Bola.com, Jakarta - Liverpool sedang menghadapi situasi yang sangat krusial menjelang laga leg kedua 16 besar Liga Champions melawan Galatasaray di Anfield, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
Dalam posisi tertinggal 0-1 secara agregat dari laga pertama di Istanbul, The Reds membutuhkan kemenangan untuk bisa melaju ke perempat final Liga Champions.
Namun, mereka harus melakoni laga penentuan ini dengan sejumlah kekurangan, baik segi ketersediaan pemain maupun ancaman hukuman akumulasi kartu kuning.
5 Pemain Absen, Tim dalam Tekanan
Liverpool datang ke laga ini dengan lima pemain kunci yang dipastikan absen karena cedera dan kendala administratif.
- Alexander Isak: Penyerang muda ini masih dalam masa pemulihan dari patah kaki yang dideritanya tiga bulan lalu. Hingga kini, ia belum kembali ke sesi latihan tim.
- Wataru Endo: Gelandang asal Jepang absen karena cedera pergelangan kaki. Bahkan, ada keraguan apakah ia bisa kembali bermain di sisa musim ini.
- Conor Bradley: Bek kanan muda ini dipastikan tidak akan tampil lagi musim ini akibat cedera lutut yang serius.
- Giovanni Leoni: Bek tengah berusia muda ini telah lama absen sejak menderita ruptur ACL enam bulan lalu.
- Calvin Ramsay: Meski sempat duduk di bangku cadangan saat melawan Tottenham, Ramsay tidak terdaftar dalam skuad UEFA Liverpool, sehingga tidak bisa dimainkan di kompetisi Eropa.
Cedera dan absennya sejumlah pemain ini semakin memperburuk situasi pelatih Arne Slot, yang sedang berjuang memulihkan performa tim setelah start musim yang mengecewakan.
3 Pemain Terancam Akumulasi Kartu
Selain masalah cedera, Liverpool juga menghadapi ancaman larangan bermain bagi tiga pemain andalannya jika menerima satu kartu kuning lagi: Virgil van Dijk, Ryan Gravenberch, dan Curtis Jones.
Ketiganya saat ini telah mengantongi dua kartu kuning di fase gugur Liga Champions. Jika salah satunya mendapatkan kartu kuning tambahan dalam laga kontra Galatasaray, maka akan diskors saat laga pertama babak perempat final, jika Liverpool berhasil lolos.
Bagi Slot, hal ini memunculkan dilema taktis: memainkan para pemain kunci dengan risiko kehilangan mereka di babak berikutnya, atau mempertimbangkan rotasi untuk mencegah akumulasi kartu.
Performa Merosot dan Tekanan Terhadap Arne Slot
Meskipun sukses membawa Liverpool meraih gelar juara Premier League musim lalu, Arne Slot kini menghadapi tekanan besar.
Performa tim menurun di musim ini, dan mereka saat ini hanya duduk di posisi kelima klasemen Premier League, posisi yang tak menjamin kualifikasi otomatis ke Liga Champions musim depan.
Laga melawan Galatasaray bukan hanya soal gengsi, tetapi juga jalur penting menuju kualifikasi Eropa musim depan. Seperti yang dikatakan oleh beberapa suporter:
"Slot butuh trofi untuk membuktikan bahwa dia layak tetap duduk di kursi panas Merseyside musim depan."
Tambahan tekanan datang dari hasil akhir pekan lalu, saat Liverpool hanya bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur, tim yang sedang berjuang agar tidak terdegradasi.
Performa itu menunjukkan tim belum menemukan ritme terbaiknya, baik secara ofensif maupun defensif.
Dalam pertemuan pertama, Liverpool jelas kalah dominan dan tidak pantas mendapatkan hasil apa pun dari kekalahan 0-1 di Istanbul.
Fakta bahwa Galatasaray telah mengalahkan Liverpool dua kali musim ini (termasuk laga uji coba pramusim) membuat kepercayaan diri tim tamu semakin tinggi.
Misi Mustahil atau Awal Kebangkitan?
Untuk bisa lolos, Liverpool harus menang dengan selisih minimal dua gol, atau menang 1-0 untuk memaksa laga masuk perpanjangan waktu, mengingat aturan away goal sudah tidak berlaku.
Jika gagal, maka musim ini akan menjadi musim yang mengecewakan bagi klub dengan sejarah besar di Eropa ini.
Namun, jika mereka berhasil membalikkan keadaan, kemenangan itu bisa menjadi katalisator kebangkitan dan memperpanjang asa di dua kompetisi.
Dengan kondisi tim yang terbatas dan tekanan yang memuncak, pertandingan di Anfield bukan sekadar laga sepak bola — ini bisa menjadi penentu masa depan.
Sumber: Liverpool World