Bola.com, Jakarta - Media Prancis, Le Petit Lillois, menyoroti kegagalan Lille melaju ke perempat final Liga Europa 2025/2026. Klub yang diperkuat pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, itu harus angkat koper di babak 16 besar.
Lille menelan kekalahan dari Aston Villa, kali ini dengan skor 0-2 pada leg kedua, Jumat (20/3/2026) dini hari WIB.
Lille tak berkutik di Stadion Villa Park, dengan gol kemenangan The Villans ditentukan John McGinn pada menit ke-54, disusul gol Leon Bailey menjelang laga berakhir.
Kekalahan ini membuat Lille tersingkir dari Liga Europa dengan agregat 0-3 dari Aston Villa. Sebab, Les Dogues juga kalah 0-1 pada leg pertama, pekan lalu.
Calvin Verdonk hanya ada di bangku cadangan dalam leg kedua versus Aston Villa.
Menumpuk Pemain Belakang
Kendati dibawa dalam rombongan Lille dalam lawatan ke Birmingham untuk meladeni Aston Villa, Calvin Verdonk tak dilirik pelatih Bruno Genesio. Sang pelatih masih memercayai Romain Perraud untuk mengisi sisi kiri pertahanan.
Lille turun dengan formasi tiga bek tengah, yang diisi Nathan Ngoy, Chancel Mbemba, dan Alexsandro Ribeiro. Sementara Thomas Meunier dimainkan sebagai sayap kanan, dan Romain Perraud sebagai winger kiri.
Calvin Verdonk tetap berada di bangku cadangan sepanjang laga. Situasi yang sama ketika menjamu Aston Villa pada leg pertama pekan lalu. Verdonk, yang sering dijadikan sebagai pelapis Romain Perraud, tetap tak diberikan kesempatan bermain.
Komposisi inilah yang kemudian diulas oleh Le Petit Lillois sebagai satu di antara hal yang memengaruhi kekalahan lille.
Bruno Genesio dianggap melakukan eksperimen yang berujung kegagalan.
Tak Berjalan Mulus
Le Petit Lillois menggambarkan taktik dan strategi Bruno Genesio yang tak berjalan dengan mulus, ikut menentukan kegagalan Les Dogues mengatasi Aston Villa.
"Pertaruhan Bruno Genesio gagal, membuat Lille tersingkir oleh Aston Villa di babak 16 besar Liga Europa," demikian judul dalam artikel yang dimuat media tersebut.
"Bruno Genesio mengejutkan semua orang dengan menurunkan formasi lima bek tanpa Aïssa Mandi atau Tiago Santos, dengan Olivier Giroud dan Felix Correia sebagai satu-satunya pemain penyerang."
Eksperimen ini tampak semakin mengejutkan mengingat percobaan sebelumnya telah gagal total. Kekalahan 1-4 di kandang melawan RC Strasbourg pada 25 Januari," lanjut ulasan Le Petit Lillois.
Di Bawah Performa
Media lokal di Prancis tersebut juga mengulas performa para pemain Lille, terutama peran para defender. Satu di antaranya adalah Romain Perraud, yang sulit tergantikan di sektor bek kiri, bahkan Calvin Verdonk harus rela menjadi pelapisnya.
Romain Perraud bermain penuh selama 90 menit di markas Aston Villa, dengan membukukan 88 akurasi umpan, satu kali menciptakan peluang, membukukan empat kali aksi bertahan, dua kali tekel, dua kali sapuan, dan empat kali recoveries.
"Seperti biasa, Romain Perraud mengerahkan banyak usaha di sisi kiri lapangan, tetapi gagal memberikan kontribusi ofensif dalam peran bek sayap ini," ulasan dari Le Petit Lillois.
Hanya bek Nathan Ngoy yang dianggap bermain baik untuk Lille dalam pertandingan dini hari tadi. Ia bermain penuh dengan membukukan 8 kali aksi bertahan, mengkreasi satu peluang ke arah gawang Emiliano Martinez, hingga melakukan lima kali sapuan.
"Dia adalah salah satu dari sedikit pemain yang benar-benar mampu mengimbangi lawan dalam duel selama satu jam pertama pertandingan, merebut banyak bola dari kaki lawan untuk menciptakan beberapa situasi transisi yang baik," jelas Le Petit Lillois.
Sumber: Le Petit Lillois