Kinerja Lini Depan Timnas Indonesia saat Dibekuk Bulgaria: Ole Romeny Cs Sulit Memecah Kebuntuan

Seperti apa kinerja lini depan Timnas Indonesia dalam laga versus Bulgaria?

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 30 Maret 2026, 22:47 WIB
Ekspresi kesakitan pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny setelah dijegal pemain Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGK), Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia kalah tipis 0-1 dari Bulgaria dalam partai final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB.

Gol kemenangan Bulgaria dicetak oleh Marin Petkov pada menit ke-38, melalui sepakan 12 pas. Dengan hasil ini, maka skuad Garuda harus puas menjadi runner-up FIFA Series 2026, setelah Bulgaria keluar sebagai juaranya.

Advertisement

Cukup menarik melihat permainan yang ditunjukkan Timnas Indonesia. Secara statistik keseluruhan, Skuad Garuda bermain lebih baik daripada Bulgaria.

Terlepas dari kekalahan yang ditentukan melalui titik putih, Timnas Indonesia cukup impresif selama 90 menit meladeni Bulgaria. Justru Bulgaria lebih banyak tertekan, meski memeragakan permainan efektif dalam lebih banyak menunggu untuk melancarkan serangan balik.

Bisa dilihat dari skuad Garuda bermain penuh percaya diri dengan unggul dalam penguasaan bola hingga di 71 persen berbanding 29 persen milik Bulgaria.

 


Umpan Berhasil

Para pemain Timnas Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGK), Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jumlah umpan yang berhasil mencapai 491 dari 572 percobaan passing, atau akurasi passingnya mencapai 86 persen. Angka itu sangat jauh dari jumlah passing Bulgaria yang hanya ada di angka 206 dari 280 upaya umpan.

Timnas Indonesia juga membukukan empat kali kreasi peluang, berbanding tiga kali milik Bulgaria. Upaya dalam umpan di sepertiga lapangan atau masuk ke wilayah pertahanan lawan, juga sangat tinggi, mencapai 61 kali. Berbanding hanya 17 kali milik Bulgaria.

Hanya saja gol tak kunjung datang untuk pasukan John Herdman. Seperti apa kinerja lini depan Timnas Indonesia dalam laga versus Bulgaria? Yuk simak ulasan dari Bola.com berikut ini:

 

 

 


Babak Pertama

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny berusaha mengumpan bola ke Ramadhan Sananta dibayangi oleh pemain Bulgaria, Adrian Kraev dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGK), Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pelatih John Herdman memainkan formasi 3-4-3 dalam laga versus Bulgaria. Tiga penyerang diturunkan sekaligus yakni Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta.

Ole Romeny tampil impresif di laga sebelumnya, kembali mendapat kepercayaan sebagai juru gedor. Beckham Putra diistirahatkan dan memilih Ragnar Oratmangoen sejak menit pertama.

Sementara Ramadhan Sananta kembali mendapat kepercayaan sebagai starter, meski mendapat sorotan atas penampilannya di laga sebelumnya. Di awal-awal permainan, Sananta menunjukkan keberanian merebut bola disusul percobaan menembak, meski membentur pemain Bulgaria.

Ragnar Oratmangoen tak kalah berani melakukan solo run dan tusukan yang membuat pertahanan Bulgaria bekerja keras. Sementara Ole Romeny juga cukup percaya diri untuk ikut membongkar pertahanan lawan.

Ole Romeny bahkan harus dihentikan dengan tekel berbahaya oleh bek kanan Bulgaria, Martin Georgiev dan membuatnya diganjar kartu kuning. Beberapa usaha yang dibangun Timnas Indonesia dari skema umpan silang dan tendangan bebas, masih belum bisa berbuah manis.

Setelah kecolongan gol penalti Bulgaria lewat eksekusi penalti Marin Petkov, memaksa barisan depan skuad Garuda sedikit kesulitan. Usaha dari Ramadhan Sananta yang turun ke tengah, masih bisa diantisipasi pemain Bulgaria.

 


Paruh Kedua

Aksi para pemain Timnas Indonesia melawan Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melakukan perubahan di babak kedua. Ramadhan Sananta ditarik keluar dan digantikan dengan gelandang Ivar Jenner, membuat lini depan Indonesia diisi duet Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.

Pergantian pemain kembali dilakukan John Herdman dengan menarik keluar striker Ragnar Oratmangoen dan pemain sayap Nathan Tjoe-A-On. Kemudian masuk Eliano Reijnders dan Elkan Baggott, membuat Ole Romeny menjadi target man sendirian di depan, dan banyak menumpuk pemain di tengah.

Aksi berkelas ditunjukkan Ole Romeny pada menit ke 71, usai mendapat umpan terobosan dan mengakhirinya dengan tembakan kaki kirinya. Sayang, bola lambung hasil tendangannya menerpa mistar gawang Bulgaria, dan membuat kiper lawan mati kutu.

Masuknya Dony Tri Pamungkas semakin membuat penyerangan Timnas Indonesia bertambah. Pemain Persija itu hampir saja membuat assist untuk Ole Romeny, jika tidak lebih dulu diantisipasi bek Bulgaria.

Herman kembali menambah kekuatan dengan memasukkan Beckham Putra untuk menggantikan Joey Pelupessy. Kiper Bulgaria, Dimitar Mitov kembali digempur habis-habisan lewat tendangan keras Rizky Ridho di dalam kotak penalti, bola ditepis Mitov dan mengenai mistar gawang untuk kemudian menyebabkan sepak pojok.

Tak ada gol yang bisa diciptakan Timnas Indonesia hingga laga bubar. Tim Merah-Putih harus puas keluar sebagai peringkat kedua di ajang FIFA Series kali ini.

Berita Terkait