Perselisihan Hurzeler dan Arteta soal Gaya Main Arsenal Tuntas lewat Pesan Singkat

Mikel Arteta dan Fabian Hurzeler sudah menyelesaikan perselisihan tentang gaya main Arsenal yang sempat jadi polemik, dengan saling berkirim pesan teks.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 Maret 2026, 11:30 WIB
Pascal Gross dan Viktor Gyokeres dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di American Express Stadium, 5 Maret 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memastikan hubungannya dengan Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, tetap baik-baik saja setelah keduanya saling berkirim pesan untuk meluruskan komentar yang sempat memicu polemik.

Sebelumnya, Hurzeler melontarkan kritik terhadap gaya bermain Arsenal usai timnya kalah 0-1 dari pemuncak klasemen Premier League pekan lalu.

Advertisement

Ia menuding The Gunners seolah membuat aturan sendiri dalam pertandingan tersebut.

Namun, pada Jumat waktu setempat, kedua manajer mengungkapkan bahwa mereka sudah saling menghubungi melalui pesan singkat setelah komentar tersebut ramai diperbincangkan.

"Tidak ada yang bersifat pribadi. Saya sudah mengatakan sebelumnya, bahwa saya sangat menghormatinya dan melihat dia sebagai salah satu manajer terbaik di Premier League," ujar Hurzeler dalam konferensi pers, Jumat.

"Saya senang melihat mereka bermain dan saya juga sangat mengagumi banyak aspek dari apa yang mereka lakukan," imbuhnya.

 

 


Pesan Hurzeler

Pelatih kepala Brighton asal Jerman, Fabian Hurzeler, tiba menjelang dimulainya pertandingan putaran keempat Piala FA Inggris antara Liverpool dan Brighton and Hove Albion di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 14 Februari 2026. (Darren Staples/AFP)

Hurzeler menjelaskan bahwa ia langsung mengirim pesan kepada Arteta untuk menyampaikan rasa hormatnya kepada seluruh pihak di Arsenal.

"Saya mengirim pesan kepadanya dan mengatakan hal yang sama, bahwa saya sangat menghormati semua orang di Arsenal. Saya juga akan menjadi orang pertama yang memberi selamat kepadanya ketika mereka memenangkan Premier League, karena jika mereka memenangkannya, mereka benar-benar pantas mendapatkannya," kata Hurzeler.

"Di sisi lain, ada hal-hal yang membuat saya emosional. Saya adalah orang yang berpegang pada prinsip. Saya juga berpegang pada pendapat saya, meskipun itu menimbulkan banyak perbincangan," kata pelatih asal Jerman itu.

 


Hubungan Tetap Baik

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berdiri di tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Sementara itu, Arteta enggan membeberkan isi percakapannya dengan Hurzeler.

Pelatih asal Spanyol itu hanya menegaskan bahwa hubungan keduanya tetap baik, sambil kembali membela pendekatan permainan Arsenal menjelang laga melawan Everton, Minggu (15-3-2026) dini hari WIB.

"Itu percakapan pribadi," ujar Arteta.

"Dia sudah menyampaikannya secara terbuka dan sekarang juga menjelaskan kembali komentarnya sebelumnya. Menurut saya itu menunjukkan banyak hal positif tentang dirinya sebagai pribadi."

"Jadi, saya menghargai itu. Selebihnya, saya rasa dia pelatih yang fantastis. Pekerjaan yang dia lakukan di Brighton juga sangat, sangat bagus."

 


Kritik terhadap Arsenal

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Sejumlah kritik terhadap Arsenal belakangan ini menyoroti ketergantungan mereka pada situasi bola mati serta gaya bermain yang dianggap sebagian pihak kurang menarik atau indah.

Arteta tidak merasa perlu meminta maaf atas pendekatan tersebut.

"Itulah sebabnya ada aturan. Jika kita tidak ingin melihat lemparan jauh, itu sangat sederhana," katanya.

"Berikan saja empat detik untuk lemparan jauh jika memang diperlukan. Tapi, masalah terbesar sebenarnya adalah penjagaan satu lawan satu, percayalah."

"Lalu, semua manajer harus sepakat: jika Anda tidak bisa bertahan dengan sistem satu lawan satu, maka besok Anda akan melihat liga yang berbeda. Saya jamin, liga yang berbeda."

 


Gaya Main dan Perburuan Gelar

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberi instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Saat ini Arsenal unggul tujuh poin di puncak klasemen dari Manchester City yang berada di posisi kedua dan masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Ketika ditanya apakah gaya bermain menjadi faktor penting dalam perburuan gelar, Arteta menegaskan bahwa yang terpenting adalah memenangkan pertandingan.

"Ini tentang memainkan sepak bola terbaik yang bisa Anda mainkan. Permainan menuntut Anda melakukan apa pun yang memberi peluang terbaik untuk menang, itu saja," jawabnya.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait