UEFA Tanggapi Desakan Presiden FIFA, Gianni Infantino, soal Pencabutan Sanksi Rusia

UEFA merespons desakan Presiden FIFA, Gianni Infantino, soal pencabutan sanksi terhadap Rusia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Maret 2026, 21:00 WIB
Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - UEFA menegaskan belum akan mencabut larangan terhadap Rusia di kompetisi sepak bola internasional, meski Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menyarankan agar negara tersebut dipertimbangkan untuk kembali berpartisipasi.

Rusia pertama kali dijatuhi sanksi oleh FIFA dan UEFA pada Februari 2022 setelah melancarkan invasi ke Ukraine.

Advertisement

Sejak saat itu, Timnas Rusia dilarang mengikuti seluruh kompetisi internasional, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar serta kualifikasi Euro 2024 dan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara.

Namun, menjelang putaran final Piala Dunia 2026, Infantino menyatakan FIFA akan "pasti" mempertimbangkan kemungkinan mencabut larangan tersebut.

"Kami harus mempertimbangkannya, karena larangan ini tidak menghasilkan apa pun," kata Infantino.

"Larangan itu hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian."

Ia juga menilai memberi kesempatan bagi pemain muda Rusia untuk kembali bertanding di Eropa dapat membawa dampak positif.

"Jika anak-anak perempuan dan laki-laki dari Rusia bisa bermain sepak bola di berbagai bagian Eropa, itu akan membantu," ujarnya.


Ukraina Mengecam

Seorang warga setempat berdiri di depan tugu peringatan sementara untuk tentara Ukraina di Lapangan Kemerdekaan, Kyiv, saat peringatan keempat invasi Rusia ke Ukraina, Selasa 24 Februari 2026. Hari ini, perang Rusia-Ukraina yang pecah pada 24 Februari 2022 telah berlangsung selama empat tahun. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Pernyataan Infantino memicu kritik keras dari sejumlah pejabat Ukraina, termasuk Menteri Olahraga, Matvii Bidnyi. Ia menilai komentar tersebut tidak sensitif terhadap situasi yang masih berlangsung akibat perang.

Bidnyi bahkan menyebut pernyataan Infantino sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan kekanak-kanakan.

"Pernyataan itu memisahkan sepak bola dari kenyataan di mana anak-anak sedang dibunuh," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejak dimulainya agresi penuh Rusia, ratusan atlet Ukraina telah kehilangan nyawa.

"Perlu saya ingatkan bahwa sejak awal agresi skala penuh Rusia, lebih dari 650 atlet dan pelatih Ukraina telah dibunuh oleh Rusia. Di antara mereka terdapat lebih dari seratus pemain sepak bola," ungkap sang menteri.


Kremlin Menyambut

Presiden Rusia, Vladimir Putin memperlihatkan FAN ID untuk Piala Dunia FIFA 2018 di saksikan Presiden FIFA, Gianni Infantino di Sochi, Kamis (3/5). (Alexey NIKOLSKY/SPUTNIK/AFP)

Di sisi lain, komentar Infantino justru disambut positif oleh pemerintah Rusia. Kremlin berharap pernyataan tersebut dapat membuka jalan bagi kembalinya Rusia ke panggung sepak bola internasional.

"Kami telah melihat pernyataan tersebut dan kami menyambutnya. Sudah saatnya untuk memikirkan hal ini," kata Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin.

"Para pesepak bola kami dan tim nasional kami harus mendapatkan kembali hak mereka sepenuhnya. Kami berharap cepat atau lambat diskusi seperti ini akan terjadi di FIFA," imbuh Peskov.


UEFA Tegaskan Sikapnya

Presiden FIFA, Gianni Infantino (kiri), berpose dengan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, setelah menyampaikan pidato di Kongres Biasa UEFA ke-50 di Brussels pada 12 Februari 2026. (Pau BARRENA/AFP)

Meski begitu, UEFA yang memiliki kewenangan untuk mengembalikan Rusia ke kompetisi Eropa menegaskan sikap mereka belum berubah.

Isu tersebut sempat dibahas dalam pertemuan triwulanan UEFA yang berlangsung di Belgium, pekan ini. Namun, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk mencabut larangan terhadap Rusia.

"Posisi UEFA jelas dan tidak berubah, tetapi kami terus memantau semua perkembangan setiap hari," kata Ceferin kepada wartawan dalam Kongres UEFA.

Ceferin sempat tampil bersama Infantino di panggung acara tersebut untuk sesi foto. Meski begitu, ia juga memberi sinyal bahwa kemungkinan perubahan di masa depan tetap terbuka, meskipun hal itu kemungkinan besar bergantung pada berakhirnya perang di Ukraina.

"Dunia berubah sangat cepat hingga sulit untuk diikuti. Kita lihat saja apa yang akan terjadi ke depannya," ujarnya.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait