan Spurs, Micky van de Ven, terpeleset sehingga bola melewatinya begitu saja. Situasi tersebut dimanfaatkan oleh Antoine Griezmann yang langsung menerobos ke depan.

Griezmann kemudian melepaskan penyelesaian tenang untuk memperbesar keunggulan Atletico, sementara malam buruk Kinsky terus berlanjut.


Situasi Spurs Memburuk

Kiper Tottenham Hotspur asal Republik Ceko bernomor punggung 31, Antonin Kinsky (kanan), dipeluk oleh kiper Tottenham Hotspur asal Italia bernomor punggung 1, Guglielmo Vicario, saat ia diganti dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico de Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 10 Maret 2026. (Thomas COEX/AFP)

Menit 15 – Atletico Madrid 3-0 Tottenham (Julian Alvarez)

Kurang dari dua menit setelah gol kedua, situasi Tottenham makin buruk.

Bola dikembalikan ke Kinsky di area pertahanan. Dalam situasi itu sebenarnya ia hanya perlu mengalirkan bola dengan aman atau menyapu jauh dari area berbahaya.

Namun, sentuhannya tidak sempurna. Alvarez yang sigap langsung merebut bola dan menggulirkannya ke gawang kosong.

Saat itu tekanan terhadap pelatih Spurs, Igor Tudor, mulai terasa karena timnya tampak runtuh bahkan lebih cepat dibanding beberapa pertandingan terakhir mereka.

Menit 17 – Kinsky diganti Vicario

Tak lama setelah gol ketiga, Tudor memutuskan menarik Kinsky dan memasukkan Guglielmo Vicario untuk menenangkan situasi.

Vicario belakangan juga sempat mendapat kritik atas performanya. Keputusan Tudor mengganti Kinsky begitu cepat menuai sorotan, terlebih karena ia tidak memberikan respons apa pun kepada kiper muda tersebut saat meninggalkan lapangan.


Periode Dramatis

Penyerang Atletico Madrid asal Argentina bernomor punggung 19, Julian Alvarez, merayakan gol kelima timnya bersama penyerang Atletico Madrid asal Prancis bernomor punggung 07, Antoine Griezmann (kiri), selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico de Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 11 Maret 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Menit 22 – Atletico Madrid 4-0 Tottenham (Robin Le Normand)

Kekacauan Tottenham belum berakhir.

Enam menit setelah gol ketiga, Alvarez memenangkan tendangan bebas yang kemudian dieksekusi oleh Griezmann.

Vicario sempat menepis bola pertama dengan baik, tetapi bek Robin Le Normand berada di posisi tepat untuk menyambar bola dan memasukkannya ke gawang.

Hanya dalam 22 menit, Tottenham sudah tertinggal empat gol.

Menit 26 – Atletico Madrid 4-1 Tottenham (Pedro Porro)

Namun, pesta gol belum selesai.

Bek Tottenham Pedro Porro berhasil memperkecil ketertinggalan setelah melepaskan diri dari penjagaan di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah yang masuk ke gawang.

Setelah itu, tempo pertandingan mulai mereda. Tidak ada gol tambahan hingga akhir babak pertama.

Meski demikian, 26 menit awal pertandingan tersebut akan lama dikenang sebagai satu di antara periode paling dramatis dalam sejarah Liga Champions.

 

Sumber: TNT Sports

Berita Terkait