Set Piece Jadi Kelemahan PSIM di BRI Super League, Jean-Paul van Gastel Singgung Kondisi Donny Warmerdam

Evaluasi muncul setelah PSIM Yogyakarta kembali gagal meraih kemenangan. Laskar Mataram ditahan Persijap Jepara dengan skor 2-2 pada laga pekan ke-25 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026) malam WIB.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 12 Maret 2026, 21:45 WIB
Pemain PSIM Yogyakarta menggelar latihan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Kamis (29/01/2026). (dok. PSIM Yogyakarta)

Bola.com, Yogyakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyoroti masalah bola mati atau set piece yang masih menjadi kelemahan timnya di BRI Super League 2025/2026.

Evaluasi itu muncul setelah PSIM kembali gagal meraih kemenangan. Laskar Mataram ditahan Persijap Jepara dengan skor 2-2 pada laga pekan ke-25 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026) malam WIB.

Advertisement

Hasil tersebut membuat PSIM mencatat dua pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Situasi itu membuat Van Gastel menilai masih ada pekerjaan rumah, khususnya dalam mengantisipasi situasi bola mati.

Saat ini, Laskar Mataram bertengger di peringkat kedelapan klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 38 poin. Hasil dari sembilan menang, 11 imbang, dan lima kekalahan.


Set Piece Jadi Pekerjaan Rumah

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel pada laga kontra Persita Tangerang pada pertandingan pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026. (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Menurut Jean-Paul van Gastel, PSIM sebenarnya memiliki peluang besar untuk memenangkan pertandingan. Namun, kelemahan dalam mengantisipasi set piece kembali menjadi sorotan.

"Saya rasa kami seharusnya memenangkan pertandingan ini, tetapi set piece tampaknya menjadi salah satu kelemahan kami dan kami belum mampu mengendalikan masalah ini," ulas Van Gastel.

Oleh karena itu, juru taktik asal Belanda tersebut memastikan tim pelatih akan kembali mengasah aspek tersebut dalam sesi latihan.

"Kami akan kembali mengulang dan berlatih lagi seperti yang sudah kami lakukan sepanjang musim, karena ini memang menjadi salah satu kelemahan kami," katanya.


Menanti Performa Terbaik Donny Warmerdam

Gelandang PSIM Yogyakarta, Donny Warmerdam. (Dok PSIM)

Selain itu, Jean-Paul van Gastel juga menyinggung perkembangan gelandang asal Belanda, Donny Warmerdam, yang perlahan mulai kembali mendapatkan menit bermain.

Donny sebelumnya lama menepi karena cedera dan baru menjalani debut resmi bersama PSIM saat menghadapi Bali United pada pekan ke-22 BRI Super League di Stadion Sultan Agung (23/2/2026).

Sejauh ini pemain berusia 24 tahun tersebut sudah tampil dalam tiga laga. Selain melawan Bali United, Donny dimainkan saat juma PSBS Biak dan Persijap dengan total 24 menit bermain.

"Dia semakin bugar setiap Minggu. Seperti yang saya katakan, 'kembali' itu tidak sama dengan 'tersedia'. Jika dia sudah tersedia, bukan berarti dia sudah kembali ke performa puncaknya 100 persen," ujar Van Gastel.

"Fokus saya adalah mencoba memenangkan setiap laga dan memilih tim terbaik. Jika dia cocok dalam skema tim utama, dia akan bermain. Jika tidak, dia akan berada di bangku cadangan. Tapi saya senang dia sudah kembali tersedia untuk tim," pungkasnya.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait