Ini Respons Bos FIGC usai Didesak Mundur setelah Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Pasang Badan untuk Gennaro Gattuso

Luka itu kini terasa jauh lebih perih dari sebelumnya. Timnas Italia kembali harus angkat koper dari Piala Dunia setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Bosnia hari Rabu (01/04/2026) dini hari WIB.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 01 April 2026, 18:30 WIB
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, menghadiri konferensi pers di markas tim di Iserlohn, pada 30 Juni 2024, setelah mereka tersingkir oleh Swiss dalam pertandingan babak 16 besar Euro 2024. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Luka itu kini terasa jauh lebih perih dari sebelumnya. Timnas Italia kembali harus angkat koper dari Piala Dunia setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Bosnia hari Rabu (01/04/2026) dini hari WIB. 

Timnas Italia pun absen di putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Di tengah duka mendalam publik Italia, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, kini berada di pusat badai kritik yang paling ganas.

Advertisement

Gravina, yang pernah sesumbar dengan kalimat filosofis, "Aku adalah sebatang alang-alang yang jarang patah," kini benar-benar diuji oleh terjangan angin kencang.

Kekalahan di Zenica, Bosnia, bukan sekadar hasil buruk, melainkan sebuah penghinaan bagi sejarah besar sepak bola Italia.

 

 

 


Pasang Badan untuk Gennaro Gattuso

Italia sempat unggul lebih dulu melalui gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun, pada menit ke-79, Bosnia dan Herzegovina berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Haris Tabakovic. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, berjalan keluar lapangan usai pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Meski tekanan mundur menguat, Gabriele Gravina memilih untuk tetap bertahan sebagai Presiden FIGC. Ia turut mengonfirmasi dukungannya kepada pelatih Timnas Italia Gennaro Gattuso meski gagal membawa Gli Azzurri ke putaran final Piala Dunia 2026..

"Saya memintanya untuk tetap tinggal," tegas Gravina. Terkait posisinya sendiri, ia tampaknya masih mencoba mengulur waktu.

"Saya bertanggung jawab, tetapi ada badan yang berwenang untuk melakukan penilaian, yaitu Dewan Federal. Saya sudah meminta mereka berkumpul pekan depan," ujar Gravina. 

"Di sana, evaluasi mendalam akan dilakukan, yang juga akan berdampak pada seluruh sistem sepak bola Italia. Jelas bahwa kita sedang mengalami krisis besar," tambahnya.

 

 


Sindir Pemerintah Italia

Gravina menyadari bahwa seruan untuk meletakkan jabatan mulai menggema di seantero negeri. Namun, ia tidak mau menyerah begitu saja pada tekanan luar, terutama dari dunia politik.

"Saya paham ada desakan untuk mundur, hal yang sudah biasa saya dengar belakangan ini. Tapi keputusan itu ada di tangan Dewan Federal," cetus Gravina.

Ia juga melontarkan sindiran tajam kepada pemerintah. "Saya ingin tahu, dari sekian banyak langkah yang kami usulkan untuk memperbaiki sepak bola Italia, mana yang difasilitasi oleh dunia politik? Bagaimana cara mereka mendukung pergerakan kami selama ini?" pungkasnya dengan nada tinggi.

Sumber: La Gazzetta dello Sport 

Berita Terkait