Bola.com, Jakarta - Lamine Yamal kembali mencuri perhatian dengan mencetak sejarah baru di Liga Champions saat Barcelona meraih kemenangan besar atas Newcastle United.
Yamal kini menjadi pemain termuda dalam sejarah yang mencapai 10 gol di Liga Champions, ia mencapainya pada usia 18 tahun 248 hari.
Yamal memecahkan rekor sebelumnya milik Kylian Mbappe, yang mencapainya pada usia 18 tahun 350 hari pada 2017.
Gol bersejarah tersebut dicetak Yamal melalui titik penalti menjelang akhir babak pertama saat Barcelona menjamu Newcastle pada leg kedua babak 16 besar di Camp Nou. Ia juga sebelumnya mencetak gol dari penalti pada leg pertama di St James' Park.
Performa Gemilang di Usia Muda
Dengan tambahan gol itu, Yamal kini telah mengoleksi 10 gol dari 31 penampilan di Liga Champions, catatan impresif untuk pemain yang bahkan belum genap berusia 19 tahun hingga Juli mendatang.
Secara keseluruhan musim ini, ia telah mencatatkan 21 gol dan 16 assist dari 38 pertandingan bersama Barcelona, termasuk lima gol dan tiga assist di delapan laga Liga Champions.
Pesta Gol Barcelona
Pertandingan leg kedua berjalan sangat sengit sejak awal. Setelah bermain imbang 1-1 di leg pertama, kedua tim langsung saling menyerang di Camp Nou.
Babak pertama menghadirkan lima gol. Anthony Elanga mencetak dua gol untuk Newcastle, sementara Barcelona membalas lewat Raphinha, Marc Bernal, dan penalti Yamal.
Memasuki babak kedua, Fermin Lopez membawa Barcelona unggul 4-2, sebelum Robert Lewandowski mencetak dua gol tambahan. Raphinha kemudian menutup pesta gol dengan gol keduanya pada menit ke-72, memastikan kemenangan 7-2 dan agregat 8-3.
Tantangan Berikutnya
Kemenangan tersebut membawa Barcelona ke perempat final Liga Champions, di mana mereka akan menghadapi Atletico Madrid, yang melaju setelah menaklukkan wakil Inggris lainnya, Tottenham Hotspur, dengan agregat 7-5.
Tim asuhan Hansi Flick kini memburu sukses di dua ajang sekaligus, yakni La Liga dan Liga Champions. Lini serang yang tajam menjadi kekuatan utama mereka.
Namun, kemenangan atas Newcastle juga kembali menyoroti kelemahan di lini belakang. Kebobolan dua gol di kandang sendiri menjadi catatan yang harus segera diperbaiki jika Barcelona ingin meraih trofi besar musim ini.
Sumber: Sportsmole