5 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City: Pengalaman di Premier League atau Pelatih Spanyol Lagi?

Meski kontraknya masih berlaku hingga 2027, setelah diperpanjang pada November 2024, spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola di Manchester City terus bermunculan.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 19 Maret 2026, 11:15 WIB
Manajer Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Pep Guardiola di Man City kembali menjadi sorotan. Pelatih asal Spanyol itu dilaporkan mempertimbangkan rencana jangka panjangnya bersama klub setelah final Carabao Cup akhir pekan ini.

Man City akan menghadapi Arsenal di Wembley dalam perebutan trofi pada Minggu (22/3/2026), hanya beberapa hari setelah tersingkir dari Liga Champions di babak 16 besar oleh Real Madrid dengan agregat telak 5-1.

Advertisement

Kekalahan 0-3 di Santiago Bernabeu pekan lalu semakin diperparah dengan kartu merah Bernardo Silva di leg kedua di Etihad.

Menurut laporan Daily Mail, Guardiola akan mengambil waktu sejenak setelah final untuk memikirkan apa yang terbaik bagi dirinya dan klub.

Meski kontraknya masih berlaku hingga 2027, setelah diperpanjang pada November 2024, spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola di Manchester City terus bermunculan.

Sejumlah nama pun mulai dikaitkan sebagai calon suksesor jika era legendaris Guardiola benar-benar berakhir.


Enzo Maresca dan Luis Enrique Masuk Radar

Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Chelsea di Craven Cottage di London pada tanggal 20 April 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Salah satu nama yang mencuat adalah Enzo Maresca. Mantan manajer Chelsea itu sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Man City saat masih menangani klub London itu. Maresca kini belum memiliki klub setelah meninggalkan Chelsea pada Januari lalu.

Dalam 18 bulan masa jabatannya di Chelsea, ia mempersembahkan gelar Europa Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Maresca bukan sosok asing bagi Man City karena pernah dua kali bekerja di sana, termasuk sebagai asisten tim utama pada 2022. Pelatih berusia 46 tahun itu kini disebut-sebut sebagai favorit bandar taruhan untuk menggantikan Guardiola.

Nama besar lainnya adalah Luis Enrique. Pelatih 55 tahun itu pernah menggantikan Guardiola di Barcelona B pada 2008.

Setelah melatih AS Roma dan Celta Vigo, ia sukses besar bersama tim utama Barcelona dengan dua gelar La Liga dan trofi Liga Champions 2015.

Ia juga pernah dua periode menangani Timnas Spanyol. Saat ini, reputasinya kembali bersinar setelah membawa Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions musim lalu, trofi yang selama ini sulit diraih klub Prancis itu.

Kontraknya bersama PSG juga berlaku hingga 2027, meski ada laporan kemungkinan perpanjangan.


Xabi Alonso dan Vincent Kompany, Opsi Emosional

Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, terlihat sebelum pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Xabi Alonso juga masuk dalam daftar kandidat. Mantan gelandang Liverpool itu saat ini sedang tidak melatih setelah berpisah dengan Real Madrid pada Januari 2026.

Sebelumnya, ia menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih saat menangani Bayer Leverkusen.

Menariknya, Guardiola adalah sosok yang membawa Alonso ke Bayern Munchen pada 2014. Setelah pensiun, Alonso meniti karier sebagai pelatih tim muda sebelum menangani Leverkusen pada 2022.

Pada musim keduanya, ia mencatat sejarah dengan membawa Leverkusen meraih gelar Bundesliga pertama mereka tanpa terkalahkan sepanjang musim, serta memenangkan DFB-Pokal 2024.

Sementara itu, Vincent Kompany menawarkan opsi yang sarat nilai emosional. Legenda Manchester City tersebut kini sukses sebagai manajer.

Banyak yang terkejut saat ia ditunjuk menggantikan Thomas Tuchel di Bayern Munchen pada 2024. Namun, Kompany menjawab tantangan itu dengan mempersembahkan gelar Bundesliga musim lalu.

Kompany pernah bermain di bawah asuhan Guardiola selama tiga musim terakhirnya di Man City. Meski kemungkinan kembali ke Etihad akan terasa istimewa, ia baru saja memperpanjang kontrak bersama Bayern hingga 2029.


Pep Lijnders, Opsi Internal yang Mengejutkan

 

Nama terakhir adalah Pep Lijnders, pilihan yang mungkin dianggap di luar dugaan. Mantan asisten Jurgen Klopp di Liverpool itu bergabung dengan staf kepelatihan Guardiola pada Juni 2025.

Lijnders memiliki pengalaman sebagai pelatih kepala di NEC Nijmegen dan Red Bull Salzburg. Dalam sejarah Barcelona, Guardiola pernah digantikan oleh asistennya sendiri, mendiang Tito Vilanova, pada 2012.

Preseden tersebut bisa saja menjadi inspirasi bagi City jika ingin melanjutkan kesinambungan filosofi permainan dari dalam. Dengan kontrak Guardiola yang masih berlaku hingga 2027, keputusan akhir belum akan diambil dalam waktu dekat.

Namun, jika sang pelatih memutuskan mengakhiri masa jabatannya lebih cepat, Manchester City tampaknya sudah memiliki sejumlah opsi kuat untuk melanjutkan dominasi mereka di era pasca-Guardiola.

Sumber: Mirror


Persaingan di Premier League

Berita Terkait