Kabar Menyedihkan, Cedera Parah Ancam Akhiri Karier Kasper Schmeichel

Kasper Schmeichel mungkin terpaksa pensiun karena ia mengalami cedera empat kali lipat yang parah.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 Maret 2026, 22:15 WIB
Kiper Celtic asal Denmark #01, Kasper Schmeichel (3R), dan rekan-rekan setimnya menunggu tinjauan VAR, selama pertandingan babak penyisihan UEFA Europa League antara Celtic dan FC Utrecht di Celtic Park di Glasgow pada 29 Januari 2026. (ANDY BUCHANAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kasper Schmeichel membuka kemungkinan harus mengakhiri kariernya lebih cepat setelah mengalami cedera parah yang memerlukan proses pemulihan panjang hingga satu tahun.

Kiper Celtic itu mengungkapkan kondisi terbarunya saat menjadi pundit tamu di CBS Sports dalam siaran Liga Champions, Rabu (18-3-2026) dini hari WIN.

Advertisement

Ia menyebut harus menjalani dua operasi untuk memulihkan bahunya yang mengalami cedera serius.

"Saya harus menjalani dua operasi untuk memperbaiki bahu," kata Schmeichel.

"Saya mengalami robekan bisep, robekan rotator cuff, dislokasi bahu, dan robekan labrum. Semuanya 'rusak'."

Ia menggambarkan tingkat keparahan cedera tersebut dengan perbandingan ekstrem.

"Mungkin supaya lebih mudah dipahami, ini seperti pemain outfield yang mengalami cedera ACL dan Achilles secara bersamaan."

Menurutnya, proses rehabilitasi bisa memakan waktu antara 10 hingga 12 bulan.

"Sepak bola adalah segalanya bagi saya. Ini seluruh hidup saya, ini identitas saya," ujarnya.


Laga Terakhir?

Kiper Celtic asal Denmark #01, Kasper Schmeichel, bereaksi saat pertandingan Liga Champions antara Borussia Dortmund dan Celtic di Dortmund, Jerman barat, Rabu dini hari WIB. (INA FASSBENDER/AFP)

Schmeichel mengakui ada kemungkinan ia sudah memainkan pertandingan terakhirnya sebagai pesepak bola profesional.

"Saya mungkin sudah memainkan pertandingan terakhir dalam karier saya," ucapnya.

"Saya sudah menjadi pesepak bola sejak lahir. Ini sangat menyakitkan. Sangat sulit untuk mencerna semua ini saat ini," imbuhnya.

Ia terakhir kali tampil pada 22 Februari lalu, saat Celtic kalah 1-2 dari Hibernian.

Dengan estimasi pemulihan yang panjang, Schmeichel juga berpotensi absen dari Piala Dunia 2026 jika Denmark lolos melalui play-off zona UEFA.

Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi penampilan ketiganya setelah edisi 2018 dan 2022.

Kiper berusia 39 tahun tersebut saat ini telah mengoleksi 120 caps bersama Timnas Denmark, terbanyak kelima sepanjang sejarah. Catatan itu hanya kalah dari Dennis Rommedahl, ayahnya Peter Schmeichel, Simon Kjaer, dan Christian Eriksen yang memegang rekor dengan 147 penampilan.

Cedera berat ini berpotensi membuatnya tak lagi menambah jumlah caps tersebut jika benar harus mengakhiri karier.


Masih Ingin Berjuang

Pemain Bayern Munchen, Harry Kane, menghibur kiper Celtic, Kasper Schmeichel, setelah leg pertama play-off 16 besar Liga Champions 2024/2025 di Celtic Park Stadium, Glasgow, Kamis (13/2/2025) dini hari WIB. Bayern Munchen menang 2-1 atas Celtic dalam laga ini. (AP Photo/Scott Heppell)

Kendati menghadapi kemungkinan terburuk, Schmeichel belum menyerah. Ia bertekad menjalani seluruh proses pemulihan demi peluang kembali bermain.

"Saya mendapat kabar bahwa ini berpotensi menjadi akhir karier saya karena usia," katanya.

"Saat saya kembali nanti, saya bisa saja sudah berusia di atas 40 tahun."

Ia menegaskan tekadnya untuk terus berjuang.

"Saya tumbuh di generasi pemain yang bermain dengan hati dan tetap bermain, meski cedera. Saya sudah melewati banyak cedera, dan sekarang pikiran saya bilang, saya akan memberikan segalanya untuk mencoba kembali."

"Itu mungkin akan menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier saya jika bisa kembali dari cedera seperti ini."

"Saya akan berjuang, mencoba segala cara. Saya akan menjalani rehabilitasi," tutur mantan kiper Leeds dan Leicester City itu.

Schmeichel juga mengungkapkan bahwa operasi pertama dijadwalkan berlangsung Jumat mendatang, sebelum menjalani tindakan lanjutan sesuai rekomendasi tim medis.


Reaksi sang Ayah

Mantan pemain sepak bola Denmark, Peter Schmeichel (kiri), berbicara dengan putranya, Kasper Schmeichel, menjelang pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Momen emosional turut terjadi karena pengakuan tersebut disampaikan saat ia didampingi sang ayah, Peter Schmeichel, yang juga hadir dalam siaran tersebut.

Kiper legendaris itu mengaku terpukul melihat kondisi putranya, terutama jika kariernya harus berakhir dengan cara seperti ini.

"Apa pun situasi yang dia hadapi, saya selalu berusaha ada untuknya sebagai seorang ayah," ujar Peter.

"Saya tidak ingin ini berakhir dengan cedera seperti itu."

Ia juga menekankan betapa beratnya cedera bahu bagi seorang penjaga gawang.

"Cedera bahu bagi kiper, Anda tidak bisa membayangkan seberapa parah itu. Setiap kali Anda melakukan diving ke sisi tersebut, Anda akan mendarat di sana," kata mantan kiper Manchester United itu.

"Ini sangat serius. Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu Kasper?" katanya lagi.

 

Sumber: Talksport