Bola.com, Jakarta - Kondisi Chelsea sedang berada dalam tekanan berat. Tersingkir dari kompetisi Eropa secara memalukan, terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan, dan kini harus kehilangan kapten mereka, Reece James, membuat situasi klub kian rumit.
Kekalahan dari Paris Saint-Germain (PSG) di leg pertama babak 16 besar memang sudah membuat peluang bertahan di Eropa menipis sejak awal. Namun, The Blues berharap bangkit saat menghadapi Newcastle United di Premier League.
Harapan itu justru berujung kekecewaan setelah mereka menelan kekalahan 0-1 di Stamford Bridge (15-3-2026), hasil yang menjadi kekalahan kedelapan musim ini, termasuk empat di kandang sendiri.
Situasi makin buruk ketika James mengalami cedera hamstring di akhir pertandingan tersebut. Bek berusia 26 tahun itu diperkirakan harus menepi selama beberapa pekan, menambah panjang daftar masalah yang dihadapi tim London Barat.
Di tengah kondisi ini, muncul pertanyaan: apakah pelatih Liam Rosenior turut bertanggung jawab atas kambuhnya cedera sang kapten?
Perbandingan dengan Era Sebelumnya
Saat masih ditangani pelatih Enzo Maresca, kebugaran James menjadi perhatian utama. Mengingat riwayat cedera otot yang berulang, Maresca memilih pendekatan hati-hati dalam mengelola menit bermain sang pemain.
Musim lalu, James bahkan jarang dimainkan penuh selama 90 menit atau tampil dalam dua pertandingan dalam satu pekan. Ia juga kerap dipasang di lini tengah, bukan di posisi bek kanan, untuk mengurangi beban fisik.
Kebijakan ini terbukti cukup efektif menjaga kondisinya, meski ia tetap harus absen dalam sejumlah laga karena masalah hamstring yang berulang.
Sebagai gambaran, James sempat menjalani operasi pada Desember 2023 dan absen sekitar lima bulan di era Mauricio Pochettino.
Dalam satu musim bersama Maresca, ia juga melewatkan 25 pertandingan bersama klub dan timnas akibat cedera serupa.
Pendekatan Rosenior
Di bawah Rosenior, sebenarnya tidak ada perbedaan mencolok dalam cara mengelola James. Menit bermainnya masih relatif dikontrol, dengan variasi durasi tampil dan sesekali dimainkan di lini tengah.
Dalam beberapa laga, Rosenior juga terlihat berhati-hati, termasuk saat periode padat di Januari ketika menghadapi Crystal Palace, Napoli, dan West Ham United. Saat itu, James tidak selalu dimainkan penuh untuk menjaga kebugarannya.
Ia juga sempat diistirahatkan di beberapa laga, termasuk tidak dimainkan dalam pertandingan Piala FA melawan Wrexham dan hanya tampil terbatas di laga lainnya.
Namun, keputusan memainkan James selama 90 menit saat melawan Newcastle kini dipertanyakan. Terlebih, ia kembali dipasang di lini tengah, padahal opsi lain seperti Andrey Santos tersedia di bangku cadangan, sementara Romeo Lavia juga masuk skuad.
Satu Keputusan Berdampak Besar?
Jika melihat pola sebelumnya, Rosenior sebenarnya sudah cukup berhati-hati dalam mengelola sang kapten. Namun, satu keputusan di laga kontra Newcastle itu bisa jadi berujung mahal.
Cedera terbaru ini datang justru saat James mulai menunjukkan tanda-tanda kembali ke kondisi terbaiknya.
Kini, Chelsea kembali harus kehilangan satu di antara pemain kunci di momen krusial musim ini, sebuah pukulan telak yang mungkin bisa dihindari.
Sumber: Sportsmole