AFC Beri Penjelasan Alasan Malaysia Tidak Dihukum Seperti Timor Leste Buntut Kasus Naturalisasi Ilegal, Standar Ganda?

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memastikan Timnas Malaysia tidak serta-merta akan menerima hukuman seperti dengan Timnas Timor Leste dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen pemain keturunan.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 17 Maret 2026, 13:45 WIB
Timnas Malaysia. (Bola.com/Dok.Facebook Timnas Malaysia).

Bola.com, Kuala Lumpur - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memastikan bahwa Timnas Malaysia tidak serta-merta akan menerima hukuman seperti dengan Timnas Timor Leste dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen pemain keturunan.

Sekjen AFC, Windsor John Paul, menjelaskan meskipun kedua kasus terlihat mirip di permukaan, ada perbedaan mendasar yang menjadi pertimbangan utama. Perbedaan itu berkaitan dengan waktu terungkapnya pelanggaran yang dilakukan.

Advertisement

"Dalam kasus Timor Leste, kompetisi sudah selesai sebelum pelanggaran ditemukan," ujar Windsor dinukil dari media Malaysia, New Straits Times.

"Ketika turnamen sudah berakhir dan pelanggaran baru ditemukan, Anda tidak bisa memberikan hukuman secara mundur, melainkan harus ke depan, itulah sebabnya Timor Leste dilarang tampil pada edisi berikutnya," jelasnya.


Situasi Diklaim Berbeda

Sekjen PSSI, Yunus Nusi dan anggota Exco PSSI, Muhammad, mengikuti Konferensi Presiden dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Anggota AFC dan Asosiasi Regional 2024 di Seoul, Korea Selatan, pada 30 Oktober-1 November 2024. (Bola.com/Dok.Dokumentasi pribadi).

Menurut Windsor, situasi yang dihadapi Malaysia tidak berada dalam kondisi yang sama dengan Timor Leste. Windsor mengungkapkan bahwa kasus itu terungkap saat turnamen masih berjalan.

"Untuk Harimau Malaya, situasinya berbeda, karena masalah ini ditemukan ketika kompetisi masih berlangsung," ucapnya.

"Anda tidak bisa menyamakan kasus Timor-Leste dengan kasus FAM karena situasinya memang tidak sama," tuturnya.


Masih Bisa Main di Kualifikasi Piala Asia 2027

Saat ini, Malaysia masih berpartisipasi di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 dan berpeluang untuk lolos ke putaran final di Arab Saudi pada Januari 2027.

Malaysia baru saja mendapatkan penolakan banding dari Pengadilan Arbitrase Internasional atau CAS yang tetap memberlakukan hukuman larangan bermain bagi tujuh pemain naturalisasi ilegal.

Ketujuhnya ialah Facundo Tomas Garces Rattaro, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, serta Hector Alejandro Hevel Serrano.


Sanksi untuk Timor Leste

AFC sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Timor Leste (FFTL) dengan melarang tampil di Kualifikasi Piala Asia 2023.

Hukuman itu diberikan setelah Sekjen FFTL, Amandio de Araujo, terbukti memalsukan dokumen kewarganegaraan sejumlah pemain.

Keputusan itu menjadi preseden penting dalam penanganan kasus serupa di kawasan Asia. Namun, AFC menjelaskan bahwa setiap kasus akan ditangani berdasarkan fakta dan kronologi masing-masing.

Windsor juga mengatakan Komite Disiplin AFC akan bekerja secara hati-hati sebelum menjatuhkan keputusan resmi. Tujuannya karena setiap keputusan memiliki konsekuensi hukum yang bisa dipersoalkan.

 
 

Keputusan Komdis Dapat Banding

AFC memastikan seluruh proses akan berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Penilaian menyeluruh akan dilakukan sebelum menentukan langkah lanjutan terhadap kasus yang melibatkan Malaysia.

"Semua keputusan dari Komite Disiplin dapat diajukan banding," tutur Windsor.

"Setelah proses banding, kasus tersebut bahkan bisa dibawa ke Court of Arbitration for Sport," imbuhnya.

Sumber: New Straits Times

Berita Terkait