Usai Tidak Finis di Austin, Veda Ega Pratama Bertekad Bangkit pada Balapan Moto3 Jerez 2026

Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama bertekad bangkit pada balapan berikutnya Moto3 2026 yang akan berlangsung di Circuito de Jerez, Spanyol, 24-26 April 2026.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 31 Maret 2026, 20:15 WIB
Veda Ega Pratama pada kualifikasi Moto3 Brasil 2026. (Honda Team Asia)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama bertekad bangkit pada balapan berikutnya Moto3 2026 yang akan berlangsung di Circuito de Jerez, Spanyol, 24-26 April 2026. 

Tren positif Veda Ega Pratama memang berakhir pada seri ketiga di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat akhir pekan lalu. 

Advertisement

Usai finis ketiga pada seri kedua di Sirkuit Ayrton Senna, Veda Ega Pratama mengalami crash pada balapan Moto3 Amerika Serikat dalam situasi sedang bersaing untuk kembali naik podium dan berujung tidak finis. 

"Tentu saja saya kecewa, karena saya pikir di COTA kami memiliki kesempatan yang baik, tetapi ini juga bagian dari pembelajaran dan mendapatkan pengalaman," kata Veda Ega Pratama. 

"Saya akan mengambil ini sebagai pelajaran penting dan kembali lebih kuat di Jerez," tambahnya. 

 

 

 

 

 


Veda Ega Pratama dan Jerez

Veda Ega Pratama pada balapan Moto3 Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas, Austin. (Honda Team Asia)

Berbeda dengan dua seri sebelumnya: Moto3 Brasil dan Amerika Serikat, Jerez tempat balapan Moto3 Spanyol sudah dikenal oleh Veda Ega Pratama. 

Pasalnya ketika mengikuti Red Bull Rookies Cup pada musim lalu di Jerez, Veda Ega Pratama bisa naik podium ketiga pada Race 1. 

Hal di atas mengindikasikan di trek yang sudah sangat ia kenal seperti Jerez, pembalap berusia 17 tahun itu bakal sangat berbahaya. Karena di trek yang merupakan debutnya di Goiania dan COTA, Veda Ega Pratama masih bisa tampil kompetitif. 


Duel Agresif pada Balapan Moto3 Amerika Serikat

Di atas kertas, Veda Ega Pratama punya kans untuk kembali podium pada balapan Moto3 Amerika Serikat. Sayangnya, harapan tersebut pupus akibat kesalahan sendiri.

Veda Ega Prtama melebar sedikit dari racing line, lalu membuka gas terlalu agresif saat motor masih dalam posisi miring.

Akibatnya, ia kehilangan kendali dan terjatuh. Insiden tersebut langsung mengakhiri balapannya lebih cepat dari yang diharapkan.

“Tapi saya membuat kesalahan. Saya sedikit melebar dan membuka gas terlalu cepat saat masih miring, lalu kehilangan kendali,” jelasnya.

 

Berita Terkait