Terpilih Lagi Jadi Presiden Barcelona, Joan Laporta: Pintu untuk Lionel Messi Kembali Selalu Terbuka

Joan Laporta siap menyambut kembali Lionel Messi jika sang bintang asal Argentina itu berminat kembali ke Camp Nou dengan menyatakan pintu selalu terbuka bagi sang megabintang untuk kembali.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 17 Maret 2026, 13:30 WIB
Kemenangan ini membuat Inter Miami berada di puncak klasemen wilayah timur MLS dengan 74 poin. Itu merupakan rekor poin terbanyak Inter Miami dalam satu musim. (AFP/Chris Arjoon)

Bola.com, Jakarta - Kemenangan telak Joan Laporta dalam pemilihan presiden Barcelona menandai babak baru dalam sejarah klub raksasa Spanyol tersebut. Laporta juga menyampaikan pesan hangat kepada legenda hidup Barcelona, Lionel Messi.

Joan Laporta siap menyambut kembali Lionel Messi jika sang bintang asal Argentina itu berminat kembali ke Camp Nou dengan menyatakan pintu selalu terbuka bagi sang megabintang untuk kembali.

Advertisement

Pemilu yang digelar pada Minggu (15/3/2026) diikuti oleh 48.480 anggota klub, dan Laporta unggul dengan 68,1 persen suara, mengungguli penantangnya, Victor Font.

Kemenangan ini memperpanjang masa jabatannya hingga 2031 dan memberinya mandat untuk melanjutkan transformasi besar-besaran yang telah dimulainya sejak kembali menjabat pada 2021.

 
 

Pintu Selalu Terbuka untuk Messi

Penyerang Barcelona Lionel Messi (tengah) menggiring bola melewati pemain Real Madrid Toni Kroos dan Luka Modric saat bertanding pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Rabu (6/2). (AP Photo/Emilio Morenatti)

Dalam pidato kemenangannya, Joan Laporta secara khusus menyampaikan pesan kepada Lionel Messi, yang meninggalkan Barcelona pada 2021 karena krisis keuangan klub dan sejak itu tampil gemilang bersama Paris Saint-Germain (PSG) di Ligue 1 dan kini bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS).

Meskipun sempat terjadi ketegangan di masa lalu, termasuk tuduhan dari mantan pelatih Barcelona, Xavi, bahwa Laporta menghalangi kepulangan Messi pada 2023, sang presiden kini mempersembahkan jembatan rekonsiliasi.

"Leo akan selalu terhubung dengan Barcelona dengan cara apa pun yang dia inginkan," kata Laporta.

"Dia layak mendapat pertandingan penghormatan dan juga patung. Itu akan sangat berarti. Hanya Ladislao Kubala dan Johan Cruyff yang saat ini memiliki patung di stadion."

"Pintu di Barcelona selalu terbuka untuknya, kapan pun dia mau, agar bisa terus memperkuat dan membawa kejayaan bagi institusi ini," lanjutnya.

Pernyataan ini melambangkan upaya Laporta untuk memperbaiki hubungan yang pernah renggang, sekaligus menghormati warisan Messi di Camp Nou.


Kembali ke Akar: Dari Era Emas hingga Masa Transisi

Presiden Barcelona, Joan Laporta. (Pau BARRENA / AFP)

Joan Laporta pertama kali menjabat sebagai presiden Barcelona dari 2003 hingga 2010, era yang dikenang sebagai masa kejayaan klub.

Di bawah kepemimpinannya, Barcelona menjadi kekuatan dominan di Eropa, memenangkan banyak gelar La Liga dan Liga Champions, sebagian besar berkat kehadiran Messi yang saat itu berkembang menjadi bintang global.

Namun, keputusan mempertahankan Laporta pada 2021 juga identik dengan perubahan besar, termasuk keluarnya Messi ke PSG karena ketidakmampuan klub mempertahankannya secara finansial. Kepergian itu meninggalkan duka mendalam bagi para suporter.

Kini, dengan keuangan klub yang diklaim mulai pulih dan proyek renovasi Camp Nou yang berjalan, Joan Laporta ingin membangun lagi fondasi tim yang kuat, baik di level pria maupun wanita.


Visi Masa Depan: Gelar, Stadion Baru, dan Tim Wanita yang Kompetitif

Tampilan umum Stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol, pada Jumat, 7 November 2025, menjelang sesi latihan pertama tim di stadion setelah renovasi. (AP Photo/Joan Monfort)

Dengan Barcelona saat ini memuncaki klasemen La Liga dan berambisi melaju ke perempat final Liga Champions, Laporta mengutarakan prioritas utamanya untuk lima tahun ke depan:

"Untuk terus membangun tim hebat dengan Flick di bangku pelatih. Untuk meraih gelar, karena itulah yang dicintai fans, tetapi juga untuk bermain dengan indah," ujarnya.

"Dan untuk menyelesaikan renovasi stadion di tengah masa jabatan, karena ini menjamin masa depan klub secara finansial sekaligus menyediakan venue yang layak untuk menghadirkan pertunjukan di lapangan," lanjutnya.

Laporta juga menekankan pentingnya menguatkan tim wanita Barcelona, yang telah menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola wanita Eropa, serta memperluas basis ekonomi klub.

"Kami ingin tim wanita tetap sangat kompetitif dan terus tumbuh secara ekonomi. Tahun-tahun terbaik dalam hidup kita masih menanti di depan," tegasnya.


Messi dan Harapan untuk Kembali ke Camp Nou

Lionel Messi menangis saat memulai konferensi pers di Stadion Camp Nou, Barcelona, ​​​​Spanyol, Minggu (8/8/2021). Turut datang pada acara ini Presiden Barcelona Joan Laporta, Antonella dan ketiga anak Messi, serta pemain El Azulgrana. (AP Photo/Joan Monfort)

Meski kini berusia 38 tahun, Lionel Messi terus menunjukkan performa kelas dunia. Ia membawa Inter Miami meraih gelar MLS Cup 2025 dan dua penghargaan MVP liga secara beruntun. Namun, hatinya tampak masih terikat dengan Barcelona.

Pada November 2025, Messi membagikan momen haru saat berkeliling Camp Nou yang sedang direnovasi, lewat unggahan di media sosial:

"Tadi malam, saya kembali ke tempat yang sangat saya rindukan dari lubuk hati. Ini tempat di mana saya merasa sangat bahagia, tempat di mana kalian membuat saya merasa seperti orang paling bahagia di dunia berkali-kali. Saya berharap suatu hari nanti saya bisa kembali, dan bukan hanya untuk mengucapkan selamat tinggal sebagai pemain, karena saya tak pernah sempat melakukannya..."

Ungkapan ini memperkuat harapan bagi jutaan suporter Barcelona bahwa kembalinya Messi, bahkan hanya untuk laga perpisahan atau dalam peran kenegaraan, suatu hari bisa menjadi kenyataan. Dengan pintu yang dinyatakan terbuka oleh Laporta, mimpi itu terasa semakin dekat.

Sumber: Deadspin

 
 
 

Persaingan di La Liga Spanyol

Berita Terkait