Chelsea Dibantai PSG, Liam Rosenior Salahkan 15 Menit Terakhir yang Sangat Gila

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengakui sangat kecewa setelah timnya dibantai 2-5 oleh tuan rumah Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 12 Maret 2026, 09:00 WIB
Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut menjadi kandidat terkuat calon manajer anyar Chelsea, menggantkan Enzo Maresca. (AFP/Frederick FLORIN)

Bola.com, Jakarta - Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengakui sangat kecewa setelah timnya dibantai 2-5 oleh tuan rumah Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Rosenior juga meminta maaf atas nama klub gara-gara kekalahan tersebut. 

Harapan Chelsea melenggang ke babak delapan besar kini di ujung tanduk. The Blues kemungkinan besar tersingkir di babak 16 besar pekan depan. Namun, cara mereka kalah terasa sangat menyakitkan.

Advertisement

Chelsea sempat dua kali bangkit setelah tertinggal dan terlihat mampu mengakhiri laga dengan hasil imbang.

Namun pada menit ke-74, umpan kiper Filip Jørgensen dipotong dengan mudah oleh Bradley Barcola. Bola kemudian diberikan kepada pemain pengganti Khvicha Kvaratskhelia yang mengoper kepada Vitinha untuk mencungkil bola melewati kiper yang sudah terlanjur keluar dari posisinya.

Setelah gol tersebut, Chelsea benar-benar runtuh. Kvaratskhelia mencetak dua gol tambahan di akhir laga, sementara terjadi insiden tidak menyenangkan ketika Pedro Neto menjatuhkan seorang ball boy saat berebut bola.

Tak lama kemudian, wakil kapten Enzo Fernandez terlihat memarahi kipernya setelah kesalahan lain yang berujung gol PSG yang akhirnya dianulir.

Penampilan berani Chelsea selama sebagian besar pertandingan akhirnya ternodai oleh keruntuhan mental dalam 15 menit terakhir. Sebelumnya mereka sempat terlihat cukup kuat untuk membawa hasil positif ke Stamford Bridge, setelah gol penyama kedudukan dari Malo Gusto dan Fernandez membalas gol dari Barcola serta Ousmane Dembele.

 


Rosenior Bertanggung Jawab

Bek Maroko Paris Saint-Germain #02, Achraf Hakimi (C), dan bek Brasil Paris Saint-Germain #05, Marquinhos, menahan gelandang Chelsea #08, Enzo Fernandez, setelah penyerang Portugal Chelsea #07, Pedro Neto (tidak ada di gambar), mendorong seorang anak gawang (Kiri Bawah) selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea di stadion Parc des Princes di Paris pada 12 Maret 2026. (JULIEN DE ROSA/AFP)

“Ini hasil yang sangat mengecewakan pada malam di mana untuk sebagian besar pertandingan kami sebenarnya cukup puas. 15 menit terakhir benar-benar gila," kata Rosenior setelah pertandingan, seperti dikutip dari AP

“Itu tanggung jawab saya. Kami harus lebih baik saat menghadapi kesalahan atau kemunduran. Anda harus tetap tenang pada momen seperti itu, termasuk saya.”

“Ini terasa menyakitkan karena selama 75 menit kami masih berada dalam persaingan.”

 

 


Gol Kelima Sangat Menyakitkan

Duel Nuno Mendes dan Malo Gusto dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (AP Photo/Michel Euler)

Setelah pertandingan ini, keputusan Rosenior terkait posisi penjaga gawang kemungkinan akan mendapat sorotan tajam. Jorgensen dimainkan setelah menggusur Robert Sanchez, tetapi setelah kesalahan tersebut sulit melihat ke mana arah keputusan sang pelatih selanjutnya.

“Pemain membuat kesalahan. Filip bukan yang pertama. Pada saat skor 2-2 kami sebenarnya sedang berada dalam momentum bagus," ujar Rosenior. 

“Di level tertinggi, perbedaannya sangat tipis. Gol kelima adalah yang paling menyakitkan. Kami gagal mengantisipasi pola permainan yang sederhana dan mereka mencetak gol kelima yang membuat situasi menjadi sangat sulit," imbuh dia. 

 

 

 


Menembak Kaki Sendiri

Penyerang Chelsea asal Portugal bernomor punggung 07, Pedro Neto (kiri), membantu seorang anak gawang setelah mendorongnya saat pertandingan sepak bola leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea di stadion Parc des Princes di Paris pada 12 Maret 2026. (JULIEN DE ROSA/AFP)

Neto sempat memberikan kausnya kepada ball boy yang ia jatuhkan, tetapi insiden itu tetap meninggalkan kesan pahit di malam yang buruk bagi Chelsea.

“Jika ada sesuatu dari pihak kami yang tidak pantas, saya meminta maaf atas nama klub,” kata Rosenior.

Chelsea sebenarnya tampil berani dengan datang ke markas juara Eropa dan berusaha meladeni permainan mereka. Namun, kepolosan tim London Barat itu justru menjadi bumerang.

Mereka terlalu santai menghadapi ancaman PSG, memberikan ruang bagi Dembele dan Barcola, kurang agresif dalam perebutan bola kedua, serta terlalu mudah kehilangan bentuk saat menghadapi transisi cepat lawan.

“Kami menembak kaki sendiri dan membuat duel ini menjadi sangat sulit,” ujar Rosenior.

“Bahkan saat skor 2-4, memang bukan hasil terbaik, tetapi kami masih punya peluang pada leg kedua. Gol kelima itulah yang paling menyakitkan. Ini sesuatu yang harus benar-benar saya perbaiki. Kami sangat dekat untuk menjadi tim yang luar biasa.”

Sumber: AP

Berita Terkait