Plus Minus Performa Timnas Indonesia seusai Jalani 2 Laga di FIFA Series 2026: Era John Herdman Menjanjikan!

Dari dua pertandingan di FIFA Series 2026, Timnas Indonesia menumbangkan St Kitts dan Nevis (4-0), lalu kalah dari Bulgaria (0-1). Skuad Garuda dinilai memperlihatkan beberapa perubahan di bawah arahan juru taktik asal Inggris tersebut.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 31 Maret 2026, 15:00 WIB
Pasukan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. (Bola.com/M. Iqbal Ikhsan/Gemini)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akhirnya telah melewati dua pertandingan pertamanya bersama pelatih John Herdman di ajang FIFA Series 2026. Ada sejumlah catatan positif dan negatif yang dihasilkan skuad Garuda di momen ini.

Dari dua pertandingan di FIFA Series 2026, Timnas Indonesia menumbangkan St Kitts dan Nevis (4-0), lalu kalah dari Bulgaria (0-1). Skuad Garuda dinilai memperlihatkan beberapa perubahan di bawah arahan juru taktik asal Inggris tersebut.

Advertisement

Sebab, ada beberapa perkembangan positif yang telah membuat banyak pihak terkesima. John Herdman dinilai mampu memberikan sentuhan baru di Timnas Indonesia dan memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.

Namun, ada pula beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh pelatih asal Inggris itu setelah melewati dua pertandingan pertamanya sebagai skuad Garuda di FIFA Series ini. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.


Munculnya Andalan Baru

Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, merayakan golnya saat melawan Saint Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3/2026) malam WIB. Menghadapi Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, Timnas Indonesia meraih hasil positif. (Bola.com/Abdul Aziz)

Di bawah kepemimpinan John Herdman, Timnas Indonesia kini memiliki beberapa pemain baru yang bisa diandalkan. Pada era pelatih sebelumnya, para pemain ini masih kesulitan menembus skuad Garuda.

Beberapa pemain yang dimaksud yakni Beckham Putra Nugraha hingga Dony Tri Pamungkas. Beckham, misalnya, berhasil mendapatkan performa terbaiknya saat mencetak dua gol menghadapi St Kitts dan Nevis.

Sementara itu, Dony Tri Pamungkas juga mampu muncul sebagai kejutan di laga yang sama. Secara umum, dua pemain ini memang mendapatkan apresiasi tersendiri dari John Herdman. Ada pula Elkan Baggott yang bisa comeback dan langsung nyetel di era Herdman.


Bisa Tampil Dominan

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny (kanan) melakukan selebrasi setelah mencetak assist untuk gol Beckham Putra ke gawang St Kitts and Nevis dalam laga semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bisa dibilang, John Herdman berhasil memberikan kesan yang positif kepada publik pada pertandingan pertamanya bersama Timnas Indonesia. Sebab, anak asuhnya mampu bermain baik pada dua laga ini.

Skuad Garuda selalu bisa mendominasi penguasaan bola saat menghadapi St Kitts dan Nevis maupun Bulgaria. Bahkan, Timnas Indonesia kerap kali bisa mengurung pertahanan lawan, meski lebih banyak menciptakan peluang lewat skema transisi.

Pergerakan para pemain Timnas Indonesia juga sangat cair dan fleksibel, sesuai dengan taktik sang pelatih. Kolektivitas juga menjadi aspek yang dipuji oleh Herdman dari anak asuhnya sesuai menghadapi Bulgaria.

 


Masih Sulit Tembus Lawan

Gol tersebut memengaruhi ritme permainan Indonesia hingga akhir babak pertama. Skor 0-1 bertahan hingga waktu turun minum. Tampak dalam foto, pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangun (kanan) berebut bola dengan Petko Hristov (Bulgaria) pada laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Pekerjaan rumah yang paling utama dari Timnas Indonesia tampaknya memang masih belum berubah sejak era pelatih sebelumnya.

Skuad Garuda sering kali menghadapi tantangan untuk membongkar pertahanan lawan yang cenderung defensif.

Timnas Indonesia masih kesulitan membongkar pertahanan Bulgaria yang menerapkan middle-block di tengah. Para pemain lawan juga tampil disiplin, sehingga skuad Garuda kesulitan menembus struktur ini.

Masalah yang sama juga sempat dialami ketika Timnas Indonesia berjumpa Lebanon pada September 2025 lalu. Di era Patrick Kluivert itu, skuad Garuda bisa bermain dominan, tetapi kesulitan untuk mencetak gol.

Berita Terkait