Final Playoff Piala Dunia 2026 Terganggu! Kapasitas Stadion Bosnia Dipangkas FIFA Jelang Hadapi Italia

Partai krusial antara Timnas Italia dan Timnas Bosnia dan Herzegovina di final playoff Piala Dunia 2026 akan berlangsung dalam kondisi yang tidak biasa. Stadion yang menjadi tuan rumah harus mengurangi kapasitas penonton akibat sanksi dari FIFA.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 28 Maret 2026, 22:15 WIB
Stadion Bilino Polje di Zenica, venue final Playoff Piala Dunia 2026 antara Bosnia and Herzegovina vs Italia. (Dok. BIH)

Bola.com, Jakarta - Partai krusial antara Timnas Italia dan Timnas Bosnia dan Herzegovina di final playoff Piala Dunia 2026 akan berlangsung dalam kondisi yang tidak biasa. Stadion yang menjadi tuan rumah harus mengurangi kapasitas penonton akibat sanksi dari FIFA.

Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, ini sejatinya menjadi momen penting bagi kedua tim dalam perebutan tiket menuju putaran final. Namun, atmosfer pertandingan dipastikan tidak akan maksimal.

Advertisement

Federasi sepak bola Bosnia memilih Stadion Bilino Polje di Zenica sebagai venue pertandingan. Stadion tersebut memiliki kapasitas sekitar 15.600 penonton.

Akan tetapi, keputusan FIFA yang dijatuhkan sejak Januari 2026 membuat sebagian kursi harus dikosongkan. Dampaknya cukup signifikan, terutama untuk pertandingan sebesar ini.

 


Sanksi FIFA Pangkas 20 Persen Kapasitas Stadion

Para pemain Timnas Bosnia Herzegovina memprotes keputusan wasit Halil Umut Meler yang memberikan hadiah penalti kepada Portugal pada laga lanjutan Grup J Kualifikasi Euro 2024 di Stadion Bellino Polje, Selasa (17/10/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Armin Durgut)

Keputusan FIFA memaksa Bosnia untuk menutup sebagian tribun stadion. Total lebih dari 2.100 kursi dipastikan tidak dapat digunakan dalam laga melawan Italia.

Sanksi ini merupakan buntut dari berbagai insiden yang terjadi saat Bosnia menjamu Timnas Rumania pada 15 November 2025.

Dalam laporan resminya, FIFA mencatat sejumlah pelanggaran serius, mulai dari perilaku tidak sportif tim, diskriminasi, tindakan rasis, hingga penggunaan kembang api yang mengganggu jalannya pertandingan, termasuk saat lagu kebangsaan.

Selain itu, FIFA juga menyoroti kurangnya ketertiban dan disiplin baik di dalam maupun sekitar stadion.

Federasi Bosnia pun telah mengonfirmasi sanksi tersebut sejak Januari lalu. Mereka diwajibkan menutup minimal 20 persen kapasitas stadion, terutama di area belakang gawang.

Secara rinci, tribun selatan blok B, C, dan D dengan total 1.508 kursi akan ditutup sepenuhnya. Ditambah sebagian tribun barat, tepatnya tiga baris pertama yang mencakup 592 kursi. Totalnya mencapai sekitar 2.100 kursi yang tidak bisa digunakan.

 


Tiket Ludes, Antusiasme Tetap Tinggi

Kemenangan ini membuat Italia selangkah lagi masuk ke Piala Dunia 2026. Mereka harus mengalahkan Bosnia-Herzegovina pada 31 Maret mendatang. (AFP/Stefano Rellandi)

Meski kapasitas stadion berkurang, antusiasme suporter Bosnia tetap luar biasa. Tiket pertandingan langsung habis terjual hanya dalam hitungan jam.

Hal ini terjadi tak lama setelah Bosnia memastikan tiket ke final usai menang dramatis lewat adu penalti atas Timnas Wales di babak semifinal.

Atmosfer panas tetap diprediksi akan tercipta di Bilino Polje, meski jumlah penonton lebih sedikit dari biasanya.

Laga ini menjadi sangat penting bagi kedua tim. Baik Italia maupun Bosnia akan berjuang habis-habisan demi satu tempat di Piala Dunia 2026.

Namun, di balik besarnya tensi pertandingan, sanksi FIFA menjadi pengingat bahwa aspek disiplin dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam sepak bola internasional.