Thibaut Courtois Luruskan Spekulasi di Balik Pemecatan Xabi Alonso: Klub Ini Bukan Taman Kanak-Kanak

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, meluruskan berbagai spekulasi mengenai kepergian Xabi Alonso.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 14 Maret 2026, 07:30 WIB
Real Madrid melaju ke babak 16 besar dan akan bertemu dengan Sporting atau Manchester City sebagai lawan mereka. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Bola.com, Madrid - Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, meluruskan berbagai spekulasi mengenai kepergian Xabi Alonso.  Dia mengungkapkan fakta tersebut setelah kemenangan telak Los Blancos atas Manchester City dengan skor 3-0 di leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. 

Courtois membantah keras anggapan bahwa para pemain berada di balik hengkangnya Alonso. 

Advertisement

“Anda pikir ini taman kanak-kanak dan kami bisa melakukan apa saja yang kami mau. Itu tidak benar.,” kata Courtois dengan nada kesal di mixed zone Stadion Bernabeu, seperti dikutip 

Kiper asal Belgia tersebut juga menegaskan satu hal, tidak ada pemain yang menjatuhkan Alonso.

Madrid memulai musim ini di bawah arahan Alonso. Meski sempat meraih sejumlah hasil positif, tekanan justru meningkat setelah mereka unggul lima poin atas Barcelona usai kemenangan di laga El Clasico pada Oktober 2025. 

Ketegangan mulai terlihat ketika Vinicius Junior menunjukkan gestur tidak puas kepada pelatihnya setelah ditarik keluar dalam sebuah pertandingan. Insiden itu dianggap sebagai gambaran adanya ketidakpuasan di ruang ganti terhadap penerus Carlo Ancelotti tersebut.

Situasi semakin memburuk ketika Madrid hanya meraih dua kemenangan dari delapan pertandingan antara November hingga awal Desember. 2025 Kekalahan dari Manchester City di Liga Champions disebut-sebut sebagai titik balik krisis.

 


Alonso Dipecat, Diganti Arbeloa

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso memberikan perintah dari pinggir lapangan saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Di tengah periode buruk itu, muncul laporan bahwa Vinicius menolak membahas kontrak baru selama Alonso masih melatih tim.

Meski begitu, manajemen Madrid tetap bersabar dan sempat mendapat hasil positif lewat lima kemenangan beruntun menjelang final Piala Super Spanyol melawan Barcelona.

Namun kekalahan 2-3 dari rival abadi tersebut memperburuk situasi. Berbeda dengan sejumlah laporan yang beredar saat itu, Alonso akhirnya tetap dipecat.

Setelah kepergian Alonso, Alvaro Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih sementara. Namun perjalanan Madrid di bawah Arbeloa belum sepenuhnya meyakinkan.

 


Bantah Ruang Ganti Madrid Punya Kekuatan Besar

Kiper Real Madrid asal Belgia #01, Thibaut Courtois, bereaksi setelah memenangkan pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Real Madrid dari Spanyol dan Borussia Dortmund dari Jerman di stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, Minggu dini hari WIB (6-7-2025). (JUAN MABROMATA/AFP)

Los Blancos sempat menelan kekalahan dari Albacete Balompie, SL Benfica, Osasuna, dan Getafe, meskipun beberapa kemenangan juga diraih. Namun semuanya berubah pada laga melawan Manchester City. Madrid tampil sangat dominan dan mencatat kemenangan 3-0.

Courtois juga menanggapi laporan yang menyebut ruang ganti Madrid memiliki kekuatan besar hingga memengaruhi keputusan pelatih.

“Tidak ada yang menjatuhkan Xabi,” tegasnya.

 


Bersikap Profesional

Kylian Mbappe dan Xabi Alonso saat Real Madrid takluk 0-4 dari PSG pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025. (JUAN MABROMATA / AFP)

Ia juga menanggapi kritik bahwa para pemain tidak menyukai metode latihan Alonso, termasuk sesi analisis video yang cukup panjang.

“Saya pernah dilatih Antonio Conte di Chelsea, dan kami bisa menonton video sampai satu jam. Saya tidak masalah, karena kami profesional. Itu bagian dari pekerjaan,” ujar Courtois.

Ia menambahkan bahwa pemain sepak bola profesional memang harus mempersiapkan pertandingan secara serius.

“Dalam beberapa bulan pertama bersama Xabi semuanya berjalan baik. Kami memang mengalami periode sulit, tetapi kami bukan yang memegang kendali. Pelatihlah yang bertanggung jawab dan kami harus menghormatinya.”

Sumber: Sport Illustrated

 

Berita Terkait