Bola.com, Jakarta - Gennaro Gattuso kini berada di bawah tekanan besar setelah Timnas Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia. Kekalahan dramatis dari Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, menjadi pukulan telak bagi Azzurri.
Italia harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-41, menyusul kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni.
Sandro Tonali dkk. lantas takluk 1-4 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk Italia dalam dua dekade terakhir. Setelah tersingkir di fase grup putaran final pada edisi 2010 dan 2014, mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan kembali tersingkir di semifinal play-off pada kualifikasi 2022 usai dikalahkan Makedonia Utara.
Kini, kegagalan menuju Piala Dunia 2026 terasa makin menyakitkan.
Janji Tegas
Gattuso, yang mengambil alih kursi pelatih dari Luciano Spalletti pada 2025, sempat optimistis dengan peluang timnya.
"Saya yakin kami memiliki pemain-pemain bagus. Ada empat atau lima pemain yang termasuk 10 terbaik di dunia di posisi mereka," katanya pada Juni tahun lalu.
"Kami adalah tim yang bagus. Saya bicara tentang tim, bukan individu. Saya yakin tim ini punya kualitas dan kami bisa mencapai target," lanjutnya, setelah sempat mengawali kiprah dengan empat kemenangan beruntun.
Empat bulan berselang, usai kemenangan 3-0 atas Israel yang memastikan Italia lolos ke babak play-off, Gattuso melontarkan janji tegas.
"Saya akan mengambil tanggung jawab jika target tercapai. Jika tidak, saya akan pergi dari Italia. Saya sudah tinggal cukup jauh, tapi saya akan pergi lebih jauh lagi," ujarnya seperti dikutip Football Italia.
"Saya sudah agak jauh sekarang. Saya akan pergi lebih jauh lagi," katanya menegaskan.
Emosional usai Kegagalan
Usai kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina, Gattuso tampak emosional saat menanggapi hasil tersebut.
"Anak-anak ini tidak pantas menerima hasil seperti ini, melihat usaha, cinta, dan determinasi mereka. Kami punya tiga peluang, sementara sebagian besar umpan silang mereka tidak benar-benar membahayakan kami," kata Gattuso kepada RAI Sport.
"Saya tetap bangga dengan mereka. Jika hari ini saya ditusuk belati, tidak akan ada darah yang keluar, darah saya sudah habis. Ini penting bagi pergerakan sepak bola Italia dan sangat menyakitkan tersingkir seperti ini."
"Saya tidak ingin bicara soal wasit atau hal lain, hasil hari ini adil, ini sepak bola. Saya sudah lama di dunia ini, pernah merayakan kemenangan dan juga menerima kekalahan seperti hari ini, tapi ini sulit diterima," ucap mantan pemain AC Milan itu.
"Saya juga terkejut melihat hati dan determinasi yang mereka tunjukkan. Kami seperti berada di bawah tekanan, di garis depan. Namun, pada akhirnya, kami kembali gagal ke Piala Dunia," lanjut Gattuso.
Mantan pelatih Napoli, Fiorentina, dan Valencia itu menutup dengan permintaan maaf.
“Saya pribadi meminta maaf karena gagal mencapai target, tetapi para pemain sudah memberikan segalanya," ujarnya.
Sumber: Sportbible