Veda Ega Pratama Berbagi Tips Adaptasi Sirkuit yang Berbuah Podium di Brasil: Tidak Malu Bertanya ke Rider Lokal

Veda Ega Pratama meraih podium ketiga di Moto3 Brasil akhir pekan lalu, terpaut 1,650 detik di belakang sang pemenang, Maximo Quiles.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 27 Maret 2026, 06:45 WIB
Veda Ega Pratama saat sukses finis ketiga pada balapan Moto3 Brasil di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania. (Honda Team Asia)

Bola.com, Jakarta - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, baru saja mencetak sejarah dengan menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di Moto3 saat seri Brasil, Minggu (22/3/2026). Kini Veda Ega berbagi tips adaptasi cepatnya yang berbuah podium serta caranya mengenal Circuit of the America (COTA) di Moto3 Amerika Serikat akhir pekan ini.

Veda Ega meraih podium ketiga di Moto3 Brasil akhir pekan lalu, terpaut 1,650 detik di belakang sang pemenang, Maximo Quiles.

Advertisement

Raihan Veda Ega ini pun menjadi sejarah bagi dunia balap motor Indonesia, di mana pembalap dari Honda Team Asia ini menjadi yang pertama meraih podium di kelas Moto3.

Menariknya, Sirkuit Ayrton Senna di Brasil ini sudah lebih dari tiga dekade tidak menggelar grandprix motor balap. Kali terakhir sebelum tahun ini, rangkaian balap motor dunia MotoGP dan turunannya digelar pada 1992.

Tentu saja Veda Ega tidak pernah merasakan langsung berpacu di lintasan ini dalam balapan sebelumnya. Apalagi ini merupakan musim debutnya di Moto3.

Lalu seperti apa cara Veda Ega Pratama melakukan adaptasi hingga akhirnya mampu menyabet podium ketiga di Negeri Samba itu?


Biasa Lewat Video, Kini Dapat Info dari Rider Lokal

Veda Ega Pratama saat sukses finis ketiga pada balapan Moto3 Brasil di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania. (Honda Team Asia)

Ternyata video simulasi ataupun video yang ada di internet kerap menjadi sumber inspirasi Veda Ega dalam mempersiapkan diri. Namun, tentu itu berbeda dengan seri Brasil yang kali terakhir digelar pada 1992.

"Kalau saya kebanyakan belajar dari gim dan nonton video. Biasanya video race ada di YouTube," ujar Veda Ega dalam wawancara bersama media-media dari Indonesia melalui zoom meeting, Kamis (26/3/2026) malam WIB.

"Kalau kemarin di Brasil, saya bisa dapatkan on-board dari pembalap lokal. Terus saya maksimalkan untuk mempelajari sirkuitnya," lanjut pembalap asal Wonosari itu.


Menatap Pacuan di CoTA

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, saat memacu motornya di sesi latihan bebas Moto3 Brasil 2026, Jumat (20/3/2026). (Dok. Honda Team Asia)

Setelah finis di podium ketiga di Moto3 Brasil, Veda Ega menatap seri di Amerika Serikat yang akan digelar di Circuit of the Americas (CoTA), Austin, Amerika Serikat (AS), yang dimulai pada Jumat (27/30/2026) hingga Minggu (29/3/2026).

Namun, berbeda dengan caranya beradaptasi dengan sirkuit di Brasil, Veda Ega punya cara lain untuk mempersiapkan diri menatap seri di Amerika Serikat itu.

"Kalau saya melihat layout sirkuitnya dan juga sempat main di MotoGP, agak susah karena ada zig-zag. Kemudian saya melihat balapan tahun lalu dari kualifikasi juga banyak yang jatuh. Jadi saya tanya-tanya juga ke rider lain, dan mereka bilan sirkuitnya banyak bumpy," ujar Veda Ega.

"Mari kita lihat besok, semoga saya punya feeliing yang bagus dari hari pertama, karena karakter CoTA memang salah satu yang paling sulit, terutama untuk pembalap baru.

 

Berita Terkait