Joan Laporta Kembali Memimpin Barcelona untuk 5 Tahun ke Depan: Asa di Tengah Tantangan Finansial dan Ambisi Sepak Bola

Dengan perolehan suara mencapai hampir 68 persen, Joan Laporta mengungguli pesaingnya, Victor Font, dan memperkuat posisinya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah kepemimpinan Barcelona.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 16 Maret 2026, 08:30 WIB
Joan Laporta. (Foto: Skysports)

Bola.com, Jakarta - Joan Laporta resmi kembali memimpin FC Barcelona untuk periode lima tahun ke depan setelah memenangkan pemilihan presiden klub yang digelar pada Senin (16/3/2026) dini hari WIB.

Dengan perolehan suara mencapai hampir 68 persen, Joan Laporta mengungguli pesaingnya, Victor Font, dan memperkuat posisinya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah kepemimpinan Barcelona.

Advertisement

Kemenangan ini bukan hanya kemenangan politik internal klub, tetapi juga momentum penting yang membawa harapan, sekaligus pertanyaan besar, bagi masa depan Barcelona di panggung domestik maupun Eropa.

 
 

Kemenangan Telak dengan Dukungan Mayoritas Anggota Klub

Presiden Barcelona, Joan Laporta. (Pau BARRENA / AFP)

Pemilihan presiden Barcelona yang digelar serentak dengan laga kandang melawan Sevilla di Camp Nou mencatat partisipasi lebih dari 48.000 anggota dari total 114.000 anggota terdaftar.

Proses pemungutan suara dilakukan di lima lokasi, termasuk Camp Nou dan tempat pemungutan suara di wilayah Catalonia serta Andorra, menunjukkan betapa seriusnya proses demokratis dalam klub yang dikelola secara koperatif ini.

Joan Laporta meraih kemenangan telak dengan 68 persen suara, sementara Victor Font hanya mengantongi sekitar 30 persen.

Font menyerah dengan elegan dan mengucapkan selamat kepada Laporta, meskipun dalam pernyataannya ia menekankan visi berbeda yang ingin ia bawa untuk Barcelona, visi yang lebih dekat dengan basis suporter dan akar budaya klub.

Kemenangan Laporta mencerminkan mayoritas anggota klub masih menaruh kepercayaan kepadanya untuk melanjutkan transformasi yang telah dimulai sejak 2021.


Warisan Keuangan yang Kontroversial, tapi Performa Tim yang Mengilhami

Presiden Barcelona, Joan Laporta saat bersama rekrutan anyar tim Marcus Rashford. (X/Barcelona)

Salah satu isu utama dalam kampanye kali ini adalah kondisi keuangan Barcelona. Di bawah kepemimpinan Laporta, utang klub naik dari 1,3 miliar euro menjadi lebih dari 2 miliar euro.

Kritik dari kubu Font menuding bahwa kebijakan Laporta, seperti melepas Messi ke Paris Saint-Germain (PSG) dan menjual sebagian hak siar liga, telah merusak warisan masa depan klub.

Namun, Laporta membela keputusannya dengan argumentasi ia menyelamatkan klub dari kebangkrutan total pasca-era Bartomeu dan pandemi.

Laporta menekankan bahwa pengeluaran gaji pemain telah turun signifikan, sementara pendapatan klub meningkat melalui restrukturisasi dan komersialisasi.

Selain itu, kenaikan utang sebagian besar digunakan untuk renovasi Camp Nou yang telah lama tertunda, proyek yang diproyeksikan meningkatkan pendapatan jangka panjang begitu rampung.

Dalam konteks olahraga, performa tim utama di bawah arahan Hansi Flick menjadi faktor kunci dalam memperkuat citra Laporta. Kemenangan besar 5-2 atas Sevilla, digelar bersamaan dengan pemilihan, menjadi simbol kebangkitan tim.

Kehadiran bintang muda seperti Lamine Yamal juga menambah semangat dan rasa optimistis Barcelona kini berada di jalur yang benar, baik dari segi permainan maupun pembinaan generasi penerus.


Stabilitas Masa Depan: Flick Bertahan, Visi Jangka Panjang Terus Berjalan

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara dengan Andreas Christensen saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Stadion Vallecas, Madrid, Spanyol, Senin, 1 September 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Kemenangan Laporta turut mengamankan masa depan Hansi Flick sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, spekulasi merebak Flick mungkin akan mundur jika Font menang, karena perbedaan visi manajerial.

Dengan Laporta tetap di kursi presiden, stabilitas tim diharapkan terjaga. Kerja sama antara presiden dan pelatih kini bisa berlanjut untuk mewujudkan proyek jangka panjang, termasuk pembinaan akademi La Masia dan ekspansi komersial.

Laporta telah menyatakan masa jabatan barunya bukan sekadar perpanjangan, melainkan penyelesaian pekerjaan yang belum tuntas.

Ia berambisi menuntaskan renegosiasi aset, menyelesaikan proyek Espai Barça, serta membawa Barcelona kembali ke puncak Eropa.

Dengan kombinasi dukungan anggota, progres finansial bertahap, dan kebangkitan tim, Barcelona kini memiliki momentum langka.

Tugas berat masih menanti, tetapi dengan Laporta kembali di kendali, satu hal jelas: era baru Blaugrana sedang ditulis—dengan harapan, keteguhan, dan mimpi yang belum padam.

Sumber: ABCNews, Football Espana

Berita Terkait